Nyepi : Coreng Carut Marut Toleransi

Category : tentang KeseHaRian, tentang Opini

toleransi.jpg

Pada hari raya Nyepi, ada satu peraturan yang diterapkan oleh Umat Hindu dan Pemerintah Propinsi Bali, bahwa seluruh aspek masyarakat hendaknya menghormati dan bertoleransi pada Umat Hindu yang sedang melakukan Catur Brata Penyepian. 

Namun kenyataannya, kata Toleransi rasanya sudah lama terhapus dari ingatan manusia Indonesia.

Seperti halnya anak-anak yang kini sudah tak lagi diajarkan Budi Pekerti disekolahnya, budaya saling menghormati antar umat Beragama, rupanya hanyalah kata kiasan saja.  

Ini pula yang memicu terjadinya bentrok antar kelompok umat agama dititik-titik yang merupakan kumpulan dari satu etnis dan agama tertentu tinggal.Toleransi yang hanya berupa lips service bagi orang-orang yang merasa dirinya memiliki hak sebagai warga negara dan meyakini agamanya sendiri, untuk bertindak semau gue dan menghancurkan semua aturan ini.  

Sayangnya oknum-oknum ini memang seperti mencari-cari celah agar bisa membuat keonaran didaerah tempat ia tinggal.Mungkin ia lupa akan ‘dimana tanah dipijak, disitu langit dijunjung’.

Menyamakan budaya daerah asalnya dengan daerah dimana posisi dirinya hanya sebagai pendatang hanyalah akan menjadi sebuah keironisan hidup ditengah rusaknya moral bangsa ini dan semakin menghantarkan kegerbang kehancuran saja.

 Entah kapan, Nyepi di Bali akan berjalan menjadi sebuah hari dimana semua orang yang berada didalamnya mampu dan mau untuk melaksanakan serta memberikan toleransinya pada umat yang melaksanakannya.

Post a comment

CommentLuv badge