Praja Biadab

Masih hangat ingatan bangsa ini akan kekerasan STPDN tahun lalu, kini malahan ada yang serupa dan sadis pula, cerita dari IPDN yang oleh Jawa Pos diplesetkan menjadi Institut Pembunuh Dalam Negeri.Yang membuat miris bukan saja kematian remaja bernama Cliff dari Sulawesi, namun lebih besar terarah pada arogansi para praja yang katanya begitu terhormat jika mampu lolos untuk mengenyam pendidikan disana. Usaha mereka untuk lepas tangan pantas diganjar dengan Hukuman MATI, ato disiksa dalam kubur sampe mati.
Diperparah oleh sikap birokrasi Institut setempat yang sepertinya menyembunyikan fakta yang terjadi, dengan mengatakan bahwa Cliff meninggal karena Lever.
Seorang Rektor bergelar Profesor mengatakan hal itu.
Bayangkan, bagaimana bobroknya IPDN hari ini.

Masihkah mereka pantas dan layak diakui jika disebut Manusia ?
Tak lebih layaknya hewan, yang membunuh teman sendiri demi makanan.
Huh !

Penyiksaan macam ini agaknya lagi trend disaat kondisi bangsa yang kian ambruk.
Ironisnya, masyarakat seakan enggan membantu pemimpin bangsa ini memperbaiki moral bangsa, namun lebih memilih untuk bertindak sewenang-wenang dan membunuh sesamanya.
Tak beda dengan penjajah kita zaman dahulu.
Mungkin orang-orang yang terlibat ini tak cukup hanya dikurung 1-3 bulan saja. Jika perlu kirim mereka ke tempat terasing, dan biarkan mereka tersiksa dengan lingkungannya.

Namun lagi-lagi hukum Indonesia menerapkan Praduga Tak Bersalah, seperti halnya Presiden yang hingga hari ini tak juga diadili, ato malah teroris bom Bali I yang hingga hari ini pula, belum dihukum mati.

Makin bertambahlah amarah dalam hati, hingga menimbulkan dendam.
Namun sekali lagi, hukum tertinggi ada ditangan Tuhan.
Mungkin hanya Tuhan yang mampu menghukum mereka setimpal dengan perbuatannya.
Begitu pula untuk pemimpin bangsa yang korup namun hingga kini masih tersenyum dan pula teroris bangsat yang membuat hancur negeri ini.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.