Kamera Analog

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah banjirnya kluaran kamera digital terbaru, yang menawarkan berbagai macam kelebihan, penjualan kamera Analog bisa terbilang merosot tajam.
Ini terlihat dari display yang ada di kios-kios foto, yang barangkali jarang dilirik oleh konsumen.Gak nyalahin sih.
Konsumen barangkali sudah mulai berfikir tuk lebih hemat dan praktis.
Tak perlu lagi memikirkan beli film yang harganya 25ribuan, tapi muat paling maksimal 36 biji, bandingkan dengan kartu memori jaman sekarang yang terkecil, 128 MB, bisa menampung 2 ato 3 kali lipatnya.
Tak perlu lagi mikirin masalah ongkos cuci cetak, karena dengan kamera digital masih diberikan pilihan, yang mana saja akan dicetak, karena langsung bisa terlihat di layar komputer maupun PDA.

Seiring dengan harga yang cenderung makin turun, kelihatannya kamera Analog cukup dimaklumi untuk segera pensiun.
Tapi bagi seorang fotografer profesional, keberadaan kamera analog mutlak ada karena semurah apapun harganya kini, hasil yang ditawarkan masih jauh lebih bagus.

Tapi ya itu tadi, siapa sih yang mau susah payah beli roll film sekali pake ?

Tembang Indonesia

Category : tentang KHayaLan

Membeli cd MP3 tembang-tembang Indonesia, sama saja dengan pembajakan. Karena dengan harga 5 ribuan, kita bisa ngedapetin minimal 10 album terbaru mereka.
Apalagi kalo isinya jauh lebih bagus dari yang diperkirakan.Hanya saja satu ironi dalam tembang Indonesia, tak satupun dari grup band super terdahulu yang mampu membuat hits 2 tahun ini. Sebut saja, Dewa, Padi, Gigi, Jamrud, juga Sheila on 7.
Kalah jauh dengan para pendatang baru yang tentu menawarkan nuansa berbeda, seperti halnya yang dilakukan Letto maupun Nidji.
Bahkan tak jarang gaya dandan merekapun ditiru abisss.

Kisah lucu datang dari Ibu-ibu teman sekantor yang protes pada anaknya, kalo masih bersikeras mengubah gaya rambut jadi ala Nidji. Padahal ni anak cewek lho.

Namun itulah gambaran artis Indonesia, seperti menganut paham ‘daun muda lebih oke’
Huehehehe…

Tak ada lagi Arsitektur Tradisional Bali

1

Category : tentang KeseHaRian

Pesatnya pembangunan di Kota Denpasar seakan menggoda pandangan mata untuk mencoba melirik apa yang ditawarkan oleh masing-masing pengusaha di lokasi toko yang ditempatinya.Tak jarang pula gedung dibangun begitu angkuh tanpa ada sentuhan yang dapat menonjolkan kesan Bali. Tingginya lantai dipermainkan, hingga bangunan bertingkatpun makin marak dibangun. Padahal Perda mengatur tinggi maksimum dari Sloof pondasi hingga ke balok tembok teratas hanya sampai 15 meter.

Kenyataannya tak demikian, karena apa yang dibangun, ironisnya banyak pula yang tak berijin, nekat mendirikan bangunan seenak perutnya, semau gue.
Yang penting penampilan membuat konsumen tertarik untuk mampir.

Buruknya, papan-papan reklame juga makin bertebaran, hingga memunculkan kesan kesembrawutan penataan ruang kota, baik itu menampilkan brand merk tertentu, baliho kegiatan, pamflet yang ditempel sembarangan, hingga spanduk yang melintang kesana kemari.

Bali tak lagi tercermin disetiap bangunan yang berdiri diatasnya.
Bali kini tak ubahnya Kota Jakarta, yang penuh kemacetan dan kesembrawutan.

DSDP

Category : tentang KeseHaRian

Tiga tahun terakhir kota Denpasar disibukkan oleh mega proyek pengadaan saluran limbah bagi seluruh masyakat Kota Denpasar, yang lebih dikenal secara awam, DSDP.Kemacetanpun terjadi pada ruas-ruas jalan yang mendapat giliran dibobol sebagian di kiri dan sebagian di kanan, hingga merambah ke masing-masing gang-gang perumahan.
Tak jarang pula satu dua ruas jalan harus ditutup akibat ramainya pekerja yang beraktifitas bersama alat berat serta pipa-pipa beton, dan berakibat pada pengalihan arus lalu lintas kearah lain.

Yang disayangkan, ada beberapa kebocoran terjadi, hinga dala satu ruas jalan, DSDP bisa 2 kali melakukan pembobolan aspal jalan, dan cenderung merusakkan permukaan.
Masih syukur pihak-pihak terkait masih mau mengaspal, dengan cara menambal jalan yang dibobol, namun tentu dengan spesifikasi yang jauh lebih murah, dan akibatnya kualitas dari permukaan jalan pun tak merata.

Yang lebih disayangkan lagi, ada satu dua ruas jalan yang akhirnya diaspal secara keseluruhan, namun masih saja dibobol oleh para pekerja.
Kenapa tak ada koordinasi antar pihak yang terlibat ya?

Kesan tambal sulam khas Pemerintahan Indonesia pun ditangkap masyarakat, karena apa yang ditargetkan tak mampu dicapai sesuai harapan.
Buang-buang anggaran daerah demi sebuah mega proyek dan kucuran dana ke rekening pribadi ?

Namun tetap ada harapan, agar Kota Denpasar tak lagi bersusah payah mengurusi limbah kotoran yang dihasilkan karena sedianya apa yang dilakukan hari ini, bertujuan untuk hidup lebih baikdi tahun-tahun mendatang.

Bakti

Category : tentang KHayaLan

Sedari kecil, setiap insan di Indonesia selalu ditekankan untuk berbakti. Dari yang paling sederhana, berbakti pada orang tua hingga ke yang bersifat universal, berbakti pada-Nya.
Namun bagaimana sikap dan perilaku yang bisa disebut sudah berbakti ?Dalam konteks agama Hindu, bisa berarti masih mau dengan hati yang tulus ikhlas nyakupang tangan di Merajan maupun tempat suci yang didatangi.
Dalam konteks keluarga, mungkin bakti bisa diartikan sebagai menurut pada kata orang tua, karena mana ada orang tua yang ingin anaknya keluar dari jalur yang baik, walo gak menutup kemungkinan bahwa tak sedikit pula sang anak malah mengambil jalan berseberangan dengan sang ortu.

Namun apakah dalam keseharian, apapun pekerjaan yang dilakoni asal masih dijalan-Nya, tidak bisa disebut berbakti ?
Apakah dengan berbuat baik, berkata baik, berpikir baik dan berkeinginan yang baik, juga sudah bisa disebut berbakti ?

Lagi-lagi pertanyaan ini hanya mengawang-awang dalam pikiran dan tak pernah terjawab. Mungkin hanya IA yang dapat menjelaskannya.

Timer

Category : tentang KeseHaRian

Melihat sesuatu yang unik di traffic light-lampu lalu lintas di perempatan Pusat Kota Denpasar, Catur Muka ?
Ada penunjuk waktu-timer yang diperuntukkan bagi pengguna jalan disekitar situ dengan maksud memberitahukan waktu berapa lama lampu menyala merah maupun hijau.Dari pengamatan, tentu waktu yang terlihat dibawah 1 menit, karena ada peraturan yang membatasi waktu lampu merah di persimpangan jalan, tak boleh lebih dari 1 menit.
Ini tentu berguna sekali bagi mereka yang masih jauh sebelum sampai di traffic light, tak perlu lagi ngebut ato mal

Trend Batu Tempel

Category : tentang KHayaLan

Makin dewasa usia kehidupan, makin beragam selera manusia yang ada didalamnya.

Jika bangunan Bali dahulunya didominasi oleh batu tempel berupa batu bata oranye, yang lebih mencerminkan kesan klasik dan kuno, secara perlahan mulai ditinggalkan.

Trendpun bergeser, hingga batu-batuan yang dahulunya dianggap tak bernilai jual kini malah laris dieksploitasi demi sebuah kemegahan.

Penggunaan Batu Hitam sebagai tempelan sekaligus ornamen bangunan-bangunan suci di Bali, bisa dijadikan contoh. Jelas-jelas membuat bangunan terlihat lebih kokoh dan garang.

Kira-kira trend apa lagi yang bakal hadir esok hari ?

Wanita dan Kosmetik

Category : tentang KeseHaRian

Berbagai macam bedak lipstik aneka warna hingga pelembab, penghalus, pemutih dan seterusnya terpajang rapi di rak display sebuah toko di kawasan jalan Sumatra Titih, sebelah timur Gajah Mada.
Ada saja yang membeli demi melihat merk ato brand terkenal atopun karena harga jualnya yang tinggi untuk sebuah prestise.Tapi apa gak ada yang murah meriah, namun paten khasiatnya ?
Mungkin itu hanya bisa dijawab oleh para Produsen, yang berlomba-lomba menciptakan produk agar laku dijual, sekalipun itu hanya dengan menambahkan satu buah item saja.
Embel-embel kemasan baru juga tak kalah banyaknya.

Tidakkah mreka berpikir akan kondisi indonesia, dimana masih banyak wanita-wanita yang bekerja namun mendapatkan upah dibawah UMR, belum lagi jika berstatus kos ato ngontrak rumah.

Herannya ditengah krisis yang melanda, masih ada juga yang mampu mencoba membeli hingga berlangganan jika cocok.
Membuang uang untuk sebuah kecantikan ?

Mengais sisa di Pasar Kumbasari

Category : tentang KHayaLan

Tiga hari setelah Pasar Kumbasari dilanda kebakaran hebat, hingga sabtu siang pun masih banyak orang-orang yang menyempatkan diri berhenti sejenak disepanjang jembatan atau didepan areal Pura Desa, demi melihat langsung kenyataan Pasar Kumbasari yang pernah jaya dahulu.Dari lantai 3 hingga 5, sebagian besar habis dan menghitam akibat api yang sangat besar- dari yang diberitakan api baru bisa dipadamkan sore hari.

Namun para pedagang yang masih mampu menyelamatkan dagangannya, sudah mulai terlihat melakukan aktifitasnya disepanjang areal toko di lantai dasar. Sedangkan yang tak beruntung, masih mengais-ngais barang-barang yang terbakar dan berharap masih bisa dijual tinggi.

Namun apa yang bisa diharapkan jika yang diperdagangkan adalah kerajinan kayu ?
Semoga Pemkot Denpasar masih mau berbaik hati membantu para korban, walo hanya sedikit dari total kerugian yang diderita.

Pula semoga saja asal muasal api, bisa ditemukan, dan bukan karena sabotase ato kesengajaan pihak-pihak tertentu yang ingin mengubah Pasar Kumbasari menjadi Central Parkir Kota Denpasar.

Diet

Category : tentang DiRi SenDiri

Sudah 2 mingguan ini, aku lagi mencoba untuk extra lebih keras memompa tenaga dalam keseharian menjalankan rutinitas.Mengecilkan perut jadi tujuan utama dalam periode tak terhingga.
Huehehe… ini jelas karena porsi olah raga yang dilakukan paling banter hanya jalan kaki cepat dan juga ‘sit up’ yang kabarnya sudah ketinggalan jaman, dan digantikan oleh geraklan ‘Crounch’, yang pastinya belum diketahui secara jelas dan pasti bagaimana prosesnya.

Hingga kini, setelah 2 mingguan berlalu, ‘sit up’ pun mampu ditingkatkan sedikit lebih lama. Namun tetap saja yang namanya tenaga gak pernah olahraga sebelumnya, nafaspun sudah ngos-ngosan.
Keringat yang membanjiri tubuh, tak hanya karena olah raga tadi, tapi juga rutinitas pagi, untuk membantu Istri menjalankan tugas rumah tangga.

Diet, diimbangi pula dengan mengatur pola makan yang makin hari makin sedikit kadar nasinya, namun tetap diperlukan untuk beraktifitas seperti biasa.

Semoga ini bisa berhasil.
Huehehe….
Pingin bisa bikin peyut ndut jadi ala ‘Six Pack’ seperti yang ditulis ‘MensHealth’ setiap bulannya.

Hutan Indonesia

Category : tentang Opini

Indonesia meraih rekor baru, tertinggi malah.
Sebagai perusak hutan setingkat dunia.
Ironis kan ?Disaat ditanamkan sejak kecil bahwa Indonesia itu negara agraris dan tropis, penuh hutan pan pohon hijau, hari ini, semua itu tak ada lagi.
Setelah dibabat habis jama orde baru dahulu, Indonesia hari ini penuh dengan bencana dan cobaan dari alam.

Hukuman bagi bangsa yang ramah, huh ?