Fogging

Category : tentang KHayaLan

Minggu pagi, sontak terbangun begitu jam menunjukkan pukul 6.
Tumben tanpa aktifitas tambahan ngulet-ngulet di tempat tidur. Langsung kabur ke Merajan berhubung pagi ini sesuai surat edaran, bakalan dilakukan fogging-penyemprotan sarang nyamuk untuk mencegah Demam Berdarah merambah masyarakat.

Aktifitas sepagi ini memang sedikit membuat tergesa-gesa untuk menutup rapat makan-minum yang ada, juga barang-barang yang mungkin memerlukan perlindungan extra.
Yah, semoga saja dengan adanya fogging ini, tingkat penularan DB bisa diminimalkan di masyarakat.

Bersyukur…

Category : Cinta

Tiga hari diem-dieman emang gak mengenakkan hati.
Terutama kalo dalam hati merasa yakin gak berbuat salah, malah dituduh yang aneh-aneh, jadi bingung dan mangkel sendiri.

Tapi seperti kata Bu Megawati, diam adalah emas.

Ternyata emang bener.
Daripada mempermanjang masalah yang sebetulnya gak ada, cuman perasaan Istri yang berlebihan, akhirnya diam adalah jalan terbaik.

Hari ketiga sore, setelah menemani Istri berjalan-jalan keliling lapangan, berduaan duduk dirumput alun-alun puputan.
Emang direncanakan spesial, toh tugas kuliah udah selesai dikerjakan pas suasana diem-dieman kmaren. Jadi selain waktu bikin tugas jadi lebih banyak karena gak ada tegur sapa, konsentrasipun gak terlalu terpecah oleh hal lain. Ini sisi positif dari kecemburuan Istri. Hehehe…

Hari sabtu yang artinya menjelang malam minggupun dilewatkan dengan ngobrol panjang dari hati ke hati. Sesekali nyeruput jus favorit buatan Moena, hasil obrolan lumayan membuat perubahan suasana hati Istri.

Sebetulnya inti pembicaraan cuman meminta Istri untuk meyakini apa yang ia curigai dan cemburui selama ini.
Anggaplah bahwa apa yang ia sangka dan duga adalah benar.
Jadi setidaknya ia gak ragu lagi buat nanya2 ato malah mencari kebenaran atas dugaannya.

Karena kalo mencoba meyakinkan Istri akan kejujuran yang selama ini dilakukan, dijamin seratus persen, Istri gak bakalan percaya. Apalagi sikon kantor mendukung banget untuk mematahkan kejujuran itu.

Sisanya ya tinggal tunggu waktu aja.
Kalo belakangan ternyata emang bener dugaannya selama ini, akan kecemburuan yang ia rasakan, maka ia tak perlu menyesalinya. Tinggal balik kanan dan pulang kampung.
Tapi kalo ternyata dugaannya salah, yah mungkin bersyukur adalah jalan satu-satunya.
Walopun mungkin akan malu sendiri karena mencurigai hal yang sebenarnya tak terjadi.

Pilihanpun diserahkan pada Istri…

Setelah terdiam cukup lama, apa yang dilakukan Istripun cukup untuk menghela nafas dalam-dalam dan berucap dalam hati.
‘Syukurlah Tuhan, kau berikan jalan Terbaik untuk Istriku…’

Pulangnya, jalan kaki berdua bergandengan tangan layaknya anak sekolahan yang baru nginjak cinta monyet, menuju rumah yang jaraknya gak seberapa jauh dari lapangan alun-alun…

Walopun dalam hati ini tau bahwa dari pandangan orang disepanjang jalan yang kami lewati, adalah satu keanehan melihat seorang suami yang tinggi besar dan seram, berjalan mesra dengan seorang Ibu mungil, namun Istriku tetaplah pilihan terbaikku.
Gak pernah menyesal telah bersamanya hingga hari ini.

Perasaan Istri

2

Category : Cinta

2 hari ini Istri lebih banyak terdiam dan cemberut. Entah apa yang dipikirkannya hingga membuatnya tak bisa tidur semalam. Hanya saja kekhawatiran diri ini mungkin wajar adanya.
Mungkin saja ia memikirkan hari-hari terakhir sebelum saatnya melahirkan.
Satu tantangan besar bagi calon Ibu anak pertama.

Ternyata dugaan itu salah.

Seharian tadi barulah semua itu terungkap.

Berawal dari keranjingan mantengin komputer seminggu terakhir, dari pulang kuliah jam 9 malem. Baru usai menjelang jam 12, lantaran saatnya sembahyang bareng sebelum istirahat malam hari.

Terjadi perubahan perasaan Istri akan rutinitas belakangan ini yang memang rasanya jadi agak jauh dari dirinya. Pulang kuliah paling selid jam 9. itu kalo dapet dosen yang normal.
Tapi kalo dapet yang agak bersemangat, malah bisa jam 9 baru mau dilepas. Itupun setelah masang muka yang ditekuk….

Belum lagi kalo pas kepepet nyari buku materi. Bisanya cuman pas pulang kuliah tok. Jadi kadang nyampe rumah ya jam 10an. Itu karena kebingungan nyari bukunya Iman Suharto yang tebelnya cukup buat bantal tidur. belum lagi buku lain yang udah tergolong langka hari ini. Mungkin lantaran diborong duluan oleh rekan kuliah lain.
Solusi akhir ya memfotokopi milik teman. Sebuah pembajakan kecil-kecilan.

Asyik didepan komputer selain emang udah hobi dari remaja, akhir-akhir ini malah jadi lebih intensif lantaran selain nge-blog, tugas-tugas pun udah mulai banyak dan ruwet. Kalo gak dicicil sedikit demi sedikit, mungkin bakalan kewalahan saat Istri melahirkan nanti. Seluruh waktu bakal tercurah pada prosesi melahirkan dan rutinitas menjaga bayi dimalam hari.

Kecurigaan Istri bukannya timbul begitu aja.
Mungkin karena pengaruh teman sekantor yang rata-rata pendapat mereka terlalu memojokan posisi suami saat Istri hamil triwulan ketiga.
Kadang saking jengkelnya denger cerita Istri sempat pula pengen nglabrak ibu-bapak pegawe yang kayaknya kurang kerjaan banget menghasut Istri ditengah-tengah kesibukan kerja.

Akhirnya kecemburuan Istri mendadak membabi buta.

Wajar banget sih Istri begitu.
Apalagi saat usia kehamilan udah menginjak Triwulan ketiga, aktifitas banjarpun udah mulai dikurangi lantaran ada perasaan khawatir akan kondisi si kecil dikandungan dan juga beratnya perut yang dirasakan Istri kalo lagi berposisi diatas.
Biasanya memang suami yang gak tahan godaan akan berpuasa selama kehamilan Istri, melampiaskan hajatnya diluaran ato mungkin malah SII (Selingkuh Itu Indah).

Hanya saja kan gak semua suami seperti itu.
Sama halnya dengan gak semua pegawe negeri suka mbolos. He… itu cuman oknum.

Memang sulit meyakinkan Istri saat panggilan atau perintah mendadak dari atasan untuk segera meluncur ke lokasi proyek bermasalah di jalan Dewi Sri Kuta, yang pengerjaannya selalu dianggap setengah hati oleh para Bapak DPR yang Terhormat.

Sulit pula meyakinkan Istri kalo kuliah emang baru dilepas jam 9, molor setengah jam dari jadwal. Meyakinkan Istri kalo susahnya mencari buku dalam waktu singkat sebelum tutup toko, mengingat jarak antar toko buku gak bisa ditempuh dengan cepat menggunakan mobil lantaran belakangan turun hujan dadakan tiap malem.

Ah, gak nyalahin juga kok.

Mungkin karena pergaulan pribadi di kantor, melibatkan banyak oknum yang memiliki track record menyukai colak-colek. Mungkin dipikirnya bakalan terpengaruh dengan itu.

Yah, 2 hari inipun dilewati dengan diam dan termenung.
Memikirkan cara meyakinkan Istri yang selalu menolak kalo diajak ikut ke proyek atau ikut kuliah. Cuman konsekuensinya ya harus mau nunggu di mobil sendirian. Kasian kan ?

Ajakan untuk pulang kampung lantaran udah hampir sebulan gak sempat nengok mertua juga ponakan, langsung ditolak. Padahal kalo memang bener punya niat selingkuh, gak bakalan mungkin dengan sukarela ngajak pulang kampung. Pastinya selalu ngeles kalo diajak berduaan…
Nah ini ?

Memang susah mengerti dan memahami apa yang dirasakan oleh wanita, dalam hal ini Istri.
Apalagi disaat kondisinya yang boleh dikatakan gak stabil, menanti detik-detik siapnya si kecil untuk lahir kedunia ini.

Ternyata jaminan bahwa ‘kalo punya uang lebih gak bakalan lari ke wanita lain, tapi ke hal-hal yang banyak terungkap pada –mimpi yang terbeli’.
Memang, sejauh ini kalo punya uang lebih gak pernah dialokasikan ke hal-hal berbau selingkuh, entah ngajak makan siang ato apalah itu.
Tapi malah untuk ngebeli barang-barang macem ha pe, pda, mp3 player ato malah kelengkapan komputer. Pula mungkin dalam waktu dekat pengen manfaatin FreeHosting dari Rakkahost. Mungkin aja itu butuh biaya extra nantinya.

Mungkin karena saat remaja dulu, gak pernah punya kesempatan buat nikmatin semua itu.
Pemicunya yah kondisi keuangan keluarga yang tergolong pas-pasan mengingat profesi kedua ortu bukan tergolong high class, mereka berdua berwiraswasta menjadi Penjahit.
Apalagi harus menanggung ketiga anaknya yang bersyukur bisa sampe menyelesaikan Sarjana dengan baik dan cepat. Satu kebanggaan kata mereka.

Jadi karena dahulu gak mengenal yang namanya punya Discman, Laser Disc ato malah perangkat audio mumpuni, apalagi motor cowok dan mobil, makanya sekaranglah hal itu terlampiaskan.

Rupanya itu semua gak cukup pula untuk meyakinkan Istri.
Ah, ternyata kecurigaan dan kecemburuan Istri jauh lebih besar yang yang diduga…

C C L : Kepenuhan

Category : tentang SKetSa

Semingguan ini rasanya porsi makan udah rada kebablasan deh.
Yang terjadi bukannya nikmatnya makan enak tapi perut yang kepenuhan.
Saking penuhnya, makanan rasanya berada ditenggorokan, pengen dimuntahin lagi.
Ulu hati rasanya eneg jadi kayak orang masuk angin. Mual-mual.

Rupanya bener kata orang bijak. Makanpun harus berhenti sebelum merasa kenyang…

Menanti Waktu

4

Category : Cinta, tentang Buah Hati

Akhirnya, kehamilan Istri sudah memasuki bulan terakhir.

Banyak hal yang terlintas dikepala, dari beberapa jadwal yang bakalan berubah, tugas kuliah yang mungkin bakalan sedikit terabaikan, juga persalinan Istri, kesehatan mereka berdua pula tak bisa dipungkiri, masalah biaya.

Detik-detik akhir sudah makin mendekati.
Tinggal menunggu pengertian dari adik bayi yang hari ini masih dikandungan, semoga mampu lahir dengan sehat, selamat dan bila boleh terlahir normal.
Terpenting adalah kondisi jasmani rohani yang lengkap.

Adalah satu kekhawatiran yang muncul disetiap saat dikepala, lumayan membuat perubahan hormon dari yang stay cool menjadi lebih bersiap menghadapi segala kemungkinan dari-Nya.

Namun apa yang terjadi setahun terakhir, merupakan masa terindah dalam hidup dimana ternyata ‘aku adalah laki-laki’.
Walopun belum bisa dikatakan dengan julukan tangguh, sejati atau apa saja, yang pasti satu hal, ternyata ‘aku memang laki-laki’

Kehamilan Istri yang telah kami nanti 2 tahun usai menikah, harus kami lalui lagi baik upacara dan sebagainya demi bisa mendapatkan apa yang kami harapkan.
Selain memang ada faktor X yang tak mampu kami tangani sendiri.

Sesungguhnya apa yang dialami setahun terakhir, boleh juga dikatakan sebagai bentuk rasa syukur pada-Nya, karena atas kemurahan hati-Nya lah akhirnya hari ini bisa dikatakan sebagai hari ‘menanti waktu’ seperti yang dialami jutaan calon Bapak didunia ini.

Kelahiranmu Nak, benar-benar sudah dinantikan oleh kedua orang tuamu pula kedua kakek nenekmu. Jadi datanglah dengan penuh cinta dan kedamaian, agar kau bisa pahami pula betapa damai dan tulusnya cinta orangtuamu sejak awal bertemu.

Penantian ini benar-benar melampaui harapan yang telah sekian lama terpendam, mewujudkan impian dua hati yang berbeda dan mampu ciptakan satu rasa kasih sayang yang tak ternilai harganya.

Tiada kata kecewa.
Tiada kata sesal.
Karena apapun kelahiranmu Nak, selalu kami tunggu dengan penuh kasih.

Datanglah Nak.
Bawakan kami Cinta yang telah dibina sembilan bulan lamanya….

Kuliah MIS : Oaaahheeemm…

Category : tentang KuLiah, tentang SKetSa

Kalo kmaren suasana kuliah rasanya memiliki energi positif, hari ini gak lagi.
Rata-rata para peserta kuliah banyakan ngantuknya daripada mengikuti dengan seksama materi kuliah yang diberikan.

Entah apa yang terjadi hari ini.
Apa karena kesibukan seharian tadi ato mungkin materi yang gak mengena dihati masing-masing.
Yang jelas, kedua mata rasanya udah gak kuat lagi nahan kantuk.

Oaahheeemmm…
Mulut dicoba ditutup rapat, tapi air yang kluar disudut mata gak bisa berbohong.

Dari sekian jumlah peserta kuliah, mungkin cuman setengah yang konsen mencatat dan menyimak apa yang dijelaskan oleh bapak Dosen hari ini.
Sebagian lagi mencoba membunuh kantuk dengan ngemut permen, corat coret buku hingga yang asyik mojok malah dengan cueknya ngebuka-buka buku notes yang full foto diri. Mungkin selain mengagumi wajah cantik diri sendiri, terkadang pula matanya terlihat menyapu ruangan, seakan ingin tau apakah teman lain masih antusias untuk mendengarkan materi kuliah.

Yang bikin senyum dikulum, mendadak ni cewek udah megang 2 pulpen masing-masing dipegang di tangan kanan dan kiri, trus mencoba ngurek-ngurek buku bersamaan.
Kelar itu, dengan cueknya lagi, nyoba muter-muterin jari telunjuk kedua tangannya kearah yang berlawanan.

Katanya sih lagi melatih otak kiri apa bisa seragam dengan otak kanan.

Sesekali pula terlihat bengong mandangin dua rekannya yang bertubuh raksasa, mungkin sempat terlintas dibenaknya “masih gantengan pacarku daripada 2 makhluk aneh ini…”

Ah, ada aja nih sobat baru b(e)logger.

Kuliah MSDM : sketsa situasi

Category : tentang KuLiah

Hangatnya topik kuliah MSDM malam ini lebih disebabkan oleh interaksi dua arah yang tercipta dalam suasana santai nan serius dan terlihat jelas dari raut muka yang nyantep dari masing-masing peserta kuliah barisan belakang.
Terutama si anak culun super hiperaktif, salah satu dari 13 orang Ganjil yang paling nge-Tech pengetahuannya. Plus cara bicara yang fasih ngomong bahasa susah. Huehehe…
Mungkin kalo gak ada si baby face ini situasi kelas gak bakal seseru yang tercipta tadi.

Asyiknya, kedua dosen yang hadir hari ini menanggapi dan sesekali menyetujui pendapat peserta kuliah, sampai mencoba memberikan satu gambaran agar para peserta kuliah mampu membayangkan dan mengartikannya dikepala masing-masing.

Mungkin hasilnya akan sedikit berbeda dengan yang terpikirkan dikepala satu makhluk Tuhan yang berjenggot dan telat dateng.
‘kayaknya asyik banget kalo topik kuliah kali ini segera di-blogkan malam ini juga’. Sambil sesekali nyuri kesempatan ngejepret kamera hape buat dokumentasi pendukung.
Hehehe….

Seperti biasa pula rombongan Ibu-ibu muda minus satu biji yang masih berstatus calon, situasi hangat ini sepertinya tak mempengaruhi bibir mereka untuk ikutan urun rembug.
Yang ada paling-paling ketawa lepas saat pak dosen cerirta satu hal yang lucu menggelitik.
Selebihnya bengong mungkin sambil mikirin ‘betapa gantengnya pasanganku hari ini….’

Kuliah MSDM : Perubahan Karakter Manusia

2

Category : tentang KuLiah

Dateng telat setengah jam lumayan membuat ketar ketir lantaran memasuki ruang kelas ternyata yang ngajar hari ini bukan lagi dosen nge-dikte, tapi seorang dosen senior Fakultas Teknik Unud yang juga penemu mahakarya dibidang Teknik Indonesia, Sosrobahu.
Ya, Pak Tjok Sukawati.

Kuliah kali ini jadi terasa bedanya.
Selain emang faktor keseganan akan kesenioran Beliau, pula lantaran pengalaman Beliau yang jauh diatas awan dibanding dosen lain.

Obrolan seputaran materi kuliahpun menjadi begitu hangat terasa, apalagi saat menyinggung yang namanya Karakter Manusia dan Perubahannya.

Topik-topik sosial yang menghangat belakangan ini hingga hal-hal yang terjadi dimasa lalu hingga ke perilaku anak-anak jaman sekarang yang dianggap sudah jauh dari budaya Bali tempo dulu.

Ini menjadi menarik, karena apa yang Beliau sampaikan itu benar adanya.

Kurangnya pendidikan budi pekerti yang sebaiknya memang ada dan diajarkan di tingkat pendidikan dasar, ditambah pula dengan pendidikan informal dari pihak terdekat yaitu keluarga sendiri.

Hari gini udah susah nemukan anak kecil yang menurut jika diberitahu dengan halus, kebanyakan harus dibentak dan dimarahi pula.
Gak heran pula kalo yang namanya sopan santun pada sesama apalagi yang dituakan, sudah gak ada lagi diterapkan oleh anak-anak disekitar lingkungan rumah.
Asyik bermain berteriak semaunya padahal disebelahnya ada orang tidur beristirahat ataupun bersembahyang.

Cerminan begini yang banyak terjadi diseputaran lingkungan sendiri dan jarang sekali ada yang mau menegur secara langsung mengingat itu bukan anak sendiri.
Sungkan dengan orang tua si anak ceritanya.

Karakter yang tercipta saat manusia menginjak dewasa merupakan asal muasalnya ya dari karakter yang terbentuk dari lingkungan maupun adaptasi perilaku yang diserap sejak kecil.

Maka dari itu gak heran kalo ada iklan rokok yang mengatakan ‘disiplin kalo ada yang liat’.

Perubahan karakter manusia inilah yang lantas dijadikan topik hangat dan dikaitkan pula dengan kejadian sosial belakangan ini.

Mempelajari perubahan karakter hingga mencoba menjadikannya sebagai satu seni untuk menyatukan berbagai karakter ini untuk mencapai satu tujuan yang efektif dan efisien (wuih bahasanya… science gati….) merupakan satu tujuan perkuliahan kali ini.

Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

3

Category : tentang iLMu tamBahan

Situasi sebenernya udah siap sejak pukul 8 sesuai jadwal yang ditentukan sehari sebelumnya.
Kehadiran beberapa rekan yang tahun lalu sempat dikucilkan seminggu lamanya untuk pendidikan pengadaan barang dan jasa sempat mengundang keriuhan disatu kelas yang isinya tergolong familiar semua.

Walopun sempat pangling dan terdiam cukup lama saat makhluk aneh berjenggot lewat didepan mereka, tapi sesegera itu pula ledekan juga sebutan macem-macem dialamatkan buat rekan mereka yang hingga kini masih menjadi staf paling bawah. dari mirip Surya Paloh ato malah Teroris Bom Bali.
Maklum, rata-rata yang ikut diujian kali ini minimal setingkat Kasi atau Eselon IV.

Kehangatan masih pula terasa saat beberapa Bapak-bapak yang seperguruan ngumpul dan memulai banyolan antar instansi, membuat suasana ujian yang bagi sebagian peserta lainnya mungkin menjadi momok menakutkan dan menargetkan kelulusan diakhir nanti.

Ujian yang dilaksanakan hari ini nyatanya baru efektif dimulai pukul setengah sepuluh pagi dari jadwal jam delapan. Itu artinya usai ujian naga-naganya bakalan dapet makan gratis. Hehehe…

Berhubung yang ikut itu rata-rata sudah menjabat dan berpengalaman plus suka ngebanyol, suasana saat ujian berlangsung gak sehening peserta sekolahan yang lagi tes ujian masuk perguruan tinggi.

Celetukan iseng sampe acara contek mensontek dan tanya jawab soal dengan rekan disebelahnya menjadikan satu hal yang biasa, mengingat pengawas ujian sudah pada dikenal pula dilingkungan kerja. Jadi semua bersatu padu menjawab soal ujian.
Mungkin gak bakal heran kalo yang penentuan lulus ato yang ndak lulus kali ini bakalan sama jumlahnya.
Wong kerjasama semua kok.
Hehehe…

Ada juga yang mungkin sudah gak mikirin lagi mau lulus apa enggak, milih menyerahkan lembar jawabannya sejam lebih awal dan sempat membuat kalang kabut peserta lain sembari ngedumel.

Sayangnya yang namanya sopan santun berponsel rupanya belum jua bisa diterapkan oleh seorang pejabat sekalipun.
Walo diawal ujian sudah dimohonkan agar mematikan ha pe atau paling gak mematikan bunyi ha pe, tapi tetep aja dering hape berbagai nada meluncur manis ditengah konsentrasi peserta yang sedang ruwet-ruwetnya.

Herannya, padahal tadi sipengawas yang memberitahukan permohonan ini, eh malah dia yang hapenya gak berenti berdering.
Masih mending kalo nadanya mendayu-dayu. Lha ini lagu punk rock yang ada teriakan gak jelas, setiap kali bersuara, semua mata langsung tertuju pada tampang cuek sang pengawas muda. Masih belum puas juga, dengan cueknya dia nyoba dengerin berbagai lagu metal didepan peserta ujian didalem kelas. Walah….

Padahal ponselnya Commie 9500 lho.
Gaya sih udah keren. Masih muda lagi.
Tapi mungkin cuman gak tau cara matiin nada panggilnya aja.
Huehehe….

Lha Kok Hujan ?

Category : tentang KHayaLan

Dua minggu terakhir ini cuacanya serba aneh.

Panas terik matahari menyengat saat berjemur di jalan Dewi Sri Kuta, plus kemacetan jalan raya di Sunset Road, cukup menjadi alasan buat ngebut pake Tiger, biar cepet nyampe dan gampang kelilingnya.
Tapi was-was juga kalo pas sore menjelang, ngliat mendung diarah utara dan timur yang kemungkinan besar bakalan memberikan hujan disepanjang jalan. Sialnya keseringan lupa bawa jas hujan.

Sore terang benderang berangkat kuliah sebelum Imlek kmaren, nyante bawa Tiger tanpa bekal jas hujan eh….
Basah kuyup pulang dari kampus. Nekat nerobos hujan angin dan petir yang menyambar juga guruh yang kerasnya minta ampun…
Sempat keder juga pas masih berada dikampus.
Petirnya terlihat jelas dari lobi gedung.

Semingguan ini mendung sore usai mandi dan bersiap kuliah, merasa was-was hujan dan petir bakalan menyambar seperti saat menjelang Imlek lalu. Biar gak basah kuyup lagi pulang kuliah, bawa si Kijang walopun rada males karena faktor kelamaan dijalan dan musti extra kesabaran kalo lagi berpapasan dengan abg baru blajar naik motor.
Eh, langit cerah tapi gerahnya….. duuhh…

Nekat nyoba bawa Tiger hari ini biar bisa keliling nyari alat-alat buat ujian Pengadaan Barang Jasa besok pagi, malah kehujanan.

Halah, ada apa dengan cuaca ini ?

C C L : Wrong way

Category : tentang SKetSa

Salah masuk ?
Yup.

Berkali-kali isi posting ya kayak gini.

Ekspresi bengong si jenggot saat dosen nyoba ngajak diskusi masalah Metode Pelaksaan Konstruksi dengan menggunakan Tower Crane juga beberapa alat berat tingkat tinggi dengan berbagai spesifikasi.

Gimana mau ngluarin pendapat kalo pengalaman aja gak punya.

Boro-boro rencana kerja bikin jalan raya make Tower Crane…

Waaaahhh…