Emosi Tingkat Tinggi

Huahem, capeknya.

nulis tangan tugas setebel satusan halaman, lumayan membuat jengkel lantaran tugas yang lain juga masih numpuk dan harus pula diselesaikan.

Tapi akhirnya diambil keputusan dobel.

nulis tangan yang mampu ditulis aja, terutama bahasan yang sedikit halamannya ditambah embel-embel lain.

ngumpulnya tetep aja yang ketikan cuman diselipin pula yang versi tulis tangan.

Yah, barangkali aja pak Dosen mau ngebaca yang ketikan kalo ndak bisa ngbaca tulisan tangan yang awalnya aja berdiri tegak dan rapi, tapi lama-lama jadi tulisan dokter. miring sana sini, gak jelas jadinya apa. hehe….

Emosipun turun lagi mengingat kesabaran istri yang begitu tinggi memberi kata-kata yang menyejukkan warna merah dihati.

seabis sembahyang Kajeng Kliwon kmaren, barulah ide demi ide muncul seiring mendinginnya otak dan isi kepala.

Emosi tingkat tinggi, walo sehari, lumayan terasa…..

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

One thought on “Emosi Tingkat Tinggi

  • January 23, 2008 at 12:31 am
    Permalink

    dulu saya kalo praktikum laporannya tulis tangan! Capee deeehhh!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *