Akhir Liburan seorang PNS : Tugas Bertumpuk

Category : tentang PLeSiran

Sebetulnya bukan Tugas Bertumpuk tapi (membiarkan) Tugas Bertumpuk.Adalah satu pilihan yang mengundang tanda tanya apabila mengambil perkuliahan sembari kerja mengabdi pada negara.
Saat sudah berkeluarga dan otak mulai mengendor, lengkaplah sudah penderitaan seorang pegawai kelas rendahan dalam menikmati liburan akhir tahun yang disediakan oleh pemerintah Pusat demi meningkatkan toleransi antar umat beragama (itu baru katanya loh).

Liburan memang enaknya ya libur, ndak ngambil kerjaan kantor maupun rutinitas kuliah.
Akan lebih mengasyikkan kalau liburan diisi dengan acara melali bareng Istri atau keluarga serta ‘ngempu’ ponakan-ponakan yang masih cuilik dan (mumpung) masih lucu, hehehe…
Sehingga gak nyalahin kalo yang namanya tugas ya makin bertumpuk lantaran dibiarkan begitu saja tanpa dilirik.

Empat tugas kuliah untuk empat mata pelajaran pun baru hanya satu saja yang terselesaikan itupun baru tahap awal.
Yang paling oke dan sempat membuat mimpi buruk ya tugas me-resume materi kuliah yang diberikan sedangkan tidak didukung oleh buku-buku dalam bahasa lokal, melainkan full British dan Perancis. Duh !

Dari dua bahasa tadi masih mending ngambil yang British sembari menyanyikan kenceng-kenceng lagu Rock-nya Jamrud ‘asal Briiitiiiiish’ he…
Dioprek ke program bajakan translate walopun menghasilkan kata-kata yang wajar membingungkan tapi sedikitnya membuat manggut-manggut seakan mengerti padahal tidak sama sekali.

Tugas yang bertumpuk belum habis pabila mengingatkan pada tabulasi kuisioner yang harus diselesaikan dan dipresentasikan esok malam. Waduh waduh…
Liburan kok jadi mikiran tugas toh ?

Post a comment

CommentLuv badge