Menjadi Ayah bagi si kecil

Sambil menunggui motor mendapatkan giliran ganti oli plus servis di bengkel dekat pertigaan jalan Kartini hari sabtu siang, untuk membunuh waktu sempat pula membaca 6 buah majalah Femina terbitan lama yang menjadi bahan bacaan daripada duduk bengong.

Tapi walopun majalah lama, beberapa artikel yang berkisar pada masalah rumah tangga, baik hubungan suami istri, anak hingga lingkungannya, masih pantas disimak lebih jauh pula dicerna.

Pikiranpun sesekali melayang pada Istri juga si kecil yang ditinggal dirumah bareng neneknya.

pande.JPG

Memahami peran sebagai Ayah bagi si kecil, menjadi topik yang paling menarik untuk dibaca pelan-pelan. Meluangkan waktu bersama si kecil saat senggang jam kerja, memberikan perhatian dengan bercerita, bercanda dan mengertikan perilaku si kecil saat berinteraksi dengan lingkungannya.

Ternyata kalo dipikir-pikir, menjadi seorang Ayah yang baik itu susah. Perlu stamina pula kedewasaan pikiran yang baik. Terutama saat memberikan teladan bagi si kecil untuk ia tumbuh besar nanti.

Membaca cerita bagaimana seorang Ayah menjadi seorang idola bagi putrinya hingga beranjak dewasa, makin tergugah saja hati ini untuk dapat mengutamakan kualitas dalam setiap pertemuan dengan si kecil, apabila secara kuantitas jarang bisa tercapai.

Memberikan pengetahuan dengan bahasa dan cara yang mudah dimengerti, tanpa ada rasa rikuh terutama saat menyinggung pertanyaan si kecil berkaitan dengan seks, maupun terlibat langsung pada perkembangan si kecil saat berkenalan dengan dunia teknologi.

Kesabaran memang sangat diutamakan, mengingat apa yang si kecil dapatkan sejak dini, bakalan menjadi dasar hubungan antara Ayah dan Anak saat si kecil tumbuh besar nantinya. Tentu saja keterbukaan sangat penting artinya bagi seorang Ayah jika menginginkan si kecil menjadi terbaik dilingkungannya.

Khayalan yang makin tinggi membuat pikiran berhenti sejenak ‘apa aku bisa menjadi seorang Ayah yang baik bagi si kecil nantinya …. ?’

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

2 thoughts on “Menjadi Ayah bagi si kecil

  • April 9, 2008 at 3:17 pm
    Permalink

    tenang bli, pasti bisa kok. namanya aja udah pande baik kan. asal jangan bawa kapak merahnya lagi aja kalo pacar anaknya datang ke rumah …

    *kaburrrr*

    Nyoman Ribeka’s last blog post..Pencemaran Nama Baik

  • April 9, 2008 at 11:13 pm
    Permalink

    😀 dari sekarang udah berandai-andai barenbg Istri, gimana nanti kalo si kecil baru SD udah nyerempet pacaran layaknya anak jaman sekarang. 😆

Comments are closed.