Tergelitik sang Pimpinan

1

Category : tentang Opini

Tergelitik akan komentar yang dimuat dalam satu kolom khusus berwarna biru pada media cetak Radar Bali, perihal pemberitaan seorang PNS yang ditangkap di parkiran LP Kerobokan, kedapatan membawa Narkoba dan mengaku merupakan salah seorang pegawai di PDAM Badung. 

‘Saya ingat nama semua karyawan saya. Hampir 90 persen. Dan tidak ada yang bernama IMS itu’ kata pimpinan instansi tersebut.

 

pns-narkoba.jpg

Lucu. Sangat lucu. Kalo hampir 90 persen yang bisa diingat, trus sisanya yang gak bisa diingat apa brani jamin kalo gak ada yang bernama IMS si tersangka ?

Nyatanya pada berita hari ini, sang pimpinan malah menjilat ludahnya sendiri, mengatakan bahwa ia mengakui kalo IMS tadi adalah salah seorang stafnya. Nah lo. Hati-hati kalo bikin statemen Pak…. J

Tergelitik Program Pilkada

1

Category : tentang Opini

Tergelitik lagi membaca iklan yang mengambil porsi hampir setengah halaman media cetak Jawa Pos, yang menampilkan perihal Program Kerja salah seorang Calon pemimpin satu daerah, yang mengatakan ‘Alokasi APBD untuk kepentingan langsung masyarakat di berbagai bidang meliputi Pendidikan, Kesehatan dan penyediaan lapangan kerja, Rekonstruksi lingkungan hidup’. Ah apa benar ?

program-pilkada.jpg

Jangan-jangan ini hanya janji-jani muluk saja dari seorang calon pemimpin daerah, yang kalo sudah dilantik nanti, bukannya biasanya APBD bakalan dipergunakan sebesar-besarnya untuk pengadaan Mobil dinas atau malah Studi Banding ke luar Negeri ? J

Paving Kamboja rusak lagi

7

Category : tentang KeseHaRian

Melintas di perempatan SMAN7 dan SLUA 1 Denpasar, mungkin gak asing lagi dengan papan pengaman pekerjaan yang dipasang ditengah jalan demi memperbaiki paving maupun beton yang terlihat banyak lobangnya, mungkin akibat masuknya air kedalam konstruksi atau malah kelebihan beban kendaraan yang melintas.

Tapi kalo melihat dari gambar perencanaan yang dipajang didepan sebuah SD sebelah selatan kantor Dinas Kesehatan Badung, disepanjang jalan Kamboja kalo ndak salah hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki saja, sedangkan kendaraan diparkirkan diluar area tersebut.  

paving-rusak-lagi.jpg

Jika ini benar, maka wajar saja jika spesifikasi paving yang dipasang sangat tipis karena diperuntukkan bagi pejalan kaki saja, dibanding paving yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor. Kalo ndak salah ingat, paving setebal 6 cm digunakan untuk trotoar pejalan kaki, dan setebal 8 cm dengan kekuatan K.225 diperuntukkan bagi kendaraan bermotor di jalan raya.

Nah, jika benar begitu aturannya, sudah dapat dipastikan kalo rusaknya paving disepanjang jalan kamboja, bisa disebabkan oleh paving yang tidak sesuai dengan peruntukannya atau bisa saja sudah sesuai dengan peruntukan namun disunat sedikit demi kesejahteraan bersama. J

Keasyikan Liburan Pak PNS ?

2

Category : tentang Opini

Senen pagi suasana ruangan masih terlihat lengang. Dari sekian makhluk pengabdi negara yang harusnya hadir untuk kembali bekerja usai liburan panjang, mungkin hanya sebagian saja yang masih mau datang ngantor lantas duduk manis didepan komputer untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda minggu kmaren.  

pns-asyik-liburan.jpg

Ah, rasanya sayang kalo keuangan negara ini dihambur-hamburkan untuk menggaji mereka yang masih bermalas-malasan dirumah atau malah seenaknya datang untuk ngobrol trus permisi makan siang dan pulang.

