3 Bulanan Putu Mirah

1

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Usai juga rentetan upacara ‘Nelu Bulanin’ putri pertama kami, tanggal 1 Juli lalu, yang telah kami persiapkan sedari sebulan sebelumnya. Upacara yang sedianya dilangsungkan pada pukul 1 siang, rupanya harus dimulai 2 jam lebih awal, berhubung undangan dari keluarga Istri sudah nyampe rumah diikuti rombongan kantor subdin Bina Program BMAIR.

Upacara yang diramaikan dan dihadiri oleh hampir seluruh keluarga dan teman yang diundang (absen hanya 3 undangan saja), berlangsung lancar tanpa hambatan, walaupun sempat was-was dengan cuaca yang tak bersahabat sejak pagi, hingga Istripun memutuskan untuk mesesangi di Penunggun Karang dan saya sendiri di Prapen, memohon sinar-Nya untuk upacara putri kami ini. Syukurlah, apa yang kami harapkan bisa terwujudkan hingga akhir acara yang menurunkan hujan gerimis malam harinya.

mirah-upacara-01.jpg

Yang patut disyukuri lagi, adalah bantuan dari sanak saudara yang diberikan sebelum upacara berlangsung (tercatat pada kami) maupun yang datangnya hari itu (tentunya luput dari perhatian, siapa yang membawa tadi). Dari lauk untuk hidangan (terutama sate yang jumlahnya hingga 800 tusuk) dan juga ayam serta lawar tentunya. Sampai ke cemilan jajan, yang jumlahnya mencapai angka seribu biji. Membuat di akhir acara, kami membagikannya kembali untuk saudara-saudara yang membantu sedari upacara dipersiapkan hingga selesai. Belum lagi sesangi babi guling yang juga ditambahkan satu lagi oleh kakeknya yang mendapat rejeki menjelang upacara putri kami. Itu semua tergolong ‘wah’ bagi kami, yang tadinya mengharapkan upacara kecil dan sederhana, agar nantinya putri kami tak merasa terbebani pada semua itu.

Upacara yang didukung penuh pula oleh mertua kami hingga sore, sembari menunggu saudara dari pihak Istri yang datang usai upacara, bahkan memberikan banyak bantuan dari beras dan telor hasil di kampung Canggu, dan juga air mineral yang hingga akhir acara masih bertumpuk dengan bantuan yang datang dari saudara terdekat. Sungguh, putri kami membawa rejekinya sendiri rupanya.

mirah-upacara-02.jpg

Tak cukup hanya itu, yang paling membuat haru tentunya perhatian dari atasan instansi tempat kami bekerja, yang langsung menitipkan bantuan tunai lewat seorang rekan kantor, walaupun Beliau tidak kami undang-beri tahu- berhubung lingkup acara yang kecil dan sederhana, cukuplah mengundang seorang Kepala Dinas -atasan tertinggi pada instansi- saat kami menikah tempo hari. Disamping khawatir mengganggu kesibukan Beliau ditengah pemberitaan temuan bpk dan juga trotoar rusak di media cetak.

Yang paling mengesankan bagi kami adalah antusiasme sanak saudara yang berkenan meluangkan waktunya untuk hadir menyaksikan upacara tiga bulanan putri kami ini, di hari kerja dengan sepenuh hati dan keikhlasannya membantu baik tenaga hingga perhatiannya, jauh lebih besar dari yang kami duga sebelumnya.

mirah-upacara-03.jpg

Akhirnya, lewat juga semua kecemasan yang kami rasakan sejak sebulan lalu, termasuk perihal biaya upacara yang nyatanya tak sebesar yang kami sediakan untuk itu. Sambil berharap, semoga saja tiga bulan lagi, kami bisa memenuhi upacara putri kami yaitu Otonan, tentu dengan persiapan finansial dan juga tenaga yang tak kalah banyaknya. Semoga saja putri kami tak menyia-nyiakan apa yang telah kami berikan untuknya sejak lahir, agar bisa menjadi jauh lebih baik dari kami, berguna bagi keluarga kecil ini, kakek neneknya dan tentu sanak saudara kami terlebih dahulu, sebelum ia berguna bagi orang lain. ya Tu Mirah ?

Comments (1)

[…] 3 Bulanan Putu Mirah […]

Post a comment

CommentLuv badge