Menu
Categories
Celuluk yang Tercecer
March 7, 2008 tentang KeseHaRian

oo-tainsiat.jpg

Ternyata desain saja tak cukup untuk membuat satu ogoh-ogoh yang mampu mengundang decak kagum sedari awal hingga akhir pengarakan. Apalagi kabarnya kmaren ada satu mantan Presiden Negara ini yang turut serta menyaksikan pawai ogoh-ogoh ini dari tribun yang disediakan.

Tak kalah penting, satu hal yang mungkin diabaikan oleh para perancang sekaligus pembuatnya, Konstruksi.Satu hal yang sangat vital apabila ingin membuat satu desain (lihat foto) yang tidak simetris dilihat dari sisi samping. Ini pula yang menyebabkan akhirnya sang Celeluk pun harus tumbang setengah perjalanan sebelum tiba kembali di banjar asalnya.

Sangat disayangkan, mengingat dari segi desain dan penampilan akhir, nyatanya patut diacungi jempol. Mengabaikan konstruksi sama saja dengan menghancurkan segala ketekunan yang diselesaikan dalam waktu singkat tersebut.

Memang menjadi komentator usai kerobohan ogoh-ogoh ini sangat tidak mengenakkan, namun mungkin bisa jadi satu masukan bahwasanya selain visual, harus pula kokoh secara strukturnya. Wah, ini sih cara bicaranya udah menjurus ke ilmu Manajemen Konstruksi. Hehe…

Tapi itu memang benar. Karena kebanyakan para seniman termasuk seorang Arsitek, sangat jarang dalam mendesain suatu bentuk akan memperhitungkan bagaimana cara perwujudan strukturnya agar desain itu dapat terwujud.

Maka dari pengalaman kerja tempo hari, ada arogansi seorang desainer Jepang yang ngotot bahwa di negaranya mampu mengaplikasikan dua buah tiang kayu, dan desain villa dari kayu pula, dengan jarak bentang 25 meter.Walopun disanggah, tapi dianya tetep ngotot.

‘We can built in my Country’. Gitu katanya.Halah…

"4" Comments
  1. 😈 yen mule luwung tetep luwung,karya seni tidak bisa dinilai dengan angka.. yg bs menilai hanya orang yg sejiwa dgn seni itu sendiri.. sukses buat arsiteknya.. titiang semeton saking banjar pande sumerta sangat kagum… 😆

    [Reply]

  2. gede suparka abian base kuta

    benar sekali bosss

    [Reply]

  3. Pingback: PanDe Baik » Ogoh-Ogoh Gagah Dahulu dan Kini

  4. Pingback: PanDe Baik » Antara Rangda, Rarung dan Celuluk

Leave a Reply
*