Beh, care Pak Pande sing keto gen… pulang selid biar bisa ngempu… ato malah NgeBlog ? J

Cinta untuk si kecil

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Ah gak terasa usiamu sudah seminggu Nak. seminggu pula kebahagiaan Bapak juga Ibu beserta Nenek dan keluarga kita tercinta tumpah dalam satu titik pancaran hati yang penuh rasa kasih sayang terdalam, pada dirimu.

Menatap lembut matamu disela tidurmu yang begitu lelap dan tangismu saat Ibumu memandikanmu dengan penuh kasih, benar-benar membuat secercah cahaya teduh nan terang, menyinari hari-hari Bapak, yang makin hari makin dipenuhi kemunafikan dunia kerja dan pula beban berat perkuliahan belakangan ini.

si-kecil-mirah.jpg

Rasa sayang timbul kepermukaan seakan menguatkan betapa kami sudah menanti kehadiranmu ditengah kebimbangan hati Bapakmu ini, untuk tetap menikmati dunia muda sebagai anak dari kakek nenekmu, ataukah memberanikan diri untuk merawat dan menjadikanmu pelita dalam hidupku selanjutnya.

Kedewasaan yang muncul, diharapkan nantinya mampu berikan jalan dan bimbingan padamu Nak, seperti halnya yang diberikan kedua kakek nenekmu pada orangtuamu ini. Berharap pula apa yang kami berikan nanti, takkan pernah sirna mendampingi seluruh hidupmu hingga kau kan menjadi seperti kami.

mirah-on-board400.jpg

Cinta kami padamu Nak, sedari awal sudah terlihat bahwa Bapakmu ini sangat mencintai dan menyayangi Ibumu setiap saat dan apa adanya kami. Walopun Bapak sadari, keegoisan bapak menghadapi Ibu di hari awal pernikahan kami, sempat membuat goyah akan keputusan yang telah kami ambil sedemikian cepatnya, Nak.

Hingga kami akhirnya mampu mendapatkanmu hari ini.

Bapak sayang kamu Nak. Ibumu juga sangat mencintai si kecil yang lahir dari rahimnya sendiri. Kedua kakek nenekmu menyambut kelahiranmu dengan sangat antusias dan penuh doa harapan terbaik. dan Orang-orang yang kami Cintaipun menghampirimu dengan penuh sukacita dan memberikan sedikit rejekinya padamu Nak. Berbanggalah Nak, karena Tuhan ternyata mendengar apa yang kami berdua pintakan padaNYA….

Kembalinya si anak hilang

14

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

Akhirnya, pada ‘Nutug Ketelun’, tiga hari setelah kelahiran si kecil, diputuskan untuk merapikan rambut serta kumis jenggot paling tidak untuk memberikan ciri kalo si kecil nyatanya udah sampai pada orangtuanya dengan sehat dan selamat. Pembersihan ini secara kebetulan bertepatan pula ‘Kepus Pungsed’ si kecil yang tergolong cepat, cuman tiga hari. Begitu sih keterangan yang dibaca pada buku pedoman upacara yang selama ini dipake Ibu, nenek si kecil. 

preman-gad-metamorph.jpg

Jadilah hari sabtu kmaren dilakukan pemotretan kecil-kecilan, dibantu pakde Sampik dan juga Ibu si kecil, yang tertawa cekikikan begitu ngliat wajah suaminya kembali bersih dan menampakkan ciri mata sipit khas orang Cina, dan juga gigi camed khas milik orang Jawa. Makanya gak ada yang percaya kalo pak preman ini orang bali Aseli. Digabung dengan pas foto posting terdahulu (DPO : Preman Gadungan), sehingga mendapatkan metamorfosis wajah si Preman yang sudah memilih untuk kembali ke jalan yang benar. Insyaf ceritane.

bre4-aft4.jpg

Beberapa saudara juga tampak terkejut dengan perubahan penampilan kali ini, setidaknya respon mereka jauh lebih baik, dibanding saat miara jenggot bak tukang bom Bali kmaren. Cerita unik datang dari sodara jauh, baik dari rumah sendiri juga rumah Istri, kalo mereka bersikeras gak mengenal si Preman saat si Preman sengaja berada didekatnya tapi lebih milih diam seram plus kacamata hitam tentu. Kalopun masih nebak-nebak, mereka milih gak berani nyapa, takut digebuk raksasa tinggi gendut…. Jadilah keterkejutan saat tau kalo tampang Preman ini ternyata sangat mereka kenal wajahnya terdahulu. Mungkin kalo besok-besok sua mereka lagi, bakalan berkata ‘ wah si anak hilang akhirnya sudah kembali pulang….’

He…

Jelang Rutinitas baru

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Menginjak hari kelima kehadiran si kecil dalam keseharian, ada sedikit pembagian tugas antara Ibu dan Bapak si kecil. Ibu sudah jelas selain berusaha menyusui si kecil lewat ASI yang sedianya sudah harus dilatih agar mampu tersedia dan dilengkapi dengan susu formula. Kemudian pula memandikan dan mengganti popok si kecil yang syukurnya ternyata sudah dilakoni sejak lama, yaitu saat 2  ponakannya yang baru lahir ditinggal kerja oleh orang tua mereka.

rutinitas-baru.jpg

Sedang si Bapak, tugasnya nyuci popok dan kawan kawan, nyiapin keperluan si kecil dari sekedar ganti popok hingga mandi, juga menggantikan tugas si Ibu yang hingga hari ini masih merasakan sakit akibat jahitan saat melahirkan kmaren. Tentu berkaitan dengan kecepatan gerak kalo si kecil nangis minta susu. 

Namun bukan berarti rutinitas baru ini bisa dilalui gitu aja, utamanya di hari pertama dan kedua, si Bapak harus mengalami shock saat air susu yang ada dalam dot tumpah ke wajah si kecil, keteledoran karena lupa memeriksa tutup dot sudah pas terpasang dibotol ato blom. Jadilah sesak didada melihat si kecil nangis sangat kerasnya di pagi hari. 

Begadangpun dilakoni tiap hari, tapi cuman di hari pertama dan kedua aja. Mungkin karena saat itu si kecil masih merasa jetlag akan perubahan waktu dari didalam perut Ibunya trus kluar dari peyut dan menemukan cahaya yang mungkin tak dijumpainya didalam peyut Ibu. Namun lagi-lagi unsur Niskala yang bicara. Setelah nunasin ke Ida Nak Lingsir Sri Empu di Pohmanis, akhirnya diberikan jalan agar si kecil berkenan dijaga oleh ‘catur sanak’ saudaranya. Jadilah hari-hari berikutnya si kecil tertidur dalam ketenangan dan keteduhan hatinya, seakan lupa dengan segala kesulitan yang dialami orang serumah dua hari pertama.

Tapi diluar semua itu, si bapak juga punya dua tugas yang memang diangan-angankan sejak kehamilan si kecil, yaitu mendokumentasikan foto pula video  si kecil dalam aktifitas apa saja. Jadi setidaknya nanti si kecil gak kesulitan untuk mencari tau seperti apa sih masa kecilnya dahulu. Namun maklum saja lantaran media rekam yang ada sudah tergolong kuno dibanding kemajuan teknologi saat ini. Dimana dibantu dengan kamera digital Konica Minolta 3,2 mp yang umurnya mungkin sudah 3-4 tahunan, hape Nokia cdma 6275i plus seri N73 terakhir. Terakhir tentu tugas ngejagain si kecil kalo lagi bobo dibalik kelambu, sembari meluangkan waktu sambil Ngeblog. huahaha…

Yah, apang sing pianak pisaga dogen ane ngelah foto liu. Hehe…

aaarrgghhhh si Preman mau ngapaiiin ?

