Indonesia hari ini

Category : tentang KeseHaRian

……..dan bendera merah putihpun berkibar dihari kamis, 17Agustus 1945. tak banyak yang tahu, namun segera berkumandang lewat radio Republik ini hingga ke pelosok desa. Tercapailah cita-cita Rakyat Indonesia dalam memerangi penjajahan yang selama 3,5 abad menginjak bangsa ini.Itu dulu.
Indonesia hari ini tak sepatriotik itu. Rakyat tak lagi berperang melawan penjajah, namun malah memerangi pejabat pemerintahannya sendiri, yang terkenal korup dan mengeruk keuntungan hanya demi kantong pribadi.
Dipimpinnya Indonesia oleh Presiden ke-2 selama 33 tahun, membuat terpuruknya perekonomian Indonesia, saat Beliau diturunkan dengan paksa oleh mahasiswa di tahun 1998 lalu.
Bobroknya birokrasi, amplop yang sudah menjangkau hingga kalangan bawah, menjadi buah yang dipetik selama 33 tahun kepimpinannya.

Kini Indonesia tak lagi megah. Tergolong papan atas tingkat korupsi sedunia. Apa lagi yang bisa dibanggakan ? jika negara lain berlomba-lomba memperbaiki perekonomiannya sehingga alam kurun 5 tahun kedepan, bangsa itu tak lagi masuk list ngara yang terpuruk lagi. Indonesia tidak. Malah makin asyik dengan hobi menghabiskan anggaran belanja negara maupun daerah untuk kepentingan pribadi maupun massa pendukungnya. Biasa parpol. Bukankah karena mereka, para pejabat tadi bisa naik dan menjabat ? kini saatnya balas budi.

Hingga apa yang menjadi prioritas utama seringkali kabur dan tak terurus. Bukan rahasia lagi jika Indonesia bukanlah negara yang tinggal landas, karena saat yang sama dibeberapa daerah, kemiskinan dan kelaparan menjadi momok utama rakyatnya. Seringkali tujuan utama masing-masing daerah hingga ketingkat pusat tak terwujud karena kerakusan para wakil rakyat yang berusaha mengeluarkan uang negara demi hal-hal yang seharusnya tak perlu.

Sudah saatnya kita memikirkan nasib bangsa ini.
Namun lagi-lagi saat kampanye begitu banyak dan mungkin semua yang berkepentingan, lantas mengumbar janji-janji palsu, yang herannya Rakyat Indonesia masih saja bisa termakan semua itu, lantas menyesal belakangan saat Beliau-beliau sudah menjabat.
Sudah banyak pemimpin yang menjanjikan kehidupan lebih baik, namun agaknya kehidupan lebih baik itu hanya berlaku bagi dirinya sendiri beserta keluarga dan sanak saudaranya. Tak lagi berbicara tentang Rakyat Indonesia.
Kami perlu bukti, bukan janji.

Tak usahlah kalian mengundang pers saat ingin menyumbang ato memberikan bantuan. Karena kebaikan itu toh akan menyebar sendirinya jika memang rakyat menerima dengan tulus hati.
Entah sampai kapan kita kan terpuruk, walo segelintir orang berbanding jutaan penduduk Indonesia, masih berusaha menegakkan keadilan, mengharumkan nama bangsa, hanya saja tak didukung oleh korupnya birokrasi bangsa ini.

Kami malu pada bangsa ini. Kami malu milikimu para pejabat birokrasi Indonesia.
Sudah seharusnya kalian malu pada kami. Namun tetap saja itu mustahil dilakukan. Karena mata sudah tertutup oleh lembaran kertas merah pimpinan Indonesia pertama ato birunya I Gusti Ngurah Rai.

Post a comment

CommentLuv badge