NgTim 5 : Gas

2

Category : tentang PeKerJaan

Sebenarnya yang terakhir ini adalah satu kemajuan dibidang pengolahan limbah dimana kotoran babi diolah menjadi bahan bakar gas yang dapat digunakan untuk memasak dan lainnya.
Hanya saja bantuan instalasi ini diberikan pada perseorangan, dimana tahun ini hanya 2 orang saja yang diberikan.
Trus yang lainnya kapan ?

Udah gitu, si pemilik limbah tak mau tahu dengan anggaran yang tersedia. Dari penambahan pipa saluran, hingga ke pengadaan kompor gas pun dibebankan ke pemerintah.
Waaahhh…

NgTim 4 : Aspal dan Rumput

Category : tentang PeKerJaan

Jalan yang baik tentu dilihat dari segi kualitas pekerjaan yang dihasilkan.
Bagemana kalo jalan yang sudah diaspal lantas ditumbuhi rumput, padahal baru saja selesai dikerjakan ?

Heran deh.
Bisa2nya sang rekanan kontraktor berkilah ini lantaran kondisi lingkungan yang banyak rumputnya.
Walah… Gak memecahkan masalah. Asal kerja, asal dapet uang aja sepertinya.

Sama dengan jalan lingkungan di sekitar kantor pusat, dimana jalan yang dibuat dengan adanya jembatan baru ditengah2nya malah gak sejajar.
Ini tentu akan memicu kecelakaan bagi yang melintas tak tahu jika jalannya putus dijembatan lantas mengecil begitu aja.

Herannya lagi, sang rekanan berkilah, bagemana kalo dianggarkan lagi untuk pemasangan trotoar agar aman ?
Wah, kok begitu pak ? apa biar dapet kerjaan lagi ya ?

NgTim 3 : Jalan Pribadi

Category : tentang PeKerJaan

Lain lagi dengan ini. Seperti biasa para pejabat yang sudah duduk di kursi empuk seakan melupakan tujuan pembangunan dan seakan memaksakan kehendak agar apa yang diinginkan dapat tercapai demi mendukung lamanya sang pejabat duduk di kursi yang diinginkan.

Maka jalan pribadi depan rumahpun diaspal.
Hehe… Padahal itu jalan lingkungan namun harus diambil pekerjaannya oleh dinas yang seharusnya hanya mengerjakan jalan yang statusnya digolongkan sebagai jalan kabupaten.

Kasian banget Negeri ini.

NgTim 2 : Paving Pecah

Category : tentang PeKerJaan

Kalo yang ini lain lagi.
Pemasangan paving sebagai sarana lintasan kendaraan didalam unit instansi pemerintah yang dananya juga dari APBD.
Yang membuat kecewa tentu dari kualitas saat pertama kali dilihat. Beberapa tempat tampak paving (yang katanya kualitas K.300  untuk dilintasi truk pun seharusnya gak pa2) pecah dan tak diganti baru, padahal baru aja diselesaikan.

Apa ini lantaran setoran pada atasan yang terlalu besar lantas kualitas pekerjaan dikorbankan ? ini pula yang sering menjadi ganjalan.
Bagaimana bisa mewujudkan pembangunan yang berkualitas jika dana yang diberikan dipotong sana sini demi kepentingan pihak tertentu.

Sama halnya seperti saat perbaikan rumah dinas lalu, dimana dana perbaikan yang cuman dapet 25 juta, malah dipotong 10 juta (katanya) untuk kelancaran administrasi lainnya.
Wah…
Bagemana mau berkualitas pekerjaannya jika begini ?

NgTim 1 : Ada Apa ?

Category : tentang PeKerJaan

Lokasi paling mengenaskan diantara semua berada di daerah kecamatan Petang. Dimana masyarakat yang memohon pada pemerintah agar jalan lingkungan disekitarnya diaspal, namun saat bantuan disetujui dan diberikan malah masyarakat yang lebih banyak menghambat proses pengerjaannya.

Dari ndak boleh merabas rumput yang ada di badan jalan hingga pengaspalan yang coak disana sini, lantaran sang pemilik rumah tak ingin jalan didepan rumahnya diaspal. Ah, repot banget. Tau gini kan ndak usah diajukan dahulu.

Lebih baik dialihkan ke yang lebih membutuhkan.Disinilah arogansi masyarakat yang merasa bahwa keinginan mereka diatas segalanya. Tapi dari informasi lapangan kabarnya yang menjadi pemicu adalah kekalahan suara sari salah satu calon yang dijagokan oleh masyarakat setempat dalam pilkada tingkat desa.

Katanya sudah berdemokrasi.
Nyatanya ?
Kalah pilkada kok merembet ke pelayanan untuk umum…?

NgTim 1 : Ada Apa ?

Category : tentang Opini

Lokasi paling terkasihan diantara semua berada di daerah kecamatan Petang. Dimana masyarakat yang memohon pada pemerintah agar jalan lingkungan disekitarnya diaspal, namun saat bantuan disetujui dan diberikan malah masyarakat yang lebih banyak menghambat proses pengerjaannya. Dari ndak boleh merabas rumput yang ada di badan jalan hingga pengaspalan yang coak disana sini, lantaran sang pemilik rumah tak ingin jalan didepan rumahnya diaspal. Ah, repot banget. Tau gini kan ndak usah diajukan dahulu. Lebih baik dialihkan ke yang lebih membutuhkan.Disinilah arogansi masyarakat yang merasa bahwa keinginan mereka diatas segalanya. Tapi dari informasi lapangan kabarnya yang menjadi pemicu adalah kekalahan suara sari salah satu calon yang dijagokan oleh masyarakat setempat dalam pilkada tingkat desa.

Katanya sudah berdemokrasi.
Nyatanya ?
Kalah pilkada kok merembet ke pelayanan untuk umum.
Huh !

Ketika Keajaiban itu Datang

1

Category : tentang KeseHaRian

Awalnya mendatangkan rasa haru dan syukur karena ternyata Tuhan masih mau mendengarkan pinta hamba-Nya yang hina ini diantara jutaan manusia dibumi ini.Namun ada saja yang malah merasa tak suka bila apa yang diharapkan itu bisa terkabulkan.
Lantas memulai kembali jalan salah yang pernah dilakukannya dahulu.
Magic.

Ah, masih ada juga manusia di jaman canggih seperti ini tak mampu menerima kenyataan dan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang yang tak disukai dengan jalan magic.

Sungguh pemikiran yang dangkal bagi seseorang yang dahulunya disegani.

Mengaku mendapatkan Pawisik ?

Category : tentang Opini

Ada juga orang2 tertentu yang memilih ikutan jadi calon pemimpin lantaran mengaku2 mendapat pawisik dari ini itu.
Apa benar ?
Apa bukan lantaran hasrat keinginan pribadi yang menggebu2 lantas suara hati yang terdengar dikatakan sebagai pawisik ?

Huh !
Apakah pawisik cukup menjadi pertimbangan jika sang calon yang katanya tokoh dan saat pemilihan ditingkat lain, nyatanya mampu mendapatkan dukungan dari masyarakat, hanya saja tak seberuntung rekan lainnya yang lolos ?

Apakah ada dedikasi dan terobosan yang dilakukan sang calon demi lingkungan ini sebelum pemilihan ?
Seharusnya ini yang dipertanyakan dalam hati nurani dahulu sebelum memutuskan untuk ikut dalam pilkada nanti.