Kesalahan Iklan Flexy

Category : tentang TeKnoLoGi

Padahal baru kmaren diposting tips pilih-pilih ha pe ditinjau dari sistem operasi yang dipake, eh tadi pas lagi iseng nonton lawakan XtraVg, nemu satu kesalahan yang jelas tertera pada iklan Telkom Flexy lagi promo Flexy Combo.

Kalo ndak salah story seblom pindah kota harus ngirim kode tertentu ke nomor 777. nah, pas adegan ngetik nomer 777, terlihat jelas handset yang dipake Nokia bertipe sliding dengan sistem operasi Symbian 60, yang memperlihatkan pesan pada layar beserta nomer tujuan di bagian atasnya.

Perasaan handset Nokia yang ngedukung Flexy belum ada tuh yang make OS Symbian 60. kalopun yang sliding sih ada, tipe 6265 plus tipe yang berdesain fashion buat pengguna cewek tapi minim memori itu. Dan dua-duanya gak make OS Symbian 60, tapi Symbian 40.

Kesalahan ini terjadi mungkin karena pihak Telkom ingin memberikan gambaran isi pesan plus nomor tujuan dalam satu tampilan layar. Tapi kalo emang gitu gak harus pake Nokia Symbian 60 kan ? wong Nokia ndak ada ngluarin tipe kayak gitu untuk CDMA kok. Kan masih ada handset lain macem Samsung yang punya kmampuan sama, tapi mungkin kalah di brand nama juga desainnya kalah keren.

Tapi namanya juga iklan kok. Keseringan gak masuk di logika dan akal sehat…

PinTa kecil Hari ini pada-NYA

Category : tentang KHayaLan

Oh Tuhan, pinta hamba ditengah kesendirian ini
Hentikanlah tayangan semua sinetron di teve
Seakan memaku mata pengasuhkan hingga tak peduli padaku lagi
Membuat ibu dan saudara perempuanku makin berurai air mata yang seharusnya tak perlu
Membuat teman-temanku berbuat serupa tanpa memikirkan akal dan logika mereka lagi
Membuat kami yang kecil ini berharap lingkungan kami akan bertindak sedramatis kejadian sinetronOh Tuhan, dengarkan pinta hamba-Mu ini
Hentikanlah sinetron Soleha apalagi Candy
Ceritanya terlalu ditarik ulur membuat beberapa orang yang pintar malah emoh menonton
Membuat sebagian lagi malah terhanyut dalam berbagai penderitaan sang pemeran utama tiada henti
Sungguh ngalor ngidul cerita gak keruan ditambah akting yang nyebelin
Namun sayangnya malah mendapatkan rating tinggi dan kian dinanti oleh para ibu2 rumah tangga plus PRTnya

Tuhan, musnahkan pula semua tayangan yang menjiplak tayangan luar trus diakui sebagai hasil ciptaannya
Gak heran kalo Malaysia lantas berbuat sama mengaku kalo Lagu Rasa Sayange milik mereka
Makin emoh lagi kalo udah ketahuan punya irama nada yang sama, eh masih sempet bilang biar publik yang menilai
Indonesia yang indah ini malah dipenuhi artis dengan mudahnya ngjiplak hasil karya luar, tapi lantas menuntut saat negara luar mengaku aset kami sebagai miliknya

Tuhan, hentikanlah semua dagelan ini
Artis makin sering bersikap over didukung pula dengan overnya tayangan full gosip dari pagi hingga petang
Jelas mengganggu waktu ibuku yang seharusnya sudah selesai berbenah malah menyayangkan lewatnya hot gosip artis cengeng
Jelas mengganggu negara ini dengan obrolan mereka yang seakan ‘akulah yang benar, kalianlah yang salah’
Makin jarang melihat artis mengakui kesalahannya dimasa lalu
Malah menuntut sesuatu agar didukung publik yang sebenarnya sudah menjadi konsekuensinya

Tuhan, hanya Engkau yang mampu tangani semua ini
Negeri ini sudah dipenuhi koruptor yang kian hari kian banyak saja
Sudah cukup kuping ini mendengar alasan sakit bagi mereka yang sedang diusut tindak korupsi
Lantas mendadak sehat saat divonis bebas
Negeri ini sudah menjadi pecundang dimata dunia
Negeri ini menjadi momok menakutkan lantaran dalang pengeboman ada juga disini

Tuhan, tak cukupkah kau injak negeri ini ?
Sudah jatuh pula dipenuhi tayangan memuakkan pada teve memberi pengaruh buruk pada teman-temanku
Sudah banyak pula diusia mereka yang seumur jagung berani menyatakan Cinta pada teman sekolahnya
Sudah hilang pula masa kecil kami tertawa riang dibulan purnama
Berganti dering ha pe di dalam kelas menuntut orang tua kami yang sudah terlampau banyak beban dipundak mereka
Menuntut orang tua kami akan segala material yang disodorkan media juga teve
dan jika mereka tak menuruti keinginan kami, akan kuancam kuingin bunuh diri
Akankah mereka akan mengabulkannya sebelum aku berani mengambil tali tuk menggantungkan diriku yang hina ini ?

Tuhan, terlalu banyak rasa malu kami bila dibandingkan dengan mimpi indah tayangan teve hari ini
Sungguh hina rasanya kami tak pernah rasakan hidup mewah dengan mobil rumah plus kolam renang
Bahkan tak jarang yang jahat semakin jahat,
namun lagi-lagi dengan menggunakan namamu diceritakan bahwa yang jahat itu terkena karmanya yang bertubi-tubi
Mengapa dalam kehidupan nyata Engkau tak sama begitu ?

Tuhan, aku capek protes melulu ditengah kebobrokan mimpi indah negeri ini
Hanya satu yang kuinginkan
Masa kecil juga remaja yang indah tanpa terbebani materi, gengsi hingga kemewahan sesaat
Biarkan kami tumbuh tanpa rasa penyesalan saat dewasa nanti
dan biarkan pula remote kontrol yang dipegang ibu ada padamu

– 20 Oktober 2007 ; 22:33 PM
– Malem minggu penuh Sinetron
Kapan ada tayangan yang mampu mencerdaskan kami hingga tak bermimpi lagi

Posting Terakhir at Liburan

Category : tentang KHayaLan

sebetulnya ada satu posting lagi yang lahir menjelang akhir liburan ini, tapi mungkin akan lebih enak kalo maen ke Bale Bengong dah..

MENUNTUT PERUBAHAN

Category : tentang KeseHaRian

Gak perlu sekolah setinggi langit jika hanya sekedar ingin tahu mengapa dan bagaimana sekelompok orang dibelahan bumi manapun rela mengorbankan waktunya demi mendapatkan apa yang diinginkan dengan jangka waktu tertentu sedapat mungkin bisa tercapai.Rombongan kecil mahasiswa yang terlihat berorasi di perempatan jalan Dewi Sartika saat berita Junta Militer di Myanmar mencuat di media. Jangan lupa pada para mantan pegawai BDB yang tak henti menuntut hak mereka yang belum jua tercapai hingga hari ini. Ada juga orang-orang yang tergabung dalam satu wadah bertujuan menyelamatkan lingkungan mencoba memohon pada pemerintah setempat agar mengurangi polusi ataupun pemakaian bahan pakaian dari kulit binatang tertentu.

Satu hal yang selalu terlintas dikepala orang saat melintas rombongan tadi atau membaca pada kolom media cetak, adalah sejauh mana tingkat efektifitas usaha tersebut untuk bisa dicapai sesuai keinginan ?

Hey, jangan lupa. Mundurnya Presiden RI yang ke-2 di tahun 1998 lalu mungkin bisa dikatakan perjuangan untuk menuntut perubahan yang mungkin sudah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya. Walo tanpa target tahun berapa harus jatuh, namun usaha yang tiada henti plus dukungan dari elemen masyarakat sosial maupun pendidikan lainnya haruslah tak kalah pentingnya.

Namun segala upaya untuk menuntut satu perubahan bisa dipastikan memiliki tingkat konsekuensi tertentu sesuai dengan tingkat hasil yang ingin dicapai.
Turunnya sang Presiden yang selama 30 tahun lebih berkuasa harus dibayar dengan kematian mahasiswa pada tragedi Semanggi yang hingga kini belum tuntas bisa terusut.
Tak dibayarkan pesangon para pegawai BDB memicu satu tindakan yang bagi sebagian orang dianggap anarkis dan tak sepantasnya dilakukan, mengepung pejabat BI sebagai satu bentuk ketidakpuasan mereka akan kebuntuan jalan yang ada.

Seperti halnya ilmu kehidupan, usaha menuntut satu perubahan tentu ada bermacam dasar alasan. Mulai dari yang murni menuntut perubahan akan kesewenang-wenangan pihak tertentu terhadap orang-orang kecil dibawahnya, hingga yang ditujukan untuk membungkus kedok maksud satu partai atau kepentingan tertentu dan biasanya dilakukan saat waktu pilkada sudah mendekati maupun hanya menunjukkan satu kepedulian melakukan terobosan baru bagi mereka yang berusaha dianggap masih eksis dan konsekuen pada keberhasilan usaha sebelumnya.

Walo tak banyak usaha-usaha tadi bisa tercapai dengan mulus dimana salah satu faktor ya itu tadi, hanya dilakukan segelintir orang tanpa sokongan dari pihak lain untuk ikut membantu bahu membahu.

So, mungkin perlu dipikirkan sejak dini, bagaimana caranya menuntut satu perubahan agar bisa diwujudkan oleh pihak yang diinginkan, tentu salah satunya menggalang kekuatan yang akan mendasari usaha tersebut agar mampu menopang segala macam upaya yang nantinya akan berusaha pula meredam aksi yang dilakukan segelintir orang tadi.
Lihat saja pada aksi tahun 1998 lalu, dimana hampir seluruh aktivis mahasiswa diberbagai propinsi di Indonesia bersatu menyamakan misi dan visi untuk menuntut satu perubahan tatanan negara, walopun saat tujuan itu tercapai kesatuan ini tak lagi mampu eksis menjalankan idealisme mereka, terbentur akan kebiasaan buruk pemerintahan sebelumnya, bergelimang harta rakyat demi kepentingan pribadi.

Gak usah jauh-jauhlah ngurusin kehidupan sosial maryarakat sampe negara.
Balik ke diri sendiri, saat hati menuntut satu perubahan bentuk yang hari ini kelihatan melar di cermin sehingga berkeinginan agar bisa langsing lagi dalam jangka waktu tertentu, yah paling tidak terlihat oke saat waktu-waktu penting datang.
Tentu pula memiliki upaya serta konsekuensi yang harus dijalani sepenuh hati jika tak ingin usaha diet malah kebablasan bikin sakit fisik ato malah saat langsing tercapai hanya waktu sebentar lalu melar lagi malah lebih dari sebelumnya.
Huehehehe….

1. Pilih Pilih Sistem Operasi

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Posting pertama, boleh dilewati kalo memang gak penting.
Tapi pendapat secara pribadi, sistem operasi adalah satu alternatif terpenting untuk mendapatkan kemampuan optimal dari satu produk yang akan dibeli.

Adapun Sistem Operasi yang sudah sangat familiar bagi konsumen Indonesia adalah Symbian. Rilis dari Symbian ini pun ada bermacam-macam dari seri 40, 60, 80 hingga 90.

Yang seri 40 misalkan saja ponsel-ponsel Nokia yang punya pilihan menu single icon seperti rilis ponsel 4096 warna, grid tanpa teks dengan resolusi layar terbatas seperti Nokia 6235 atopun 2865, dan yang versi terbaru grid dengan teks tapi gak bisa nambah2in icon menu dengan software tambahan.

Yang seri 60 pertama kali diperkenalkan oleh Nokia 7650 disusul 3650 hingga yang paling merupakan ponsel sejuta umat ya sigemuk Nokia 6600.
Ciri-ciri yang rilis awal, tentu tampilan yang bisa diubah hanya wallpaper depan, dan walopun menggunakan bantuan software lain, tetep aja tampilan siaganya gak bisa diubah.
Yang rilis kedua bolehlah nambah dengan ngubah tema baik tampilan wallpaper, icon menu sampe tampilan siaga.
Sedang yang rilis terakhir udah make icon kecil pada tampilan siaga seperti yang sebelumnya sudah dipakai oleh sistem operasi lain berbasis Windows.
Kelebihannya tentu pada sifatnya yang fleksibel jika mau ditambahkan aplikasi pendukung yang mampu memberikan tingkat kegunaan maupun kepuasan bagi yang memakai. Dari editing foto, video, music player hingga ringout tone ato yang lebih dikenal dengan NSP pribadi.

Seri 80 kalo ndak salah diperkenalkan pada Nokia seri Communicator dimana program tambahannya jelas gak bisa dipake pada type Symbian lain. Jadi khusus yang seri 80 aja. Kepentingan utama dari seri 80 adalah fasilitas Office yang mendukung dan mempermudah sebagian pekerjaan bagi pengguna yang punya profesi bisnis. Namu dalam kenyataannnya gak semua orang familiar dengan seri 80 ini lantaran emang sedikit ribet bagi pengguna awam.
Makanya gak heran kalo bapak-bapak pejabat tinggi walopun nenteng ponsel dengan sistem operasi ini kebanyakan dari mereka gak tau bagaimana mengkustomisasi ponselnya biar beda dengan Commie yang laen.
Namun Commie kluaran mutakhir, tampaknya gak lagi main di seri 80 tapi pindah ke 60 agar jauh lebih fleksibel baik dalam pengoperasiannya maupun aplikasi yang bisa ditambahkan.

Seri 90 agaknya masih jarang dipake kecuali oleh Nokia dengan angka awal 7, seperti 7700 atau 7710 yang berlayar sentuh.

Ada juga seri 70 bagi ponsel Nokia belakangan ini yang bentuknya gempal dikenalkan melalui seri E. baik E 60, E 61 dan E 61i.

Sedangkan Symbian seri terakhir ya dengan system UIQ yang pertama dikenalkan oleh Sony Ericsson pada ponsel semi PDA P800 dan berlayar sentuh. Dilanjutkan dengan seri P900, P910 dan P990. belakangan ada juga P1 yang jauh ebih optimal daripada keempat sodaranya itu.

Nokia sendiri sempat ngluarin 6708 yang sebenarnya cuman edar di China aja, tapi sekarang mulai marak di pasar Indonesia.
Keluhan dari pengguna ponsel dengan Symbian ini rata-rata adalah agak lemot –lemah otak kalo dimasukin sekian banyak aplikasi tambahan dan saat melakukan banyak pekerjaan sekaligus – Multitasking.

Tapi ini belum termasuk bagi yang menenteng kluaran mutakhir ya.
Diantaranya Nokia N95 dan juga seri E utamanya E90.

Sistem Operasi kedua yang sejak dahulu sudah familiar bagi pengguna PDA (ciri khasnya berlayar sentuh), yaitu Palm.
Walopun sempat menghebohkan saat Palm One dirilis, namun seiring berjalannya waktu Palm tak tak lagi menduduki peringkat atas dalam sistem operasi yang dipake oleh PDA hari ini.
Kelebihan Palm dibanding pesaingnya tentu daya batere yang jauh lebih irit pemakeannya maupun memori yang diperlukan jauh lebih kecil dibanding pesaingnya. Maka gak heran kalo memori internal PDA dengan berbasis Palm diluar hiburan (musik foto dan video) dengan kapasitas 32 MB saja sudah banyak aplikasi yang mampu dimasukkan. Hanya saja masih kesulitan dalam melakukan Multitasking tadi, kecuali kabarnya pada rilis Palm 5, seperti pada Treo 650 ataupun yang seri 7.

Windows.
Selain pada kategori PC Windows merupakan pemain utama yang menduduki peringkat atas, tampak pelan tapi pasti Sistem Operasi Windows pada alat telekomunikasi masih mampu menunjukkan kelasnya di peringkat satu.

Terbagi atas 2 jenis, Windows Mobile bagi PDA berlayar sentuh dan Windows Smartphone bagi yang bertipe ponsel tanpa layar sentuh.

Satu kekurangannya hanya pada borosnya pemakean batere saat melakukan aktifitas Multitasking. Tak heran saat seri O2 XDA diluncurkan, yang namanya batere paling gak setiap hari harus di-charge agar optimal dipake dan gak kehilangan data penting yang ada didalamnya. Seiring dengan bertambahnya waktu, kekhawatiran akan data yang hilang saat batere turun hingga titik nol, bisa dihilangkan saat Windows Mobile 5.0 diluncurkan.

Tapi tentu saja tak sebanding dengan berbagai kelebihan yang dimiliki. Dari beragam aplikasi terutama yang sudah familiar dengan PC Windows, tak memiliki banyak kesulitan dalam pengoperasian. Ditambah banyaknya aplikasi tadi membuat personalisasi PDA mampu dilakukan setara dengan ponsel Symbian mutakhir. Plus kemampuan Multitaskingnya jangan diragukan lagi.

Cocok bagi mereka yang punya profesi bisnis, maupun pekerja lapangan yang banyak bergelut dengan data dan gambar.
Bahkan peta jalanpun bisa ditampilkan dengan baik disini. Berbeda dengan Symbian yang pernah dicoba hingga ke tingkat Nokia 9500, yang namanya peta jalan dalam format sama, tak mampu dibuka dan ditampilkan sebaik Windows Mobile.

Kemampuan untuk memasukkan datapun beragam, mulai mengetik dengan thumbboard, keypad, keyboard virtual, maupun handwriting. Hanya saja untuk yang langsung bersentuhan dengan layar, cenderung membuat cacat goresan pada layar yang membuat penampilan layar tak lagi cantik.

Serupa dengan Windows pada PC, tampilan todaypun bisa di modif dengan icon shortcut agar tak repot lagi mengakses aplikasi tertentu dengan masuk pada menu Start Program.

Dengan menggunakan prosesor yang umumnya sudah berkecepatan 400 MHz, dijamin baik yang bertipe layar sentuh aupun yang Smartphone gak bakalan mengecewakan bagi penggunanya.

Namun tetep aja bagi sebagian orang yang sudah familiar dengan Nokia, malah emoh milih sistem operasi satu ini.
Ribet kata mereka.

Makanya ponsel O2 Xphone iim pun didapat fullset lengkap dengan isinya, hanya dengan harga murah 1 juta rupiah saja. Kata si pemilik agak susah menjualnya berhubung sistem operasi yang digunakan adalah Windows. Hehehe….

Terakhir ada Linux yang baru sebagian kecil saja yang nekad memakai. Namun lantaran aplikasi tambahan yang tersedia masih terbatas maka tak jarang ponsel maupun PDA yang berbasis dengan Linux tak mampu mendongkrak penjualannya setinggi yang diharapkan.
Kelebihannya tentu pada harga bundling ponsel ataupun PDA yang jauh lebih murah dibanding yang memakai Windows Mobile. Lantaran Linux sudah terkenal dengan sistem yang Free money untuk digunakan.

Dari keempat sistem operasi diatas, memang masih ada beberapa sistem operasi yang digunakan oleh ponsel tingkat tinggi produksi Asia. Namun dari keseluruhan mungkin anya 4 ini yang mampu muncul ke permukaan.

Silahkan memilih tergantung pada keperluan.
Kalo hanya untuk hiburan, pilih Symbian, tapi jangan berharap banyak pada kecepatan, harus sabar dikit nunggu aplikasi dijalankan.
Kalo untuk pengguna Office serius tok tanpa hiburan, boleh pilih Palm, asal gak multitasking sering-sering aja.
Bagi yang pengguna Office mobile bekerja dengan kebanyakan PC Windows dan menginginkan hiburan yang lebih, ya pilih langsung Windows Mobile.
Dijamin top dah !

Posting Edisi Pilih Pilih Gadget

Category : tentang TeKnoLoGi

Sempat tersendat beberapa minggu untuk mewujudkan posting ini, lantaran kesibukan dunia kerja maupun kuliah yang baru mulai.

Ide ini muncul lantaran kebiasaan orang lokal – Indonesia yang asyik banget bergaya dengan gadget kluaran terbaru tanpa tau bagaimana cara memanfaatkan isi didalemnya.

Setelah kemunculannya di tahun 2000 awal dimana tingkah laku orang yang waktu itu sudah mampu menenteng ponsel segede batu bata kemana-mana sementara yang lain harus antre di telepon umum dekat rumah ato kampus, sudah bisa digolongkan sebagai kalangan menengah keatas. Namun gaya bicaranya masih dibuat-buat sekeras mungkin agar orang disebelah mau menengok gadget ponsel yang dibawanya.

Lebih mengherankan lagi ya itu, kebiasaan tadi ternyata gak berkembang juga hingga hari ini, dimana membuat Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi produk baru yang akan diluncurkan vendor-vendor terkemuka yang sudah lebih dahulu terkenal di negara mereka sendiri.

Seperti pengalaman beberapa teman, dimana saat budget sudah disediakan trus membabi buta memilih gadget dalam hal ini kebanyakan ponsel, hanya karena kluaran terbaru ato memiliki kelebihan satu dua dibanding produk yang sudah beredar.

Nah, saat nampang dengan gadget yang kini sudah ditangan, ternyata untuk membuka sms ato memasukkan nomor telepon malahan harus minta tolong ke orang disebelah mereka yang secara kebetulan membawa gadget yang jauh lebih oke tongkrongannya.

Gak rela dikalahkan dengan cara begitu, maka tradisi jual ponsel yang baru dibeli untuk kemudian beli lagi yang baru, menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang jeli melihat kondisi itu lantas mengeluarkan jurus2 yang berbeda untuk setiap produk.

Intinya, gak ada produk yang sempurna, agar setelah produk itu beredar seperti halnya sepeda motor, hanya dengan menambahkan strip baru pada bodi, ato menambahkan satu spare part yang barangkali bisa dibeli secara terpisah, diproduksi dengan nama yang berbeda. Hanya untuk menunjukkan kelas maupun pengguna tertentu.

Yah, gak jauh beda dengan produk shampoo lah.

Maka kebiasaan jual yang baru beli untuk beli yang baru bagi sebagian orang yang punya duit cekak mungkin menjadi momok impian yang takkan pernah terkabulkan. Seperti saya. Hehehe….
Ato bagi yang sudah menyadari kebodohan mereka lantas memilih puas dengan pilihan terakhir sekaligus menghibur hati, ‘ah kalo itu dituruti malah ngabisin tabungan tanpa bisa mengeksplorasi isinya’.
Bisa juga bagi sebagian orang lagi yang memilih menggunakan mode jaman dodol dengan alasan ya gaptek dan alasan punya hanya untuk kepentingan nelp dan sms tok.
Trus gimana dong mengakali kebiasaan buruk tadi biar gak kebablasan lagi ?

Nah, posting berikut bakalan dipecah jadi minimal 6 biji posting untuk kategori pilih pilih alat telekomunikasi dan sisanya ya ngliat dari ketersediaan waktu semoga bisa juga membuat kategori kamera maupun mp3 player.
So, nikmati aja deh

Mempelajari Hidup dari Media

Category : tentang KeseHaRian

Saban hari ada saja hal yang dapat dilihat dibaca maupun dirasakan. Adanya kepedihan karena kebenaran tak jua dimunculkan ke permukaan, rasa sakit karena merasakan hal senasib, kegembiraan lantaran apa yang disukai akhirnya datang hingga renungan yang mampu kerutkan kening usai menelan informasi yang dilemparkan kedunia nyata.

Herannya, ada saja pengulangan-pengulangan kisah yang mungkin seharusnya tak terjadi lagi.

Mungkin saja orang-orang seperti ini tak mampu tahankan rasa inginnya akan sesuatu, namun malas mendapatkan dengan usaha keras, so shortcut jadi pilihan.
Seperti kata Bang Iwan Fals ‘Ingin adalah sumber Derita’.

Apa yang dituliskan setiap hari oleh puluhan media cetak dari berbagai macam kepentingan, hobi. kehidupan sosial, hingga pemberitaan visual segala macam kekerasan penindasan luapan jiwa tertuang begitu gamblang sejak dibukanya keran kebebasan pers dalam menyuarakan isi hati rakyatnya.

Korupsi makin menjadi, segala anggaran dipotong sana sini demi kepentingan segelintir anggota Dewan yang Terhormat untuk alasan kunjungan kerja sampe studi banding, daripada merelakan segepok duit yang disodorkan untuk menekan harga bahan pokok yang kian hari makin menanjak saja.

Kehidupan sosialpun tak lagi nyaman tentram.
Segala daya upaya tuk memenangkan persaingan hingga rela menjual harga diri demi menaikkan rating sang pecundang ke tampuk paling tinggi, makin mengubah perwajahan keseharian yang bagi sebagian orang dengan sangat terpaksa harus dilewati.

Hey, nobody cares…

Sebegitunya media sudah mencoba menampilkan segala kebobrokan mental figur yang ada didalamnya tak jua membuat satu perubahan kecil untuk menjadi lebih baik, lebih sabar, nrimo kata orang Jawa. Yang ada dalam pikiran bagaimana agar keinginan bisa seperti makan cabe. Langsung terasa pedasnya.

Yah, kata orang Hindu Bali, inilah Rwa Bhineda. Ada yang baik dan berusaha untuk selalu jujur dan ada juga yang gak peduli dengan tetangga sebelah maupun orang-orang yang tak beruntung masih bergelut dengan sampah demi masa depan mereka.

Sesungguhnya pembelajaran dari media cetak maupun visual sudah mampu gantikan segala ajaran norma sekaligus aturan tak tertulis dalam bermasyarakat, karir maupun tujuan lahir kedunia ini. Satu perubahan kecil pada hati nurani setiap orang yang berjalan dibumi ini sungguh dinanti. Namun lagi-lagi beralasan akan kemajuan teknologi, waktu semakin sempit lantas melupakan arti saling hormat menghormati dan toleransi antar umat beragama.

Padahal semakin banyak pula media hingga perseorangan yang berusaha untuk menyadarkan betapa indahnya hidup tanpa hal-hal yang membebani pikiran setiap malam. Hidup bukan lagi untuk memperbaiki citra diri yang semakin memburuk saja. Semua seakan sirna oleh kemewahan dan kepuasan.

* * *

Untuk orang-orang yang aku cintai dan kupikirkan setiap malam menjelang tidur. Semoga kalian mengerti kegelisahan ini.

Pilihan Bagi Calon PNS Baru

Category : tentang Opini

Oh ya, ini hanyalah satu beban yang numpuk dipikiran selama 2 tahun terakhir, dimana menjadi posisi sebagai staf pada satu sub Dinas yang bertugas memonitoring semua kegiatan lapangan yang sedang berlangsung.
So, mungkin aja tulisan ini bakalan dianggap Basi lagi oleh beberapa orang, namun bisa saja menjadi satu renungan ato pertimbangan bagi yang masih berminat menjajal hidup sebagai seorang PNS.

Selama ini imej yang tertanam dibenak masyarakat awam bahwa menjadi seorang PNS pastilah enak.
Mau ngantor jam berapapun, pulang lebih awal maupun bolos seenaknya toh tetap dapet gaji. Bayangkan kalo kerja di swasta ?

Memang gak menutup mata bahwa sebagian besar memang seperti itu adanya. Makanya sering tertangkap kamera maupun keluhan opini masyarakat berkaitan dengan oknum PNS yang keluyuran ke mall atopun pasar tradisional, hingga tertangkap basah di kamar short time.
Tapi ingat, ada sebagian lagi yang masih berusaha idealis untuk bekerja dan mengabdi pada negara juga lingkungannya. Bentuknya bermacam-macam, mulai tenggelam dalam kesibukan perencanaan, pelaksanaan maupun persiapan-persiapan yang berkaitan dengan administrasi tender dan pelelangan.

Tentu saja yang memilih untuk aktif dalam kewajiban terkadang masih mampu untuk memiliki uang saku lebih, yang sumbernya dari bermacam kategori. Dari uang lelah secara jujur maupun yang mencuri namun masih bisa ditutupi baik dengan kegiatan fiktif maupun saat kegiatan proyek berjalan. Inipun sudah dianggap biasa Bung !

Tapi lagi-lagi sifat idealis yang terbawa dari saat masih ngantor di swasta, membuat hati tak mampu tuk dibohongi jika harus melakukan tindakan tidak jujur tadi, namun hey siapa sih yang gak butuh uang ?

Dua pilihan yang terlintas pada pagi hari sebelum berangkat ngantor, mau jadi orang jujur tapi gak punya duit lebih ‘masih cukup buat makan tapi kalo untuk kemewahan mungkin gak lah’ ato mau ikut arus mencuri kecil-kecilan hingga yang tingkatan besar- korupsi. Yang terakhir tentu memiliki resiko yang jauh lebih besar kalo diliat dari berbagai segi. Yang mudah dilihat tentu saja emosi naik jika sampe ada rekan sejawat yang menanyakan karena merasa baru tahu ato sudah tahu. Lantas ngeles jadi pilihan berikutnya ato malah boong untuk menutupi keboongan lainnya.

Pengalaman ini makin menjadi saat dipercaya untuk menjadi bagian dari Tim Pengendalian yang bertugas melakukan pengecekan lapangan saat pekerjaan baru selesai sebagian, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Gabungan beberapa Dinas saat pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan keseluruhan.
Melihat kenyataan bahwa gak semua teman bisa diajak jujur dan tak berpihak pada rekanan pemborong (kontraktor) sungguh-sungguh menjadikan satu pelajaran tambahan yang selama ini gak didapat di atas meja kantor.

Cara mencuri yang jauh lebih cantik dan harus memiliki pengetahuan akan bahan mentah maupun jadi dari material yang digunakan dalam masing-masing pekerjaan yang dilakukan. Sehingga jika tak menguasai materi tadi tentu bisa dilihat jelas, kalo dari pihak pelaksana (Pemborong maupun Pengawas Intern yang terlibat) sedikit bohong untuk menutupi sekian banyak kekurangan yang terlihat jelas dilapangan.

Retak, permukaan yang aus, material terlepas hingga kebocoran, bisa jadi makanan empuk bagi anggota Tim Pengendalian yang turun, dan sialnya lebih banyak dari ketidakberesan pekerjaan tadi ditendang dengan kaki hingga ambruk oleh anggota Tim yang turun. Bayangkan, pake kaki aja bisa hancur apalagi kalo dilewati mobil atopun kendaraan berat lainnya ?

Sedang jika anggota Tim Pengendalian yang gak menguasai materi tadi, tentu saja bakalan gampang dibohongi oleh mulut manis yang sudah disumpal uang. Kerjanya tentu ngeliat tok, denger penjelasan Pemborong, Jeprat jepret foto ganteng ‘gak berkaitan dengan kegiatan, tapi yang terlihat malah wajah keren anggota Tim yang turun, trus manggut-manggut sampe menerima amplop ‘sekedar uang makan dan transport’, At last, pekerjaan diterima dan bisa dilanjutkan lagi.

Nah, sampe disini, kira-kira udah terbayang tantangan yang bakalan dihadapi kalo berhasil lolos jadi PNS ?

Jika memiliki jiwa idealis mewujudkan satu sistem yang bener dan menghasilkan pekerjaan yang bertahan hingga jangka waktu yang diinginkan, mungkin harus bersiap untuk makan hati dari sekarang, sebab terkadang orang-orang seperti ini bakalan mentok dalam berbagai hal. Keuangan hingga karir yang disatu tempat selama bertahun-tahun.

Sebaliknya jika memiliki jiwa ikut arus, ato malah sudah terbiasa membohongi kata hati yang lebih manusiawi, maka bisa dikatakan walo gajinya kecil tapi mampu tuk membeli barang mewah dari komputer multimedia lengkap dengan layar tipis, mobil sedan mentereng hingga rumah berlantai.

So, mau pilih yang mana ?