Kuliah MSDM : Perubahan Karakter Manusia

2

Category : tentang KuLiah

Dateng telat setengah jam lumayan membuat ketar ketir lantaran memasuki ruang kelas ternyata yang ngajar hari ini bukan lagi dosen nge-dikte, tapi seorang dosen senior Fakultas Teknik Unud yang juga penemu mahakarya dibidang Teknik Indonesia, Sosrobahu.
Ya, Pak Tjok Sukawati.

Kuliah kali ini jadi terasa bedanya.
Selain emang faktor keseganan akan kesenioran Beliau, pula lantaran pengalaman Beliau yang jauh diatas awan dibanding dosen lain.

Obrolan seputaran materi kuliahpun menjadi begitu hangat terasa, apalagi saat menyinggung yang namanya Karakter Manusia dan Perubahannya.

Topik-topik sosial yang menghangat belakangan ini hingga hal-hal yang terjadi dimasa lalu hingga ke perilaku anak-anak jaman sekarang yang dianggap sudah jauh dari budaya Bali tempo dulu.

Ini menjadi menarik, karena apa yang Beliau sampaikan itu benar adanya.

Kurangnya pendidikan budi pekerti yang sebaiknya memang ada dan diajarkan di tingkat pendidikan dasar, ditambah pula dengan pendidikan informal dari pihak terdekat yaitu keluarga sendiri.

Hari gini udah susah nemukan anak kecil yang menurut jika diberitahu dengan halus, kebanyakan harus dibentak dan dimarahi pula.
Gak heran pula kalo yang namanya sopan santun pada sesama apalagi yang dituakan, sudah gak ada lagi diterapkan oleh anak-anak disekitar lingkungan rumah.
Asyik bermain berteriak semaunya padahal disebelahnya ada orang tidur beristirahat ataupun bersembahyang.

Cerminan begini yang banyak terjadi diseputaran lingkungan sendiri dan jarang sekali ada yang mau menegur secara langsung mengingat itu bukan anak sendiri.
Sungkan dengan orang tua si anak ceritanya.

Karakter yang tercipta saat manusia menginjak dewasa merupakan asal muasalnya ya dari karakter yang terbentuk dari lingkungan maupun adaptasi perilaku yang diserap sejak kecil.

Maka dari itu gak heran kalo ada iklan rokok yang mengatakan ‘disiplin kalo ada yang liat’.

Perubahan karakter manusia inilah yang lantas dijadikan topik hangat dan dikaitkan pula dengan kejadian sosial belakangan ini.

Mempelajari perubahan karakter hingga mencoba menjadikannya sebagai satu seni untuk menyatukan berbagai karakter ini untuk mencapai satu tujuan yang efektif dan efisien (wuih bahasanya… science gati….) merupakan satu tujuan perkuliahan kali ini.

Comments (2)

wah mantap ne bli. iya ya, jeg sudah berubah sekali pandangan nak nik e jani bli 🙂

Jeg modernisasi kone to adane … 🙂

[Reply]

Yah, mungkin ini sekalian jadi Pe-er buat generasi baru yang kini mau jadi calon bapak.
Sesibuk apapun, mau meluangkan sedikit waktunya untuk mendidik anak agar mau menghormati orang tua dan adat budayanya.

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge