Selamat Datang di Hutan Alas

Category : tentang DiRi SenDiri

Rumah seharusnya memiliki syarat utama, yaitu ketenangan.
Agar manusia yang ada didalamnya bisa merasakan kenikmatan akan hidup baik dan buruknya. Menjadi lebih tegas karena konsentrasi dan keheningan selalu ada.Tapi yang terjadi dirumah Jalan Nangka 31 lama, mungkin membuat kemungkinan slogan ‘home sweet home’ gak berlaku.
Karena apa yang terjadi malah sebaliknya.
Setiap hari dipenuhi keributan, teriakan, raungan, ngomong pun dengan suara keras.
Rumah yang seharusnya tenang, malah menjadi hutan alas yang bisingnya membuat orang-orang didalamnya saling cureng, saling sinis dan gak mau mengalah demi menciptakan ketenangan.

Cuek jadi kata utama.
Peduli amat dengan mereka yang berkeinginan untuk istirahat setelah bekerja seharian.
Buat apa mikirin orang lain, seenaknya aja membunyikan klakson motor saat sampe dirumah. Mungkin sebagai tanda bahwa sang penguasa sudah tiba.

Gak ada lagi rasa hormat, bahwa satu dua orang sangat membutuhkan ketenangan yang memang diperlukan agar bisa hamil. Bahkan orang hamilpun seakan gak punya tempat disini.

Entah apa yang diinginkan oleh setiap makhluk didalamnya, karena berbagai macam jenis ada. Mau yang suka teriak-teriak, nyanyi keras-keras saat jam istirahat, ribut seenaknya, hingga melihara binatang yang suara dan kotorannya bikin hutan alas ini tambah hancur.

Jikapun emosi meledak, selalu saja dituding bersalah, karena gak menghormati orang senang, karena mereka punya hak untuk ribut ato miara binatang.
Kalo didiskusikan lebih dulu, mungkin bisa diterima.
Tapi kalo seenak sendiri miara, trus orang lain yang menikmati hutan alas yang bising dan penuh kotoran, apa etis seperti itu ?

Kehancuran lingkungan sudah didepan mata.
Tunggu saja kapan emosi dan keributan ini bakalan meledak dengan sendirinya saat telah mencapai puncak.

Aku sangat benci dengan rumah ini.

Post a comment

CommentLuv badge