RS Sanglah : tentang CoAs

1

Category : tentang KeseHaRian

Tergelitik mendengar cerita Istri saat diperiksa kandungannya hari sabtu pagi kmaren, dimana saat mengetahui kondisi bayi didalam perut masih tertidur, dilihat dari grafis detak jantung sikecil, secara mendadak sang Coas langsung menggoyang-goyang perut Istri yang langsung ditegur oleh pak Dokter saat itu juga. Beralasan sikecil masih tidur, sang Coaspun sedikit ngeles dengan mengatakan tidak melakukan hal yang mungkin tak layak dilakukan dalam prosedur. Hasilnya jelas terlihat bahwa si bayi tampak terkejut yang mengakibatkan perubahan detak jantung sebegitu besar (semoga saja tidak salah mencerna istilah dan maksud pemeriksaan kmaren) dan menimbulkan tanda tanya pak Dokter.

Akhirnya pak Dokterpun mengambil inisiatif lain, dan mengulang prosedur tadi sambil mengambil alih proses pemeriksaan yang tadinya dilakukan Coas. Caranya dengan memberikan minuman yang manis seperti teh botol, yang langsung direspon oleh sikecil dalam perut dan memberikan hasil grafis yang jauh lebih baik.

coas.jpg

Apa yang terjadi di RS Sanglah pagi itu, boleh jadi merupakan satu keironisan yang seringkali dikomplain oleh masyarakat saat memeriksakan dirinya terutama saat yang bersangkutan dirawat inap. Penanganan yang diharapkan diambil oleh dokter-dokter berpengalaman dan mampu menghargai posisi pasien malah dipakai sebagai ajang pelatihan bagi Coas yang sedang mencoba magang dalam kaitannya dengan pendidikan sarjananya. Akibatnya beberapa orang yang sempat mengalami ‘cobaan’ oleh beberapa Coas saat persalinan dilakukan, mengeluh bahwa apa yang telah dilakukan membuat si pasien tak nyaman hingga merasa tersakiti akibat teguran-teguran sebagai respon dari rasa sakit si pasien.

Mungkin keberadaan Coas di RS Sanglah bisa jadi hanya untuk membantu para dokter dan seluruh jajaran staf yang ada, mempermudah pengawasan terhadap pasien, namun mungkin perlu satu telaah, apakah seorang Coas cukup layak untuk langsung terjun ikut menangani pasien tanpa pengawasan langsung dari orang-orang yang memiliki kompetensi dibidang tersebut. Tentu dengan mempertimbangkan faktor psikologis si Coas, agar jangan sampe mengecewakan seorang pasien yang notabene merupakan raja dalam sebuah institusi Rumah Sakit.

Comments (1)

mrk berbuat bgt biasanya ada yg ‘nyontohin’ jg.. 🙁

dani’s last blog post..Linux is not allowed for Medical Students

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge