Antara DB dan Minuman Suplemen Peningkat Trombosit

7

Category : tentang KeseHaRian

Di mata awam, serangan Demam Berdarah akan sangat mengkhawatirkan apabila si penderita sudah mulai mengalami yang namanya panas badan dengan suhu tinggi apalagi kalo sudah sampe naik turun dan disertai muntah-muntah. Sekalipun diperiksa darahnya, baru pada hari ketiga (katanya) hasilnya dapat dibaca. Trus bagemana kalo si penderita dalam kondisi mendesak ?

Bagi sebagian orang, pengalaman penderita lain maupun diri sendiri bolehlah menjadi bahan pertimbangan bagi penderita yang sedang mengalami masa-masa transisi Demam Berdarah daripada pasrah dan tidak tahu sama sekali. Isinya pun berbeda-beda terutama dalam usaha mengembalikan kondisi si penderita dengan jalan memanfaatkan suplemen tambahan selain makan dan minum biasa. Apa saja itu ?

Pocari Sweat mungkin boleh jadi urutan pertama yang disarankan bagi penderita. Entah bagemana prosesnya, namun minuman pengembali ion tubuh ini masih menjadi perdebatan, apakah layak diberikan bagi penderita Demam Berdarah ? terutama yang mengalami masalah pada lambung.

Jus Jambu Biji dari Buavita maupun Jus Guava dalam kemasan botol besar. Kalo yang dalam kemasan Buavita mungkin masih menyisakan serat yang sangat tidak mengenakkan apabila diminum, karena seringkali tertinggal di tenggorokan, malahan dapat memicu timbulnya Radang Tenggorokan sedangkan juas Guava, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membuat panas dalam yang memicu rasa perih di tenggorokan.

Terakhir ada Angkak ato yang dikenal pula dengan Ancho. Air rebusan beras merah China yang bahan mentahnya bisa didapat di toko obat China dengan harga murah, memiliki kekhasan warna merah tua mirip darah dan rasanya yang sepet ato pahit sehingga lebih sering ditambahkan gula batu untuk mengurangi rasa tak mengenakkan tersebut bagi penderita. Yang menjadi masalah tentu perihal takaran minum, yang bagi sebagian orang menganjurkan maksimum 3 gelas sehari, dan sebagian lagi memperbolehkan semampunya dan semaksimal mungkin. Sialnya tak semua penderita mau dan mampu menghabiskan air rebusan pahit ini sebotol besar dalam waktu singkat. Bahkan ada penderita yang kondisi badannya tak mampu menerima, malahan berefek mengeluarkan darah dan kotoran yang serupa dengan (maaf) mencret dengan warna yang khas pula.

Selain ketiga jenis minuman tadi ada juga suplemen dari berbagai produsen obat herbal yang memiliki manfaat serupa dengan minuman diatas diantaranya dari CNI berupa Esther C dan Sun Corella dan ada juga dari produsen lain Sprulina. Suplemen ini diberikan bagi penderita yang tak mampu makan minum sesuai harapan lantaran efek dari Demam Berdarah apalagi disaat fase menurunnya Trombosit, lebih banyak menyebabkan mual dan sakit pada lambung.

Trus apa dong yang paling aman diberikan bagi si penderita Demam berdarah ?

Sementara ini yang paling aman, tentu air putih. (walopun seringkali masih diragukan oleh keluarga penderita, namun sangat dianjurkan oleh tenaga medis). Pemberian air putih pada takaran normal sekalipun dalam rentang interval waktu tertentu agar si penderita diselingi pula dengan waktu beristirahat terbukti mampu meningkatkan Trombosit secara perlahan tapi pasti. Setidaknya tak berefek samping selain kencing yang diharapkan sebanyak yang ia minum. Namun jika si penderita tak mampu mengeluarkan cairan tersebut dalam bentuk kencing, maka perut kembung mungkin akan menjadi efek samping pertama yang dirasakan. Untuk interval waktu gak perlu dipaksakan setiap 10-15 menit, mungkin malahan sekitar 30-45 menit sekali sudah cukup. Lantaran dalam rentang waktu segitu si penderita mungkin akan lebih mampu untuk menikmati waktu beristirahat jauh lebih baik.

