Nuansa Jatim Park Kota Batu

2

Category : tentang PLeSiran

Hawa dingin makin terasa saat pagi menjelang dan arah bus pariwisata mulai memasuki Kota Batu yang sempat terkenal dengan ledakan bom mister Azahari.Hawa ini pula mengingatkan kami akan kawasan Bedugul yang kadang membuat kami menggigil kedinginan namun memiliki satu kawasan rekreasi serupa Taman Festival milik Padanggalak dan saat ini telah mati menemui ajal, tak mampu eksis ditengah kebiasaan masyarakat Bali yang tak silau dengan megahnya areal hiburan.

Jatim Park menyajikan aneka hiburan dengan tujuan edukasi untuk anak-anak juga miniatur dari berbagai candi (seperti candi Tikus pada foto) yang tersebar di Indonesia juga fasilitas rekreasi yang menark untuk dinikmati sesaat, namun tidak ditunjang oleh rasa makanan di sektor Food Centre.
Sangat mengecewakan, ditambah mahalnya harga makanan minuman di dalam areal tersebut.

Arus balik para pengunjung mencari Pintu Keluarpun sempat dibingungkan oleh arah papan penunjuk jalan yang muter-muter diareal luas dan cukup membuat kaki pegal hingga tiga hari berikutnya…

Kejengkelan makin bertambah saat pengunjung yang diarahkan menuju pintu keluar (dalam bayangan sudah terbentang kawasan parkir dan lapangnya kawasan) namun masih harus digiring melewati deretan pedagang yang menawarkan barang-barang seni dan kerajinan mirip Pasar Sukawati.

Bisa ditebak, selain sudah bosan dengan berjubelnya pedagang di Bali ditambah lagi tak satupun yang menjual pernak pernik khas dari kawasan rekreasi ini.
Beda dengan Seaworld yang dikunjungi tahun lalu.

Comments (2)

tmen smpku ad yg gawe disini bos, di ruang ilmu pengehtauan. ane jg merasa pegel lebaran lalu saat kesini. ane tanya ada jalan kompas utk sgera kluar ndak? dan petakanya, tidak ada!!! musti harus lewat pintu kluar jalan terakhir .. parah :((

[Reply]

ini bisa jadi masukan, agar dibeberapa lokasi dibuatkan shortcut bagi mereka yang ingin cao. hehe….

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge