Sinar Laser…

Masa akhir tahun sepengetahuan masa SD merupakan musim hujan, dimana hingga masa kuliah, merupakan masa-masa perjuangan bolak-balik kampus bukit Jimbaran menerobos hujan hanya untuk kuliah.Tapi akhir tahun ini tak sesejuk nuansa diwaktu lalu, dimana panas yang terasa seakan menggeser musim hujan yang seharusnya telah tiba. Panas dan gerah yang dirasakan tak seperti panas diwaktu lalu, panas kali ini seakan tak diiringi angin semilir yang mampu dinginkan suasana sehingga emosi tak jadi tinggi.

Pemanasan global, itu isunya. Tapi mungkin tak semua orang mengerti dan memahami apa yang dimaksudkan.
Yang paling bisa dirasakan oleh masyarakat awam, mengapa hujan tak turun sedangkan musim sepatutnya sudah dirasakan ?

Apakah bukan lantaran sinar laser yang menyinari langit setiap malam, hanya demi menghidupi segelintir orang yang berkedok pameran industri bergiliran hadir di Kota Denpasar ?

Awal tahun masalah ini sempat terungkap dimedia massa. Keberatan masyarakat akan pengaruh sinar laser untuk memecah awan dan mengusir hujan.
Namun segera keesokan harinya seorang yang mengaku dirinya ilmuwan mengatakan bahwa sinar laser yang digunakan oleh pameran industri itu tidak mempengaruhi cuaca hanya sebagai pemanis.

Bull Shit !
Entah sang ilmuwan dibayar untuk menuliskannya di media cetak, atokah sang ilmuwan sudah menjadi satu rangkaian dengan orang-orang yang berkedok pameran industri tadi ?

Kalo memang hanya sebagai pemanis apakah tak bisa digantikan dengan lampu-lampu hias biasa yang tak menyorot langit ataupun awan yang mendekat ?

Orang-orang ini mengorbankan pijakannya hanya demi kantong uang. Namun herannya pemerintah yang berwenang memberikan ijin tak jua menyadari jika penggunaan sinar laser dapat mempengaruhi kondisi lingkungan setempat. Sialnya mungkin orang-orang yang nekat memberikan ijin sudah termakan oleh pendapat sang ilmuwan tadi. Apakah sudah pernah dicoba untuk tidak menggunakan sinar laser dalam setiap pameran demi membuktikan kebenarannya ?

Alangkah baiknya jika birokrasi mencoba membela suara rakyat dan tidak tergoda amplop dan gepokan uang yang disodorkan demi meloloskan keinginan-keinginan tertentu.

NB:
Ini merupakan buah pikiran saat panas menyerang dan membuat akal sehat tak lagi logis untuk berpikir. Yang ada dikepala hanya dua hal.
Bunuh pameran industri beserta orang-orang yang terlibat dalam pengoperasian maupun perijinan pemakaian sinar laser… atau
Kumohon pada-Mu Tuhan, limpahkanlah petir saat hujan turun dan menyambar sinar-sinar laser di setiap pameran yang ada, sebagai pertanda Engkau pun muak dengan panasnya hari ini…

Ah, sial !

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

4 thoughts on “Sinar Laser…

  • January 19, 2013 at 11:36 am
    Permalink

    Ini dah karena banyak sekali orang yg percaya dg Para Ilmuwan yg nongkrong diwarung-warung.
    untuk mencari suatu peristiwa, lebih baik kita Glooging daripada dengar info di Warung…. jadinya kita kelihatan seperti orang O’on saja jadinya.

    yang dimaksud Lampu Laser oleh Para Ilmuwan yg nongkrong diwarung-warung, pertama kali digunakan oleh Mercusuar (Warning Sign) untuk memberikan peringatan kepada kapal-kapal laut agar menjauh dan sinarnya sampai puluhan kilometer, setelah itu digunakan dalam dunia pertunjukan (Focus Light) untuk menyorot penyanyi / pembawa acara, setelah itu digunakan sebagai pemeriah suatu acara (Event / Party Light).

    waktu pakde kecil, setiap awal musim Hujan udara pasti panas / gerah, apa waktu dulu jaman pakde kecil ada yg menyalakan Focus / Party Light ?
    selain itu laser yg digunakan utk operasi di rumah sakit memerlukan 6000watt utk menyalakan laser sekecil itu, lalu utk melaserin langit pihak penyelengara pameran memerlukan puluhan ribu watt dan menyediakan dana puluhan juta perhari utk itu dan listrik 6000000Watt darimana pak de ??? tentu itu tentu tidak masuk akal.

    Kalau ada yg bilang Focus Light bisa membuat Gerah / panas suatu wilayah, tolong berikan saya teorinya sebab Ilmuwan Rusia, Amerika dan Kanada lagi bingung dan pusing mencari solusi karena daerah mereka sering mengalami musim dingin hingga dibawah titik beku (dibawah 0 derajat celsius), moga saja teori orang-orang diwarung bisa menjadi solusi mereka…

    Saya cuma berharap orang-orang di Bali sudah mulai Glooging utk mencari Informasi, jangan di Warung saja.
    Masa jaman sudah secangih ini masih aja cari info di Warung !!!!

    http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2012/11/21/persepsi-keliru-tentang-laser-pemecah-awan.html

    http://riza-paramayudha.blogspot.com/2011/11/mendung-tapi-kok-gerah.html

    http://id.wikipedia.org/wiki/Muson

  • January 22, 2013 at 12:11 pm
    Permalink

    Mih, komentarnya nyelekit… Tapi let’s see… tulisan Tahun 2007, di maki – maki lalu disertai solusi tulisan tahun 2011/2012… Siapa yang bego nih sebenarnya ? Kalo tulisan tahun 2013 dilahirkan padahal sudah ada tulisan pencerahan tahun 2011/2012 baru deh pantes maki-maki… Kalo CUMA soal Googling sebelum nulis mah, itu elmu sudah jadul… Tapi kalo nulis jauh lebih awal trus kemudian salah dan dibantah 4/5 tahun kemudian, kenapa juga gag dari dulu maki-makinya ? Hehehe… Nice kritik, tapi saya sudah tahu duluan kok dari pakarnya/penulisnya langsung…

  • April 21, 2013 at 5:32 pm
    Permalink

    cuma suatu pencerahan saja pakde, pangten pakde gedeg teken ane meadan even / party light.

    kan lek ati jaman sube maju kene nu nganggon teori anu sing jelas, amun terus kekene, pasti masyarakat Baline nu percaye anu meadan Leak ganti ngae uwug penyame braye dogen.

    amun pakde sing nawang, luwungan ngendep, amun seken buke munyin pakdene, icen tiang teorine, kel adep tiang ke Amerika / Rusia / Kanada, lumayan maan jutaan dollar ulian lampu sorot dogen… hehehehe

  • April 21, 2013 at 8:53 pm
    Permalink

    Hehehe… Suksema…

Comments are closed.