Serangan Fitna Lembutnya Ayat Cinta

Tak seperti biasanya, publik hingga tingkat petinggipun begitu antusias merespon kehadiran dua karya apik dari dua negara yang memiliki historis panjang di masa lalunya.

Rasa penasaranpun timbul lantaran kritik maupun pujian beredar luas di media cetak hingga ke mailing list langganan. Dari yang memang menjadi pengamat film secara umum sampe ke tingkat ekspresi pribadi. So, selama semingguan Hunting ke Warnet, nyatanya dapet juga kedua film tersebut secara gratis, disedot langsung dari data Client ke flash disk 4gb. Trus ditonton secara seksama dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jakarta 17…. Halah !

fitna-aac.jpg

Secara pribadi nih, setelah menyimak keduanya dalam waktu yang berbeda, agaknya apa yang direspon oleh Pemerintah bangsa ini berkaitan dengan kedua karya tadi, seperti pandangan anak-anak saja.

Yang ceritanya penuh Cinta dan kebaikan satu agama, dipuji abis-abisan bahkan sampe ditonton oleh salah satu mantan presiden negara ini hingga disarankan untuk dijadikan satu tontonan wajib bagi bangsa ini.

Yang lain ceritanya malah seperti pemahamannya genk pengebom Bali, atau seperti isi rekaman suara kaum Djihad dalam format file rm yang gak sengaja di download usai bom Bali pertama diledakkan.

Keduanya benar adanya. Saling membawa misi pemahaman yang tentu berbeda tergantung pada pengalaman juga pengetahuan si pembuat.

Fitna dibuat mungkin lantaran pemahaman sempit kaum tertentu yang menganggap kalo orang-orang yang memiliki keyakinan di luar agama yang dipeluknya patut dibinasakan seperti halnya bom Bali versi 1 dan 2 kmaren.

Ayat-Ayat Cinta malah mampu mematahkan anggapan tersebut dengan mengungkap beberapa tambahan ‘aturan’ yang mungkin tak dipahami oleh kaum tadi. Seperti cerita saat Fahri berada di Metromini.

Wajar memang kalo negara ini seperti kebakaran jenggot menanggapi beredarnya Fitna di manca negara hingga begitu mudahnya didapat di Internet, karena negara manapun yang memiliki pemahaman pro pada film Ayat-Ayat Cinta pastilah bakalan merespon keras bahkan melarang film itu masuk ke negara bersangkutan.

Namun sekali lagi apa yang direspon hingga terjadi pemblokiran situs YouTube pula beberapa penyedia jasa blog ikut kena getahnya, sangat kekanak-kanakan mengingat setiap orang bebas berpendapat dan itu semua harus dihormati. Selanjutnya tentu bisa dipilah apakah pendapat itu pantas di simpan atau malah dilewatkan begitu saja. Gak usahlah sampe memecat semua pegawe negeri kalo cuman untuk memberantas oknum pejabat yang korupsi.

Mungkin satu hal yang paling asyik dilakukan ya seperti membuat karya baru seperti halnya Ayat-Ayat Cinta namun membawa pesan dan pemahaman yang memang bertujuan untuk membendung fakta-fakta yang diungkap dalam Fitna agar tak terjadi lagi di kemudian hari.

Sangat disayangkan memang, karena yang dibicarakan disini adalah Negara, bukan lembaga kelompok tertentu yang tidak suka pada satu karya orang lain. Mungkin masih lebih pantas jika negara ini lebih fokus pada usaha untuk menstabilkan perekonomian bangsa juga menekan angka kemiskinan atau malah menghukum mati pejabat negara yang kerjanya jalan-jalan keluar negeri hingga tertidur pulas saat rapat dengan Pak Presiden.

Bisa juga membubarkan DPR yang nyatanya bisa dibeli dengan uang untuk meloloskan upaya pengalihan lahan hutan lindung sesuai dengan keinginan konglomerat tertentu.

Sialan !

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

6 thoughts on “Serangan Fitna Lembutnya Ayat Cinta

  • April 11, 2008 at 12:54 am
    Permalink

    Hmmmmmm………. untuk yang satu ini kayaknya harus hati2 kasih komentar.
    Oke gini untukku kedua hal itu adalah,
    1. Setuju setiap orang bebas mengungkapkan pendapat. Termasuk pembuatan film fitna itu sendiri. Tapi yang perlu diingat adalah kebebasan tersebut haruslah tidak menyinggung dan melanggar hak individu atau kelompok lain.
    Apakah yang dilakukan amrozi tersebut harus kita hormati ??? Gak khan !!!
    2. Untuk film ayat2 cinta, apa yang dilakukan oleh presiden beserta jajarannya saya melihat hanyalah sebuah apresiasi terhadap sebuah karya anak bangsa. kita sudah teramat sangat bosan terhadap tayangan saat ini yang sangat tidak berbobot.
    3. Untuk pemblokiran You Tube CS
    Untuk yang satu ini pendapat saya 50:50. Untuk pemblokiran total You Tube cs jelas saya tidak setuju. Tapi kalo hanya bagian you tube sya harus setuju 😆 😆
    Alasannya lihat poin 1 diatas

  • April 11, 2008 at 3:05 pm
    Permalink

    mimih, ne mara wartawan adane. membuat ulasan setelah menonton keduanya. kok saya ga nafsu sama sekali untuk nonton fitna dan AAC ya?

    luhde’s last blog post..Sensor…sensor…

  • April 11, 2008 at 11:20 pm
    Permalink

    Saya belum sempat lihat keduanya, (boleh dishare gak filmnya ke saya bli?..he.he.penasaran juga nih).
    Dari hebohnya berita, sepertinya memang ada sesuatu yang istimewa dari keduanya ya…*lemot mode on!

    artana’s last blog post..Otak lagi heng, nge-blog ah..!

  • April 12, 2008 at 4:10 am
    Permalink

    Beh Mbok Luh. bukannya kebalik Mbok ? ini sih buat ngilangin pnasaran aja, lantaran heboh dirumah dan heboh dikantor juga. 😀

    Bli Artana, saya bales ‘Sharenya 😀 via Japri nggih..

  • April 12, 2008 at 10:16 am
    Permalink

    terus terang saya sendiri belum nonton dua2nya, ga tau kenapa, kayaknya “ngekoh” aja..

    wira’s last blog post..MotoGP 2008

  • April 12, 2008 at 11:57 am
    Permalink

    He.. jangan keterusan ngekoh Bli, nanti balik lagi ke jaman nak Bali ‘ngekoh ngomong’. makanya mending nge-Blog aja. 😀

Comments are closed.