Selamat Datang di Hutan Alas

Category : tentang DiRi SenDiri

Rumah seharusnya memiliki syarat utama, yaitu ketenangan.
Agar manusia yang ada didalamnya bisa merasakan kenikmatan akan hidup baik dan buruknya. Menjadi lebih tegas karena konsentrasi dan keheningan selalu ada.Tapi yang terjadi dirumah Jalan Nangka 31 lama, mungkin membuat kemungkinan slogan ‘home sweet home’ gak berlaku.
Karena apa yang terjadi malah sebaliknya.
Setiap hari dipenuhi keributan, teriakan, raungan, ngomong pun dengan suara keras.
Rumah yang seharusnya tenang, malah menjadi hutan alas yang bisingnya membuat orang-orang didalamnya saling cureng, saling sinis dan gak mau mengalah demi menciptakan ketenangan.

Cuek jadi kata utama.
Peduli amat dengan mereka yang berkeinginan untuk istirahat setelah bekerja seharian.
Buat apa mikirin orang lain, seenaknya aja membunyikan klakson motor saat sampe dirumah. Mungkin sebagai tanda bahwa sang penguasa sudah tiba.

Gak ada lagi rasa hormat, bahwa satu dua orang sangat membutuhkan ketenangan yang memang diperlukan agar bisa hamil. Bahkan orang hamilpun seakan gak punya tempat disini.

Entah apa yang diinginkan oleh setiap makhluk didalamnya, karena berbagai macam jenis ada. Mau yang suka teriak-teriak, nyanyi keras-keras saat jam istirahat, ribut seenaknya, hingga melihara binatang yang suara dan kotorannya bikin hutan alas ini tambah hancur.

Jikapun emosi meledak, selalu saja dituding bersalah, karena gak menghormati orang senang, karena mereka punya hak untuk ribut ato miara binatang.
Kalo didiskusikan lebih dulu, mungkin bisa diterima.
Tapi kalo seenak sendiri miara, trus orang lain yang menikmati hutan alas yang bising dan penuh kotoran, apa etis seperti itu ?

Kehancuran lingkungan sudah didepan mata.
Tunggu saja kapan emosi dan keributan ini bakalan meledak dengan sendirinya saat telah mencapai puncak.

Aku sangat benci dengan rumah ini.

Nokia 6235

Category : tentang TeKnoLoGi

Ponsel CDMA seri ini merupakan ponsel Nokia termurah untuk yang memiliki fasilitas kamera.
Untuk sementara dengan harga yang begitu tinggi dibanding pesaingnya, 1,7 juta, boleh dibilang bukan lagi yang termurah, karena ada merk lain yang menyediakan fasilitas jauh melebihi ponsel ini.Namun lantaran punya nama, Nokia malah tetap seenaknya saja menetapkan harga, padahl apa yang ditawarkan, gak pantas untuk harga segitu.

Dibanding sang pendatang baru, Nokia 2865 yang berbandrol 1,2 juta, fasilitas yang dimiliki, walopun tanpa kamera, tapi dari segi layar yang jernih juga besar, dengan kapasitasmemori sama, memiliki blutut pula. Koneksi yang jauh lebih cepat, dari Infra Red, yang sama-sama dimiliki oleh kedua ponsel Nokia ini.

Herannya masih ada yang mau beli baru ni ponsel….

Huahaha…

Category : tentang DiRi SenDiri

Baru sehari ngeposting tentang kesibukan, rutinitas diet n seger2, Tuhan langsung aja ngasi cobaan pada diri, dengan memberikan penyakit Enter the Wind- Masuk Angin.
Ini gara-garanya after nge-blog, aku nginep dirumah mertua, tuk nyobain rumah yang baru dibangun. Lantaran panas, ya nyalain kipas angin. Disosor semalam suntuk tentu membuat pening n muntah2. padahal baru aja kemarennya berbangga diri bisa banyak berkeringat.Ternyata, cobaan akan kebodohan diri lebih cepat datangnya, daripada apa yang kita mohonkan dalam waktu yang lama. Entah kapan berkah dan restu dari Tuhan kan datang…

Kamera Analog

Category : tentang TeKnoLoGi

Ditengah banjirnya kluaran kamera digital terbaru, yang menawarkan berbagai macam kelebihan, penjualan kamera Analog bisa terbilang merosot tajam.
Ini terlihat dari display yang ada di kios-kios foto, yang barangkali jarang dilirik oleh konsumen.Gak nyalahin sih.
Konsumen barangkali sudah mulai berfikir tuk lebih hemat dan praktis.
Tak perlu lagi memikirkan beli film yang harganya 25ribuan, tapi muat paling maksimal 36 biji, bandingkan dengan kartu memori jaman sekarang yang terkecil, 128 MB, bisa menampung 2 ato 3 kali lipatnya.
Tak perlu lagi mikirin masalah ongkos cuci cetak, karena dengan kamera digital masih diberikan pilihan, yang mana saja akan dicetak, karena langsung bisa terlihat di layar komputer maupun PDA.

Seiring dengan harga yang cenderung makin turun, kelihatannya kamera Analog cukup dimaklumi untuk segera pensiun.
Tapi bagi seorang fotografer profesional, keberadaan kamera analog mutlak ada karena semurah apapun harganya kini, hasil yang ditawarkan masih jauh lebih bagus.

Tapi ya itu tadi, siapa sih yang mau susah payah beli roll film sekali pake ?

Tembang Indonesia

Category : tentang KHayaLan

Membeli cd MP3 tembang-tembang Indonesia, sama saja dengan pembajakan. Karena dengan harga 5 ribuan, kita bisa ngedapetin minimal 10 album terbaru mereka.
Apalagi kalo isinya jauh lebih bagus dari yang diperkirakan.Hanya saja satu ironi dalam tembang Indonesia, tak satupun dari grup band super terdahulu yang mampu membuat hits 2 tahun ini. Sebut saja, Dewa, Padi, Gigi, Jamrud, juga Sheila on 7.
Kalah jauh dengan para pendatang baru yang tentu menawarkan nuansa berbeda, seperti halnya yang dilakukan Letto maupun Nidji.
Bahkan tak jarang gaya dandan merekapun ditiru abisss.

Kisah lucu datang dari Ibu-ibu teman sekantor yang protes pada anaknya, kalo masih bersikeras mengubah gaya rambut jadi ala Nidji. Padahal ni anak cewek lho.

Namun itulah gambaran artis Indonesia, seperti menganut paham ‘daun muda lebih oke’
Huehehehe…

Tak ada lagi Arsitektur Tradisional Bali

1

Category : tentang KeseHaRian

Pesatnya pembangunan di Kota Denpasar seakan menggoda pandangan mata untuk mencoba melirik apa yang ditawarkan oleh masing-masing pengusaha di lokasi toko yang ditempatinya.Tak jarang pula gedung dibangun begitu angkuh tanpa ada sentuhan yang dapat menonjolkan kesan Bali. Tingginya lantai dipermainkan, hingga bangunan bertingkatpun makin marak dibangun. Padahal Perda mengatur tinggi maksimum dari Sloof pondasi hingga ke balok tembok teratas hanya sampai 15 meter.

Kenyataannya tak demikian, karena apa yang dibangun, ironisnya banyak pula yang tak berijin, nekat mendirikan bangunan seenak perutnya, semau gue.
Yang penting penampilan membuat konsumen tertarik untuk mampir.

Buruknya, papan-papan reklame juga makin bertebaran, hingga memunculkan kesan kesembrawutan penataan ruang kota, baik itu menampilkan brand merk tertentu, baliho kegiatan, pamflet yang ditempel sembarangan, hingga spanduk yang melintang kesana kemari.

Bali tak lagi tercermin disetiap bangunan yang berdiri diatasnya.
Bali kini tak ubahnya Kota Jakarta, yang penuh kemacetan dan kesembrawutan.

DSDP

Category : tentang KeseHaRian

Tiga tahun terakhir kota Denpasar disibukkan oleh mega proyek pengadaan saluran limbah bagi seluruh masyakat Kota Denpasar, yang lebih dikenal secara awam, DSDP.Kemacetanpun terjadi pada ruas-ruas jalan yang mendapat giliran dibobol sebagian di kiri dan sebagian di kanan, hingga merambah ke masing-masing gang-gang perumahan.
Tak jarang pula satu dua ruas jalan harus ditutup akibat ramainya pekerja yang beraktifitas bersama alat berat serta pipa-pipa beton, dan berakibat pada pengalihan arus lalu lintas kearah lain.

Yang disayangkan, ada beberapa kebocoran terjadi, hinga dala satu ruas jalan, DSDP bisa 2 kali melakukan pembobolan aspal jalan, dan cenderung merusakkan permukaan.
Masih syukur pihak-pihak terkait masih mau mengaspal, dengan cara menambal jalan yang dibobol, namun tentu dengan spesifikasi yang jauh lebih murah, dan akibatnya kualitas dari permukaan jalan pun tak merata.

Yang lebih disayangkan lagi, ada satu dua ruas jalan yang akhirnya diaspal secara keseluruhan, namun masih saja dibobol oleh para pekerja.
Kenapa tak ada koordinasi antar pihak yang terlibat ya?

Kesan tambal sulam khas Pemerintahan Indonesia pun ditangkap masyarakat, karena apa yang ditargetkan tak mampu dicapai sesuai harapan.
Buang-buang anggaran daerah demi sebuah mega proyek dan kucuran dana ke rekening pribadi ?

Namun tetap ada harapan, agar Kota Denpasar tak lagi bersusah payah mengurusi limbah kotoran yang dihasilkan karena sedianya apa yang dilakukan hari ini, bertujuan untuk hidup lebih baikdi tahun-tahun mendatang.

Bakti

Category : tentang KHayaLan

Sedari kecil, setiap insan di Indonesia selalu ditekankan untuk berbakti. Dari yang paling sederhana, berbakti pada orang tua hingga ke yang bersifat universal, berbakti pada-Nya.
Namun bagaimana sikap dan perilaku yang bisa disebut sudah berbakti ?Dalam konteks agama Hindu, bisa berarti masih mau dengan hati yang tulus ikhlas nyakupang tangan di Merajan maupun tempat suci yang didatangi.
Dalam konteks keluarga, mungkin bakti bisa diartikan sebagai menurut pada kata orang tua, karena mana ada orang tua yang ingin anaknya keluar dari jalur yang baik, walo gak menutup kemungkinan bahwa tak sedikit pula sang anak malah mengambil jalan berseberangan dengan sang ortu.

Namun apakah dalam keseharian, apapun pekerjaan yang dilakoni asal masih dijalan-Nya, tidak bisa disebut berbakti ?
Apakah dengan berbuat baik, berkata baik, berpikir baik dan berkeinginan yang baik, juga sudah bisa disebut berbakti ?

Lagi-lagi pertanyaan ini hanya mengawang-awang dalam pikiran dan tak pernah terjawab. Mungkin hanya IA yang dapat menjelaskannya.