2

Category : tentang Buah Hati

foto-terakhir.jpg

He… terakhir oleh Ibunya, si Bapak difoto bareng si kecil dengan pose yang aneh. Ceritanya ada raksasa Preman yang lagi nakut-nakutin si kecil lucu Putu Mirah. Huahahaha….  Halah, setelah ini udah gak gondrong lagi deh.

detik terakhir foto Gondrong Preman bareng si kecil

1

Category : tentang Buah Hati

foto-terakhir-2.jpg

Akhirnya tibalah jua saat rambut gondrong ini dipotong di Nutug ketelun kelahiran si kecil (setelah 3 hari) dan diawali dengan foto bareng sikecil yang baru slesai mandi sementara Bapaknya baru aja abis dikasi hadiah pipis anget, blom mandi pula. Hehe…

si Preman foto ber-enam bareng si kecil dan Ibunya

Category : Cinta, tentang Buah Hati

foto-terakhir-3.jpg

Foto bertiga mungkin tabu dilakukan, jadi saat bermaksud untuk foto bareng Istri dan si kecil, maka ditambahkanlah guling kecil 2 biji dan guling gede milik Ibunya. Hehe… jadi foto berenam deh. Enam itu angka keberuntungan lho. Hehe..

si kecil ternyata udah dapet nama oi.

19

Category : tentang Buah Hati

Akhirnya setelah merenung meminta pendapat kedua kakek nenek, pula berdiskusi dengan Istri, maka diambil ancer-ancer bahwa nama si kecil kelak bakalan sebagai berikut :

Pande Putu Mirah Gayatridewi”

putu-mirah.jpg

Adapun arti daripada nama tersebut, sebagai berikut :

Pande > sebagai satu tanda bahwa si kecil adalah keturunan dari seorang Pande, walopun bukan darah murni (wuih jadi inget istilahnya Harry Potter ‘mudblood-darah lumpur, bagi mereka yang merupakan anak hasil perkawinan penyihir dan muggle-manusia)

Putu > sebagai tanda anak pertama dari keluarga kecil pasangan Pande – ALit

Mirah > batu mulia berwarna merah, diharapkan si kecil dalam hidupnya kelak dapat mencerminkan kemuliaan dari seorang warga Pande yang memakai warna merah sebagai ciri. Ini merupakan ide dari Neneknya di Canggu.

Gayatri > entah kebetulan atau tidak, si kecil lahir tepat jam 6 pagi, bertepatan dengan mantram Gayatri yang dikumandangkan dari megafon Banjar Tainsiat. Bahkan bukan itu saja, sedari si kecil direncanakan hingga kehamilan hari-hari terakhir, alarm pada hape Nokia 6275i yang dipake sebagai tanda bangun pagi, memakai dering Gayatri Mantram ala India yang dipotong pendek, cukup 1 kali tanpa pengulangan. Ini merupakan permintaan dari Istri sebagai nama si kecil.

Dewi > tentu sebagai tanda si kecil, merupakan Putri dari keluarga kami dan diharapkan bakalan cantik alami seperti Ibunya kelak. Nama Dewi dicomot pula dari nama akhir si Ibu, yang punya nama panjang Alit Ayu Kusumadewi

***

Terlepas dari arti nama tadi, adapun tujuan memberi nama diatas ya gak lain untuk melestarikan nama yang mencerminkan nuansa ‘Bali’ yang makin hari makin jarang diterapkan. Dari jumlah kata yang hanya 4-5 kata, agar memudahkan kakek nenek juga orang tua dan teman-temannya nanti mengingat si kecil. Jadi gak usah diberi nama panjang-panjang deh. He…