Arsitek itu ternyata Banyak Omong

Itu komentar pedas yang dilontarkan oleh seorang rekan kantor yang kebetulan pula bareng-bareng ngambil kuliah pasca. Tapi komentar itu gak asal ia lontarkan, lantaran dua orang yang ia kenal di Panitia Pelelangan nyatanya emang seperti itu. Omong tok.

Gak nyalahin juga sih, lantaran selama pendidikan di Arsitektur itu mahasiswanya dituntut bisa mengkhayal setinggi langit dan keseringan menomorduakan masalah konstruksi, dengan didasari oleh argumen-argumen (pembelaan dan pembenaran) tertentu yang dapat menguatkan desain tersebut. Ngeles ceritanya.

arsitek.jpg

Makanya gak heran pula kalo si rekan balik nanya ‘kamu kan lulusan Arsitek, kok beda ? gak banyak omong ?’ halah… dianya lupa kalo dibibir sih emang gak banyak omong, tapi di blog, haha…. Ceritane ngalor ngidul.

Apa yang dikatakan tadi diperkuat pula oleh beberapa kejadian kuliah belakangan ini, dimana salah seorang rekan kuliah yang secara kebetulan juga lulusan Arsitek, memiliki perilaku sama. Berandai-andai dalam satu hal yang sudah jelas adanya. Halah…  :cry: 

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

One thought on “Arsitek itu ternyata Banyak Omong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *