Meprani : Gebogan rasa unik

1

Category : tentang KeseHaRian

6 Maret pagi tadi di Banjar Tainsiat meneruskan tradisi sehari sebelum hari raya Nyepi Tahun Baru Caka, yaitu Meprani, dimana krama banjar berbondong-bondong menuju Bale Banjar dengan membawa gebogan (hiasan buah diatas dulang) masing-masing 1 buah per keluarga.

meprani-1-unik.jpg

 

Gebogan ini dihias sehari sebelumnya, dengan menyajikan berbagai aneka ragam buah-buahan, tergantung pada kondisi ekonomi dan gengsi dari masing-masing keluarga.Itu pula sebabnya jenis buah-buahan yang tampil gak ada yang aneh-aneh bahkan nyaris seragam. Jikapun ada yang terlihat menarik apalagi kalo bukan Jeruk Bali dan Duren.

 Sesekali mengamati tingkah laku pembawa gebogan yang beraneka ragam, tugas ngayahpun dijalani dengan penuh semangat. Melayani para pembawa gebogan yang rata-rata masih dibawa oleh kaum wanita, pemiliknya sendiri, namun ada pula yang menitipkannya pada pembantu maupun sanak keluarganya. Sialnya ini malah menyebabkan beberapa Ibu ada yang kebingungan gebogan miliknya ditaruh dimana, mungkin karena gebogannya dititipkan ke orang atau malah bukan ia sendiri yang membuatnya. Jadi bingung, gebogan miliknya itu seperti apa seh ?

 Ada pula yang merasa was-was berada jauh dari gebogannya, mungkin lantaran buah yang disajikan tergolong dibeli mahal sehingga khawatir dicomot anggota regu yang bertugas, apalagi salah satunya berwajah preman. Ada Ada yang memohon-mohon agar gebogannya diletakkan dipinggir, agar mudah diambil saat pulang nanti. Bayangkan kalo semua orang minta hal yang sama ?

Hehehe… Hanya saja yang sangat disayangkan, dari sekian banyak jumlah krama banjar, dapat dilihat secara visual bahwa tak semua ikut serta dalam upacara Meprani, entah halangan keluar kota, atau malah merasa malas dengan semua aturan yang ada didesa adatnya sendiri.

Comments (1)

Bli, saya minta gambarnya yach buat diattach diblog…Saya tinggal dRiau jd kangen pgn cerita Bali & ngga bs pulang hiks…
Makasih yach…

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge