Dunia Dewasa ; selamat datang di…..

Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian

Selamat datang di dunia orang dewasa, begitu sambutannya jika kita memutuskan untuk menikah.
Namun apakah dunia orang dewasa bakalan secerah seperti yang diharapkan saat merencanakan pernikahan serta keterikatan dengan pasangan ?
Tentu tidak.
Kenapa ?Karena setelah dijalani, ternyata dunia orang dewasa gak lebih baik dari dunia anak-anak.
Bedanya dalam dunia dewasa segala masa depan, tergantung pada usaha dan perilaku hari ini. Namun lebih banyak memunculkan keegoan seseorang, dan memaksakan kehendak pada yang lemah.
Gak sedikit contoh yang bisa diambil.

Terkadang pula yang namanya iri hati, rasa tak suka, dendam bisa memicu perkelahian, pembunuhan hingga yang paling keji, mengguna-gunai orang dengan ilmu hitamnya.
Tentu tujuannya agak orang yang dikenai bisa merasakan sakit hatinya pengguna-guna.

Namun apa jaman yang sudah serba komputer ini semua hal yang dahulu digunakan, akan tetap berkembang ?
Ya.
Lihat saja, begitu banyak orang-orang dewasa yang menyembunyikan isi hatinya yang berduri dibalik topeng senyuman dan sapaan ramah.
Tak diketahui lagi mana yang senang dan suka pada kita juga sebaliknya.
Beda dengan dunia anak-anak yang sudah jelas raut wajahnya.

Dalam dunia orang dewasa pula kita lantas belajar untuk menipu orang lain, pasangan maupun kita sendiri. Semakin banyak kebohongan yang terjadi akan memicu pula kebohongan lain yang lebih besar. Pada akhirnya tak sedikit pula yang jatuh bangun dalam dunianya akibat kecerobohannya tadi.

Yang bikin lebih memalukan lagi, dunia orang dewasa dalam konteks negatif tak ubahnya dengan dunia anak-anak.
Rasa tak suka, lantas tak bisa menerima kenyataan, memicu seseorang berbuat lebih jauh dari pikirannya sendiri. Tak peduli itu saudara sendiri, tetap saja diperlakukan tak wajar.

Penulispun sempat mengalami hal ini hingga hari ini. Mungkin itu juga sebabnya sampe hari ini, kami belum bisa menimang-nimang baby yang kami dambakan sejak menikah.
Ada satu dan lain hal yang tak kami mengerti kenapa bisa orang tersebut mengambil jalan kiri, padahal dia orang yang sangat kuhormati dan kusegani.
Namun memang prasangka gak boleh tanpa bukti.
Namun jika orang itu sendiri yang keceplosan berbicara bahwa kita ada dalam genggamannya, mau bilang apa lagi ?

Tinggal tunggu waktu. Entah hingga berapa lama, yang pasti tangan Tuhan takkan tinggal diam, melihat ketidakadilan dunia dewasa ini. Namun apakah keadaannya akan berubah jika yang berniat jahat makin merajalela, sedang yang tak memiliki niat jahat makin terpuruk setiap harinya ?

Post a comment

CommentLuv badge