Ngelindur Banjir Menikmati Liburan

Category : tentang DiRi SenDiri

Libur panjang bagi seorang pegawe negeri mungkin sudah satu hal biasa, wajib hukumnya.
Tapi liburan bagi seorang mahasiswa yang baru aja mulai kuliah, he… sangat patut ditunggu.Padatnya penyelesaian tugas di semester awal kemaren, agaknya cukup membuat kondisi psikis pikiran turun drop hingga ke titik menjelang Nol. Itu pula mengakibatkan pada malam hari saat tidur, ngelindurpun muncul dan sempat mengganggu istirahat sang Istri.

Materi ngelindur gak jauh-jauh dari kesibukan tugas, yaitu masalah ujian, penanganan bahan dan upah hingga pembayaran alat berat.
Waduh, isinya mungkin bisa diartikan sebagai ‘betapa beratnya beban tugas pasca kemaren’.

Tapi masih bersyukur materi ngelindurnya bukan hal-hal lain berbau ADIDAS ‘All Day I Dream About Sex’ nya grup musik KoRn.
Hahaha…

Liburanpun dinikmati tiap harinya dengan istirahat dan berolahraga. Walopun gak sampe meneteskan keringat sebaskom, tapi paling gak masih disempatkan waktunya untuk membakar lemak yang tertimbun delapan tahun belakangan. He… sejak ngambil Skripsi S1 tahun 2000 lalu.

Liburan juga diisi dengan mewujudkan cita-cita bermusik, tapi gak sampe ke manggung dan main band, tapi hanya sebatas memback-up isi koleksi kaset kedalam bentuk file MP3 yang tentunya sama sekali gak beredar dipasaran.
Macem kritikannya DaLbo, Suket ato malah lagu-lagu lama macem Malkit Singh yang asli norak jaman SMP dulu.
He… sempat malu juga pas ketahuan Istri, ternyata selera pas SMP itu yang katanya full Iwan Fals, kok malah yang begini toh ?

Liburan kali ini pula disempatkan untuk nge-Blog dan main Gim.
Materi Blog hanya sepintas lalu, gak serius banget seperti sebelumnya, dan main gim pun gak ketahap 3D Action tapi hanya nyampe di buatannya Game House. Mainan anak-anak yang tujuannya cuma untuk relax aja.

Liburan juga dimanfaatkan untuk ngumpul dan ngobrol bareng keluarga, spesially Istri yang jarang disentuh saat saat ngbikin tugas nulis tangan diwaktu lalu.
Hehe….

Tapi liburan kali ini juga agak disibukkan oleh rutinitas kantor yang makin bertambah akibat Banjir Jalan Dewi Sri yang sempat naik pemberitaannya di media cetak setempat maupun layar SCTV. Judulnya pun sempat bikin heboh, karena menampilkan Banjir di Kuta.
Opini publik yang terbentuk malah Kuta yang dikatakan penyumbang PAD tertinggi di Bali, malah dibiarkan Banjir oleh pemerintah Kabupaten Badung.
Padahal kenyataannya banjir hanya terjadi di satu titik terendah di kawasan jalan Dewi Sri Kuta, sebagai dampak meluapnya air di Tukad Mati yang notabene tidak mengalir kemanapun termasuk laut…

Penyebab banjir juga terjadi karena dikawasan tersebut, yang namanya daerah resapan hampir tidak ada lagi, dipenuhi oleh bangunan-bangunan yang kabarnya sudah memiliki ijin dari Dinas terkait, juga rompok-rompok tanpa ijin serta rumah kumuh yang dibangun seadanya pada areal yang gak seharusnya ia tempati.

Maka Liburanpun disesaki oleh komentar-komentar ngawur dari media, yang mengganggap bahwa Pemda Badung bekerja asal-asalan dalam menangani banjir Dewi Sri ini.
Padahal siapa suruh membangun bedeng kumuh di areal persawahan yang kalo terjadi banjir, kesalahan ditimpakan kepada Pemda ?
Tak menyalahkan pula air meluapkan banjir, terjadi pada rompok-rompok bangunan tak berijin yang setelah ditelusuri, tak memiliki saluran pembuangan / drainase pada areal depan yang bersentuhan dengan jalan.

Liburan makin tersesakkan oleh arogannya masyarakat di kawasan tersebut, yang saat akan dilakukan pembuatan saluran diareal depan tempat membangun usahanya, malah menantang bahwa ia memiliki hubungan erat dengan para pejabat yang tingkatannya lebih tinggi dari Bupati.
Padahal ini demi kepentingan dia juga, biar air disekitarnya gak meluap hingga membanjiri kawasan tersebut.

Ah, rupanya liburan kali ini gak seindah dan gak senyaman yang diharapkan.

Cape deh.

Post a comment

CommentLuv badge