Menu
Categories
9 Hari di RS Sanglah bagian 1 : kisah awal
May 4, 2008 tentang PLeSiran

Kamis 17 April, sehari setelah Ultah dirayakan bertiga, Ibu si kecil mendadak panas badannya, hingga angka 39,5?C. awalnya diperkirakan akibat dari ngempu si kecil yang rewel malam tadi, sedari jam 12 malem hingga pagi blom mau tidur juga. Setelah periksa ke dokter, diberikanlah obat parasetamol untuk menurunkan panas tadi. Apa daya, panas blom jua mau turun. Akhirnya sore, sempat dilarikan ke UGD Sanglah, untuk tes darah, namun ditolak dan disarankan kembali tanggal 19, tanpa ada tindakan penanganan apa-apa.

Jumat dini hari jam 1 pagi, Ibu si kecil mulai mual dan muntah. Sementara panas badan mulai naik menjadi 40,3?C. yang ada di pikiran, hanyalah UGD Sanglah. Namun mengingat tiadanya tindakan awal dan juga penolakan tes darah tadi sore, akhirnya setelah menimbang-nimbang, diputuskan untuk tutup mata, nekat dan ngotot dilakukan tes darah dan injeksi panas untuk Istri malam ini. Usaha nyatanya gak sia-sia, setelah tes, Trombositnya masih menunjukkan angka 187 sementaran HB darah masih normal. Usai diinjeksi dan diberikan obat penurun panas, Istri kembali kerumah jam 3 pagi.

18042008193.jpg

Masih dihari yang sama, sore jam 3an, panas badan Istri kembali naik dan muntahnya jauh lebih banyak, artinya kondisi tubuhnyapun lemas tak mampu untuk menyusui lagi. Diantar mertua, Istri dilarikan kembali ke UGD, untuk di tes darah dan hasilnya Trombositnya sudah turun ke angka 137 hanya dalam hitungan jam. Ngotot meminta diinapkan di RS Ranglah rupanya pawa awalnya ditolah oleh tim dokter berhubung ruangan dimana-mana penuh. Namun beralasan dirumah ada bayi yang baru berumur 1 bulan, akhirnya usai menunggu dua-tiga jam rencana bakalan dititipkan di Sanjiwanipun dibatalkan, dan segera menempati sal Wijaya Kusuma yang tergolong kelas VIP C, lebih tinggi dari jatah askes wajib yang dimiliki. Itu artinya akan ada sisa biaya yang harus dibayarkan untuk kamar tersebut setelah biayanya dipotong askes.

Memasuki ruangan yang diisi 1 bed pasien dan kursi panjang plus matras untuk tempat istirahat penunggu pasien, rasa-rasanya cerita camping berdua diluar rumah bakalan segera dimulai.

"1" Comment
Leave a Reply
*