Obral Obrol Bali 1

Category : tentang Opini

Untuk menghilangkan kantuk ada saja usaha yang dilakukan. Menonton tv hingga ngobrol gak karuan. Ngobrolpun gak perlu pake tata bahasa kesopanan, karena toh yang diajak ngobrol ya teman sendiri.Namun isinya tak jauh beda dengan Bapak2 kita yang terhormat diatas, dimana kalo saat kampanye dan pemilihan saja bersikap baik dan perhatian membuka pintu rumah demi menerima aspirasi rakyat, sedangkat saat sudah duduk di kursi mewah, rumah tiba2 saja tertutup bagi rakyat yang ingin mengadu.

Dari gosip bakal Cagub dan Wagub prop. Bali nanti, yang kabarnya bakal diramaikan oleh para petinggi partai yang jelas2 kredibiliatsnya meragukan, namun hanya karena garis keturunan maka tiada pilihan lain.
Tampaknya yang layak menjadi pemimpin satu daerah bukanlah dilihat dari kecakapannya membuat satu perubahan, namun masih saja berkutat pada garis keturunan dan banyaknya uang yang bisa disediakan untuk kampanye nanti. Bila perlu hotel pribadipun dijual.

Sungguh mahal untuk bisa maju ke pilkada hari ini…

Menyerempet lagi ke masalah sikap presiden juga pola hidup yang berubah drastis sedari jaman Presiden RI ke-2 turun.
Kata mereka, sang pelopor Reformasi tampaknya tak jua berhasil membuat negara ini lebih baik, malah carut marut dengan bom, harga melambung dan pengangguran yang meningkat.
Sungguh mereka lebih baik memilih agar yang diangkat Presiden ya Pak Harto lagi saja, biar kehidupan bisa lebih layak.
Huehehehe….

Post a comment

CommentLuv badge