Menengok Lapindo Kota Sidoarjo

Category : tentang PLeSiran

Hawa kesedihan kini sangat kuat terasa pada jalur jalan yang melewati Kota Sidoarjo, kota yang kini sedikit demi sedikit terendam lumpur dan menenggelamkan areal tersebut seakan ingin sekedar mengingatkan, bahwa disini dahulunya pernah dihuni manusia.

Tingginya tanggul disepanjang jalan…

Ramainya masyarakat yang sekedar ingin berkunjung melihat dan merasakan…

Sepinya kawasan pinggiran yang mulai ditinggalkan penghuninya…

Keringnya hawa seakan menguatkan bahwa satu bencana bisa juga terjadi akibat dari kebodohan manusia sendiri.

Nuansa Jatim Park Kota Batu

2

Category : tentang PLeSiran

Hawa dingin makin terasa saat pagi menjelang dan arah bus pariwisata mulai memasuki Kota Batu yang sempat terkenal dengan ledakan bom mister Azahari.Hawa ini pula mengingatkan kami akan kawasan Bedugul yang kadang membuat kami menggigil kedinginan namun memiliki satu kawasan rekreasi serupa Taman Festival milik Padanggalak dan saat ini telah mati menemui ajal, tak mampu eksis ditengah kebiasaan masyarakat Bali yang tak silau dengan megahnya areal hiburan.

Jatim Park menyajikan aneka hiburan dengan tujuan edukasi untuk anak-anak juga miniatur dari berbagai candi (seperti candi Tikus pada foto) yang tersebar di Indonesia juga fasilitas rekreasi yang menark untuk dinikmati sesaat, namun tidak ditunjang oleh rasa makanan di sektor Food Centre.
Sangat mengecewakan, ditambah mahalnya harga makanan minuman di dalam areal tersebut.

Arus balik para pengunjung mencari Pintu Keluarpun sempat dibingungkan oleh arah papan penunjuk jalan yang muter-muter diareal luas dan cukup membuat kaki pegal hingga tiga hari berikutnya…

Kejengkelan makin bertambah saat pengunjung yang diarahkan menuju pintu keluar (dalam bayangan sudah terbentang kawasan parkir dan lapangnya kawasan) namun masih harus digiring melewati deretan pedagang yang menawarkan barang-barang seni dan kerajinan mirip Pasar Sukawati.

Bisa ditebak, selain sudah bosan dengan berjubelnya pedagang di Bali ditambah lagi tak satupun yang menjual pernak pernik khas dari kawasan rekreasi ini.
Beda dengan Seaworld yang dikunjungi tahun lalu.

Posting Pertama Pasca Liburan

Category : tentang PLeSiran

Kamis pagi perasaan campur aduk.
Ada sebagian senang lantaran bentar lagi bakalan liburan keluar Bali bareng rekan seruangan kantor ‘pegawe yang gak sempat liburan akhir tahun’ mumpung lagi cuti bersama ya dimanfaatkan deh.
Ada sebagian lagi yang sedih pisah jauh dari Istri yang lagi mengandung 7 bulan, padahal baru dua hari lalu diupacarai ‘megedong-gedongan’. Hehehe…

Nuansa Itu yang paling telak dirasakan setiap kali mencoba untuk keluar dari pulau tanah kelahiran, merasakan kesejukan dan ketenangan pada pulau yang dipenuhi pura dan pohon pohon besar (walau gak menutup mata akan keberadaan puluhan Mesjid disepanjang jalan menuju Pelabuhan), sungguh membuat tentram rasanya berada disini.

Hijau ruang yang tercipta seakan menyapa akrab pada kami yang akan dengan segera meninggalkan pulau Bali ini sementara waktu.

Aaaahhh… Ikan paus terdampar dipantai !

7

Category : tentang DiRi SenDiri

Goes to Pantai

Category : tentang PLeSiran

Penatnya hari dipenuhi tugas kuliah seakan pecah dihari sabtu kemaren.
Tugas ke-3 selesailah sudah. Tinggal sisa 1 lagi.Sehari minggupun dilewati bareng Istri yang setia menunggu kalo lagi ngbikin tugas sampe dini hari, yeah sekali-kali bolehlah memanjakan Istri. Hehehe…

Main ke pantai di minggu pagi, usai bangun ksiangan (mumpung gak ada kuliah atopun lembur kantor) langsung saja menuju Sindhu.
Aaah… leganya bgitu ngliat air pantai cukup untuk duduk brendam lagipula suasana masih sepi-sepi aja. He…

Dinginnya air pantai membuat betah dihari yang udah mulai panas. Perut keroncongan langsung disumpel dengan tahu plus pepaya limaratusan 3 biji.
Abis nyantap sarapan buah langsung nyemplung air lagi untuk mendinginkan kepala. Lumayan untuk me-refresh kembali isi kepala yang hampir penuh dengan 3 tugas presentasi dibegadangin tiap hari ampe jam 2 pagi.

Pulang saat hari udah menunjukkan pukul 9 lebih, langsung menuju pasar Badung untuk beli keperluan ‘Megedong-gedongan’ lusa.
Sempat mampir juga di warung Bisma nyari TC (tipat cantok) buat ngobatin laper plus rujak kuah pindang.
Walah ini nyante apa ngamuk sih ?

Tahun Baru udah lewat tuh

Category : tentang KHayaLan

Ah, gak terasa ya kalo tanggalan kalender udah nunjukin angka 6. itu artinya bentar lagi hari-H upacara ‘Megedong-gedongan’ adik bayi di kandunganpun tiba.
Sungguh senang rasanya sekaligus ketug-ketug menunggu hari yang dinanti dua bulan lagi.Gemerlap akhir tahunpun seakan sirna. Tak ada lagi yang namanya cempreng suara terompet memekakkan telinga juga ledakan kembang api tengah malam.
Kini berganti kembali dengan rutinitas yang seakan tiada hentinya.

Segala harapan yang pernah dikatakan di awal tahun mungkin saja sudah terlupakan. Janji-jani akan menjadi lebih baik ato malah janji untuk menguruskan perut agaknya boleh dikatakan mimpi sesaat. Ya kembali pada kelakuan tahun lalu. Gak berubah.

Perilaku PNS sebagai abdi negarapun memang belum berubah. Ini lantaran tanggal 10 besok, rencananya bakalan liburan akhir tahun bareng rekan sekantor.
Liburan akhir tahun kok di awal tahun kek ?
Yah, mungkin karena akhir tahun kmaren, hari-hari dipenuhi kewajiban untuk nguberin pengaspalan di lokasi-lokasi yang mendapat dana Bencana Alam. Jadi ya ngutamakan itu dulu.

Ah, memang gak ada yang berubah walo Tahun Baru udah lewat jauh….

Nokia 6275i akal-akalan

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhir tahun rupanya disempetin pula buat mewujudkan impian yang tak terkabulkan hingga kini lantaran kkondisi keuangan yang makin mepet untuk kebutuhan calon adik baru yang dalam waktu dekat bakalan dibuatkan upacara ‘megedong-gedongan’ diusia 7 bulan kandungan.Impiannya ya muluk banget.
Pengen punya handset ha pe Nokia N series Music Edition, iPhone buatan Apple, Dopod 900 yang punya Pocket PC atopun malah SE seri P1 yang punya Symbian UIQ.

Berhubung yang ada cuman handset CDMA Nokia seri 6275i, maka tampilan layar today pun dioprek.
Maka jadilah seri ini berubah tampilan menjadi keempat impian tadi. Tentu diusahakan agar mau pas baik ukuran pixel maupun tampilan embel-embel operator dan tanggal defaultnya.

Rada susah juga mengingat model tampilan lain gak sama dengan handset CDMA ini. Tapi sukur-sukur oke juga jadinya pas dicoba.

So, sekarang jadi sedikit keren dan bisa dipamerin kemana-mana tentu yang bakalan ngerti ya cuman yang tau bener tampilan seri lain doang.
Sedang yang lain ?
Paling cuman mikir ‘besok ganti model apa ya, biar keliatan keren’ ? (boro-boro ngerti Java, A2DP de el el – yang penting penampilan euy ! )

Nokia 6275i series Symbian SE P1 ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Nokia 6275i series Windows Mobile ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Nokia 6275i series iPhone ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Gak ada lagi Telegram Indah dan Kartu Ucapan

Category : tentang KeseHaRian

Kalo ingat masa remaja dahulu tiap hari-hari penting selalu saja disempatkan untuk mempersiapkan yang namanya kartu ucapan baik beli ato buatan sendiri, malah lari ke kantor pos buat ngirim Telegram Indah yang harganya kalo ndak salah 500 rupiah per sekali kirim.Tahun Barupun begitu.
Nuansa Kartu Ucapan sangat terasa karena dijual ditoko buku manapun. Namun mengingat uang dikantong yang tak seberapa maka dibelilah kertas manila ato buffalo yang dipotong kecil-kecil menghasilkan cukup banyak kartu made in sendiri yang siap dikirim ke teman dan sanak sodara via pos.

Kalo beruntung bisa bertemu orangnya saat detik-detik pergantian Tahun, ya gak usah dikirimin kartu tapi langsung disalamin ditempat aja.

Tapi itu dulu.
Jaman sedikit demi sedikit sudah berubah.
Saat kuliah, tradisi saling mengucapkan Tahun Baru ato event penting lainnya sedikit berkurang lantaran jaman itu lagi seneng-senengnya ber-email. Hanya saja memang yang punya alamat email masih terbatas, dan aksespun masih curi-curi waktu agar gak bayar mahal saat rekening telpon diterima.

Hari ini semua keakraban itu seakan terhapuskan.
Tergantikan oleh SmS yang jauh lebih murah juga hemat waktu. Karena sekali kirim, banyak orang yang bisa diikutkan.
Jaman sekarang sapa sih yang gak punya nomor ha pe pribadi ?

Hanya saja memang, kalo mengingat perasaan jaman remaja dahulu ternyata beda rasanya saat berkirim ucapan Tahun Baru lewat tulisan tangan sendiri dibandingkan ketikan keypad ha pe yang gak terasa nuansa kehangatannya.
Jarang disimpen dan dibaca kembali lantaran kapasitas ruang nyimpen SmS di hape gak selega rak di ruang tamu. Itupun kadang langsung dihapus dan gak diinget-inget kembali.
Tadi itu udah ngSmS sapa aja ya ?