Sang Pohon Tua

Category : tentang KHayaLan

Dari sisi penampilan, sudah pasti terlihat kekokohan tubuh sang pohon. Kekar dan besar.
Dari banyaknya cabang dahan dan daun, bisa ditebak pula usia sang pohon yang sudah puluhan tahun.
Umur manusiapun begitu.
Makin banyak kulit yang berubah tekstur, bisa dikatakan umurpun makin bertambah.Namun apa mungkin jiwa manusia pun akan berkembang seiring bertambahnya usia ?
Sewajarnya ya pasti lah.

Tapi gak nutup kmungkinan kalo ada manusia yang malah makin menjadi kehinaan tindakannya seiring posisi jabatan serta usianya yang makin terus bertambah.

Lingkungan pegawe paling bagus dijadikan contoh.
Ada yang memilih jalan idealis sehingga yang namanya kedudukan takpernah naik dan ngendon disitu puluhan tahun.
Ada juga yang memilih menjadi Sengkuni, pengikut setia, kemanapun sang pimpinan pergi, dijamin tangannya akan tetap menghormat. Tak tau jika sang pemimpin mulai pudar kharismanya, mungkin ini kesempatan baik tuk loncat pagar.
Ada juga yang makin sering memakai fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, hingga saat barang tersebut rusakpun, para pemilih jalan ini menjadi saling tuding dan tak mau mengakui kesalahannya. Damn !
Bahkan tak jarang kalo inventaris kantor digunakan untuk memenuhi dompet pribadi, jika perlu membawa lari dan tak kembali. WES Tr!! Huahahaha…

Seandainya manusia mampu mengambil contoh dari sang pohon tua, makin tinggi makin mampu memberikan keteduhan pada makhluk kecil yang duduk dibawahnya, mungkin itu saatnya pemerintahan ini bakalan makin maju seperti yang diharapkan seluruh masyarakat setempat.

Entah mungkin ada juga yang milih tutup mata telinga akan semua itu.
Cuek gen !

Post a comment

CommentLuv badge