Kemiskinan

1

Category : tentang KeseHaRian

Menyaksikan perempatan jalan Dewi Sartika – Jendral Sudirman, saat arus kendaraan berhenti sejenak di lampu merah yang menyala, empat anak kecil turun serentak menengadahkan tanggannya pada setiap mobil maupun pengendara motor demi mendapatkan sekeping uang.
Entah kemiskinan ini direkayasa oleh sebagian orang yang tak peduli pada masa depan anak-anak ini nanti, yang enting uang terus mengalir tiap harinya.Rasa malu mulai terpancar saat melihat seorang perempuan yang berisi sungguh tak pantas dengan tubuh seperti itu mengemis dengan wajah memelas. Saat ditawarkan untuk bekerjapun mereka berlalu begitu saja, karena tahu kalo gaji sebulan bekerja tak seberapa besar dibanding hasil mengemis tiap hari.
Ditambah fasilitas gratis yang diberikan pemerintah, saat hari raya tertentu datang dan para pengemis ini dengan sengaja menampakkan diri agar tertangkap dan diantar pulang paksa kekampung halaman mereka.
Padahal saat hari yang dimaksud telah lewat, sang pengemis kembali datang ke kota ini.
Satu blunder yang tak habis.

Melihat seorang ibu tua renta yang bahkan berjalanpun mungkin takkan mampu gesit seperti saat muda dahulu. Mendadak sudah berada ditengah jalan dan dianggap mengganggu lalu lintas bagi mereka yang diuber waktu.
Menengadahkan tangannya memelas kasihan para pengendara yang lewat, berharap sekeping uang dapat memberinya makan sekedar mengisi perut yang mungkin tak diisi sejak pagi.

Perasaan miris yang muncul keesokan harinya begitu istri bercerita bahwa sang ibu dulunya orang kaya didesanya yang kini tak dihiraukan oleh sang anak yang mendapatkan warisan saat orang tua ini tak mampu tuk mengelola uang yang dimilikinya.
Ironi ini ternyata tak hanya terjadi di cerita sinetron saja rupanya.

Apa yang terjadi dengan kehidupan ini ?

Kemiskinan yang terjadi membuat pemisah setipis kertas antara kemalasan untuk bekerja dengan historis yang tak beruntung karena tak memiliki anak yang mau menjaga mereka seperti saat mereka menjaga sang anak sedari lahir….

Lantas apa yang dapat aku lakukan ?

Comments (1)

We wish to thank you yet again for the lovely ideas you offered Janet when preparing a post-graduate research and also, most importantly, with regard to providing all the ideas in one blog post. In case we had been aware of your website a year ago, we’d have been rescued from the unwanted measures we were selecting. Thank you very much.

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge