Kegelisahan pada Seorang Pengemis

Seakan tak percaya mendapatkan seseorang yang segar bugar, dengan fisik yang jelas tampak utuh dan sehat, menengadahkan tangannya memohon belas kasihan orang2 yang berlalu lalang disekitarnya, sambil menggendong seorang bayi kecil putih bersih.

Hatipun semakin gelisah saat sang pengemis makin mendekat.
Bukan apa2′.
Lantaran mereka lebih memilih mengemis untuk mendapatkan uang daripada bersusah payah bekerja seperti halnya buruh di pasar ato kuli bangunan.
Karena tampaknya penghasilan mereka jauh melebihi pendapatan seorang buruh ato kuli.

Tak jarang beberapa pedagang menawarkan pekerjaan pada mereka, agar tak mengemis lagi dijalanan. Namun sayang sekali, tawaran yang sangat2 jarang didapat malah dibalas dengan berlalunya si pengemis tadi.

Malas rupanya, Bu ?

Memang bukan rahasia lagi, kalo di daerah Bali Timur, ada satu desa yang penduduknya rata2 berprofesi sebagai pengemis. Ini diakui oleh sang Kepala Desa saat ditanyai oleh badan pemerintahan Dinas Sosial. Lantaran mereka bisa mendapatkan harian yang jauh melebihi rata2 pendapatan buruh atopun kuli bangunan sekalipun.

Jadi setelah pengemis digaruk oleh Tramtib ato Satpol PP, serta dipulangkan kedaerah asalnya, tak jarang para pengemis tersebut memilih balik kembali ke Kota, guna meminta2 kembali.
Bahkan ada beberapa pengemis yang kedapatan sudah 3 kali ditangkap dan dipulangkan dengan biaya dari uang rakyat.

Ini tak bisa disalahkan, karena ada juga satu pimpinan pengemis yang me-roling keberadaan para pengemis dan menempatkan mereka di traffic light, pasar maupun permukiman. Dan bila sore tiba, maka terlihat satu pickup kecil mengangkut pergi mereka semua untuk kembali esok hari.

Sampe kapan ini akan terjadi ?

Ironisnya, sempat pula terlihat ada seorang pengemis yang sambil makan mie pinggir jalan tampak bermain ha pe. Hah ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.