Pacu Adrenalin masa muda

Category : tentang KHayaLan

Kuliah hari Senin lalu, tumben gak bawa perlengkapan apapun, baik tas lengkap dengan materi ataupun laptop untuk presentasi. Jadi cuman bawa lima lembar kertas bahan presentasi yang diselipkan dalam saku jaket kulit murahan saat plesiran ke Pasar Turi tempo hari. J

Memang disengaja, lantaran pulang kuliah ada satu keinginan yang akan diluapkan demi menghapus segala kepenatan dan unek-unek dalam pikiran. Jadilah ‘its show time’ bergema di kepala usai perkuliahan berakhir. Memacu laju sepeda motor begitu memasuki jalan Diponegoro dari arah jalan Dewi Sartika, mengingatkan pada satu hobi di masa lalu, yang perlahan terhapus seiring beranjak dewasa dan bertambahnya usia serta menyadari kehadiran orang-orang yang sangat dicintai.

Adrenalin muncul saat menggeber gas motor dan mulai berzig-zag ada keramaian dan kemacetan lalu lintas malam itu, makin bertambah saat nasehat seorang rekan saat sekolah dahulu terngiang kembali ‘jangan pernah menoleh kebelakang saat ngebut atau melakukan zig-zag. Namun perhatikan kondisi depan dan samping kendaraan’. Nyatanya memang sangat berguna dan telah teruji sedari jaman naek Astrea 800 hingga Silver Tiger ini. Â Satu ruas jalan dilalui dengan penuh semangat seakan lupa akan segala hambatan didada dan laju semakin cepat beringas saat melalui kemacetan arus didepan mata.

Satu keheranan yang pernah diungkap oleh rekan lain, bagemana mungkin tubuh tinggi besar dengan kendaraan berat mampu melakukan zig-zag ditengah keramaian dan kemacetan jalan Diponegoro ?

Terlepas keheranan tadi, adrenalin baru diturunkan saat laju motor mulai menikung kanan kearah jalan Hasanuddin yang artinya, rute zig-zagpun dinyatakan berakhir. Saatnya kembali pulang kerumah dengan kepuasan yang tiada tara. Cukup untuk melahirkan beberapa tulisan tak berkualitas dalam Blog ini. J

Post a comment

CommentLuv badge