Bijak Sikapi Perang Tarif Seluler

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh kesini, gembar gembor promosi tiga operator jaringan gsm terbesar makin lama makin bikin enegh aja. Seperti biasa, antar operator saling menyerang dan menjatuhkan lawannya dalam setiap iklan promo yang ditayangkan di televisi hingga poster tepi jalan.

Operator Hijau mengklaim miliki tarif bicara paling murah. 600 rupiah sampe puas. Operator Kuning malah gak mau kalah dengan menurunkan tarif tadi ke angka 240 sampe puas pula. Plus angka 0,000000000…1 per detiknya.Operator Merah, masih tetap itung-itungan seperti yang disindir kedua operator tadi, menawarkan tarif 0,5 rupiah per detik.

Ada yang janggal ? Apa bener para operator mau dengan mudahnya menawarkan tarif begitu murahnya pada negara ini ?

Bagi mereka yang bisa membaca tulisan ini tentu tak asing lagi gaul ke dunia maya, maka satu-satunya cara mencari kenyataannya ya ke web site resmi mereka. Maka ditemukanlah satu kenyataan yang tak tertulis dan tak diungkap dalam setiap iklan promo mereka. Tarif yang ditawarkan tersebut ada syaratnya. Setelah menit atau detik kesekian, baru tarif diatas berlaku selama sekian detik atau menit. Setelah itu ya berulang sesuai awal tadi. Nah, konsekuensinya apa ? lihat dulu tarif yang dikenakan pada detik atau menit awal. Gak ada tuh yang namanya 0,000000…1 rupiah. Gak ada yang namanya 0,5 rupiah per detik. Malahan 25 rupiah per detik. Artinya ? konsumenpun dibohongi. Ternyata setelah dihitung2, tarifnya tetep aja MAHAL… Contohlah si Operator Merah, yang menawarkan 0,5 rupiah per detik setelah pemakaian satu menit hingga durasi total lima menit lamanya. Selanjutnya ya berulang. Namun tarif pada satu menit pertama dikenakan biaya 25 rupiah per detik. Artinya, kalo dirata-ratakan per detiknya kena 5,4 rupiah. Beda dengan promosinya ? JELAS.

Keuntungan sudah tampak jelas bagi para operator tentunya, lantaran konsumen berlomba-lomba mengganti Kartu Perdananya dengan operator yang menawarkan tarif (yang katanya) murah. Sialnya, konsumenpun kena dampak negatifnya. Seperti yang diceritakan Pak Dokter Cock Wirawan pada blognya, perihal Keluhan layanan Operator Hijau, yang walopun sinyal bar penuh, namun sangat sulit melakukan koneksi. Apa sebabnya ?

Meningkatnya traffic pengguna akibat melonjaknya penggunaan Kartu Perdana dari promosi tadi, kemungkinan besar tak mampu dilayani dengan baik oleh sistem yang digunakan operator tersebut. Jadilan tarif 600 rupiah sampe puas cuman Lips Service aja. Lantaran pada beberapa media cetak, dari Surat Pembaca hingga Opini, rata-rata mengeluhkan putusnya komunikasi pada beberapa menit pertama. Jadi bagemana bisa ngobrol puas kalo koneksinya byar pet ?

Sayangnya Pemerintah tak jua menyadari pembohongan publik (ada pula yang mengatakan bukan penipuan tapi tidak transparan) yang dilakukan oleh para Operator Selular terhadap konsumen mereka. Mungkin masih disibukkan dengan pembahasan UU Pornografi ato malah pemblokiran situs YouTube dan diberangusnya para Blogger Indonesia. Halah…

Comments (3)

Saya berusaha untuk tidak tergoda semua promo tersebut.

BlogDokter’s last blog post..Rambut Anda Berketombe?

[Reply]

Hehehehe … saya juga tidak tergoda. kenapa ya tarifnya mahal banget. padahal mereka invest cuman sekali aja pada saat bikin tower. setelah itu kan mereka tinggal memetik keuntungan aja kan …

Nyoman Ribeka’s last blog post..Pencemaran Nama Baik

[Reply]

bersyukur nomer gsm dah dilepas. males bli pulsa mahal. mending di ‘flexy-in aja’ 😀

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge