Gak Sepantasnya Megawati berkomentar Begitu

Category : tentang Opini

Membaca media cetak Jawa Pos hari ini, naik pula komentar sang pimpinan kepala Banteng yang dikabarkan sangat diagungkan dan dikultuskan oleh para pendukung partainya untuk didapuk kembali menjadi Calon Presiden di tahun 2009 nanti.Komentar mantan Presiden kita yang kerap disapa mbak Mega, berkaitan dengan kinerja Presiden Indonesia SBY, sangat ngawur dan dapat menurunkan arti seorang Megawati dimata orang-orang yang dahulu mendukungnya.

Pemerintahan SBY bak penari poco-poco. Maju selangkah – mundur selangkah.

Bersyukur pihak Presiden memilih diam dan sang juru bicara malah menanggapinya dengan sedikit humor, bahwa ia malah senang ‘kalo mbak Mega mengaitkannya dengan tarian Poco-poco yang memang merupakan budaya asli bangsa ini berasal dari daerah Sulawesi’.

Sangat disayangkan apabila seorang mantan Presiden yang ingin mencalonkan dirinya lagi berbicara ngawur menyerang lawan politiknya pada saat menjelang Pemilu 2009.
Hal yang sama ternyata terjadi pula di Amerika sana. Dimana kandidat presiden Amerika, Hillary Clinton menyerang lawan politiknya kandidat presiden Obama, yang bersaing ketat dalam kampanye terakhir di South Carolina, yang akhirnya malah menenggelamkan suara pendukung dirinya, beralih pada Obama.

Seharusnya sang pimpinan PDIP mau belajar dari hal tersebut.
Dimana masyarakat Indonesia kali ini sudah mulai pintar dan mampu memilah mana pemimpin yang hanya ‘lip service’ mana pula yang memang mau bekerja pada negaranya.

Percuma saja memberikan suara ini pada seorang Megawati pada pemilu lalu, jika sikap yang ditunjukkan pada era pemerintahan SBY bukannya lebih simpatik dari sebelumnya, malah berkesan memojokkan dengan harapan simpati masyarakat yang dahulu mendukung partai Demokrat mampu beralih padanya.

Padahal seandainya saja mbak Mega dibarengi oleh darah-darah segar yang memang bertujuan bukan untuk memenangkan suara pemilu, tapi untuk menaikkan pamor PDIP yang kian hari kian terpuruk akibat polah para Wakil Rakyat separtai, kian ndeso dan hanya memikirkan diri sendiri dengan menumpuk kekayaan, tunjangan, laptop dan juga rumdin.
Ah, rasanya mustahil PDIP bisa besar dan jaya kembali jika orang-orang seperti ini belum dipindah tangan kepada kader-kader Banteng Muda, yang dianggap mampu dan capable untuk memimpin bangsa ini menuju arah yang lebih baik.
Bukan hanya mengkultuskan sosok Putri Bung Karno.

Maaf bagi pecinta Megawati, bukan bermaksud mencela keseluruhan, hanya saja komentar macam yang dikutip media cetak hari ini, tak sebaiknya dikeluarkan oleh bibir seorang mantan Presiden yang lebih banyak memilih diam pada jaman kepemimpinannya itu.
Sayangnya bibir itu malah ngomong ngawur saat tak lagi didukung oleh Rakyat Indonesia.

Post a comment

CommentLuv badge