Namun bagi yang sudah terlanjur turun dan mengalami kondisi drop saat Trombosit berada dititik terendah sekalipun, ada yang jauh lebih dikhawatirkan oleh tenaga medis yaitu berkaitan dengan HB Darah si penderita, yang seandainya tinggi maka si penderita akan mengalami kekentalan darah dan menyulitkan proses penyembuhan.

Kabarnya pengentalan darah ini sebagai efek dari minimnya minat si penderita untuk minum sehingga tubuh sampe-sampe kekurangan cairan. Jika sudah begini, satu-satunya cara ya dirawat dibagian ICU dan bersiap untuk menerima tranfusi darah segar.

Demam Berdarah mungkin tidak akan semenakutkan diatas apabila baik si penderita dan keluarganya menyadari hal terpenting dari penyakit ini adalah tidak ada obatnya selain minum yang banyak. air putih sekalipun sudah cukup, sedangkan minuman suplemen diatas akan sangat tergantung pada kondisi penderita.

Pocari Sweat bisa diberikan asal si penderita tak memiliki penyakit Maag, sebab rasa asem akan memberikan efek tak baik bagi lambung. Demikian pula jus Buavita dan Guava, sangat tidak dianjurkan apabila sampe menimbulkan efek radang Tenggorokan maupun Buang Air Besar layaknya (maaf) mencret.

Terakhir Angkak maupun Ancho sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki kondisi tubuh yang lemah. Malahan memicu stress akibat rasa pahit dan sepet yang dipaksakan masuk kedalam tubuh.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa ‘yeh bungkak nyuh gadang’ bisa diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menetralisir racun dalam tubuh. namun ini tak dianjurkan saat penderita mengalami fase penurunan trombosit apalagi berada pada titik terendah, lantaran malah memicu rasa sakit pada lambung penderita.

Yang perlu diketahui oleh awam, bahwa apabila kondisi tubuh si penderita dalam keadaan normal, baik tekanan darah, suhu tubuh dan HB tadi, walopun nilai Trombositnya menurun, agar tak terlalu khawatir. Apalagi kalo si penderita mau dan mampu minum sesuai interval waktu tadi. Karena saat Demam Berdarah menjangkiti tubuh penderita akan ada fase penurunan trombosit hingga hari ke 6-7 dan dipastikan beranjak naik saat menginjak hari ke 7-8, tergantung kondisi penderita.

Namun naiknya trombosit yang paling baik adalah merangkak dahulu, yang tentunya tak diharapkan diikuti dengan rasa bangga, terlena dan takabur, malahan baik si penderita dan keluarganya harus lebih intensif lagi berusaha sehingga proses fase penyembuhan dapat dengan cepat tercapai. Hal ini mengingat pada beberapa penderita kondisinya ada yang blom stabil sehingga dalam fase penyembuhan, trombositnya saat naik dalam jumlah besar, malahan bisa turun lagi. Maka dari itu berhati-hatilah dalam merawat si penderita Demam Berdarah.

Semoga pemaparan diatas bisa berguna bagi penderita maupun keluarga penderita lainnya.

Comments (7)

Hai Pande,

Cuman mau info berhubung satu dan lain hal blog ku yang kemarin dah aku ganti ke yang satu ini. revise ya !!

Thank u brother

[Reply]

trims mas kebetulan keponakan lagi opname di RS cozdb n tormbosit sampe 25…trims mas…..

[Reply]

Wah,infonya cukup lengkap & berguna utk saya yg sedang dirawat di rs karena db.saat ini saya memilih jus guava sbg peningkat trombosit.tp nantinya kl trnyta trjd rsa tdk nyaman di lambung akan saya hentikan terapi jus guavanya.terima kasih sekali lg ats infonya.

[Reply]

Ouw…. Br tau jg nie…
Thx ya…

[Reply]

[…] putri kecil kami diharuskan berpisah sementara dengan ibunya yang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah. Kurang lebih selama 9 (sembilan) hari lamanya, kami harus menahan rindu terhadap buah hati yang […]

Trims atas infonya krn aq sendiri lagi mengalami trombosit menurun disertai kepala pusing.kesimpulannya harus banyak minum air putih dan istirahat,sekali lagi trims sangat bagus penjelasannya

[Reply]

pande Reply:

Syukurlah jika tulisan diatas bisa membantu. Semoga lekas sembuh…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge