MENUNGGU GILIRAN

Category : tentang KeseHaRian

Lahir hidup dan mati sudah menjadi kodrat dan takdir bagi setiap manusia dan makhluk hidup di alam ini.
Lahir menunggu untuk bisa hidup, hiduppun menunggu saatnya untuk mati. Saat mati jika dikehendaki pun harus menunggu waktu untuk dilahirkan kembali.Dalam proses kehidupan itupun makin banyak lagi yang namanya cobaan, rintangan maupun hambatan. Tak jarang bertemu pula dengan yang namanya kegembiraan, keberhasilan dan kebahagiaan. Semua seakan menjadi bumbu keseharian dari-Nya.

Tak ada yang tahu kapan momen2 penting ini bisa datang.
Seorang teman kuliah yang mati-matian berusaha idealis membuat tugas akhir hingga mewujudkannya kedalam bentuk rancangan fisik, malah terkena stroke sebelum ujian akhir berlangsung. Kabarnya ia pulang ke daerah asalnya dan tak mampu membawa gelar yang diimpikannya.

Seorang famili dalam usianya yang masih muda, namun memiliki kemampuan lebih dalam merias wajah, tak ada yang menyadari bahwa hidupnya sudah berakhir hari ini. Walopun sang anak belum jua menikah dipinang orang, namun Tuhan berkeinginan lain.

Lagi-lagi teman kantor yang begitu berambisi untuk diangkat statusnya menjadi pegawe negri, berusaha menjilat dan mengekor kemanapun sang calon bupati terpilih pergi. Ditambah kepiawaiannya bergaul dengan para pejabat saat pergi ke pura-pura, yang membuat dirinya begitu jumawa bercerita bahwa ia dekat dengan si ini ato si itu, dibuktikan dengan foto2 dirinya bersama sang pejabat. Nyatanya semua usaha itu tak membuahkan hasil, ia tetaplah seorang harian.

Kehendak Tuhan adalah segalanya.
Tak ada yang dapat mengubah ataupun mengaturnya.
Manusia hanya bisa berusaha, mau memanfaatkan kehidupannya untuk menjadi lebih baik dikemudian hari ataukah malah makin terjerumus oleh tindakan2 yang tak sejalan dengan ajaran-Nya.

Jika sang manusia mampu memperbaiki diri, maka dikehidupan selanjutnya akan bergantung pada besar dosa yang mampu dihapuskan selama kehidupan sebelum. Jika masih memiliki hutang, maka lahirlah ia ke alam ini untuk menanggung sisanya.

Tinggal menungggu waktu dan giliran. Kapan akan diberikan cobaan hingga akhir dari nafas yang dipinjamkan-Nya.

Post a comment

CommentLuv badge