Mejaga di Pura

Category : tentang KHayaLan

Setiap mendengar tugas dan kewajiban seorang warga didaerahnya sendi, giliran berjaga di Pura setempat lantaran ada gawe yang sangat penting artinya bagi masyarakat sekitar, dipastikan pikiran langsung melayang ke vcd wayang Cenkblonk yang mengambil cerita ‘Katundung Ngada’. Dimana tokoh Sangut – Delem bersahut2an mengungkap Sangut yang begitu rajin berjaga di Pura sedangkan Delem menganggap itu hanya satu pembodohan belaka.Mejaga kali inipun tumben dilakoni, berhubung mau jadi seorang Bapak yang baik.
Dimulai dari jam 10 malam hingga 6 pagi esok hari.
Namun tak hanya berjaga, bagi yang merasa mampu membantu pun dipersilahkan untuk ikut serta.

Terlihat pembuatan pengawak Barong yang diperbaiki, plus helaian rambut yang sudah dijarit rapi sebagai hasil sumbangan dari warga yang memotong rambutnya untuk sesuhunan. Ada pula yang belajar ngulat tiing demi membuat kerangka tangan maupun badan.

Lewat tengah malam, yang tersisa hanya regu yang bertugas jaga saja.
Waktupun dilewati dengan menonton televisi sembari tidur2an. Sedangkan yang tetap berjaga hanya 2 dari 8 orang, memilih ngobrol kesana kemari hingga pagi.

Malam yang dingin tentu sudah diantisipasi dengan sweater panjang, plus kupluk Bromo yang cukup buat menutupi telinga dari gangguan nyamuk, juga bekal kaus kaki dari istri.
Ditambah olesan Autan di kaki dan leher, cukup membuat tugas berjaga ini nyaman.

Mungkin sebulan lagi tentu bakal seperti ini lagi.

Post a comment

CommentLuv badge