Laptop DPR : saya juga mau dong…

1

Category : tentang Opini

Tak banyak yang berkomentar untuk menyetujui anggaran DPR tentang pengadaan laptop sebanyak 550 unit plus alat-alat lainnya, dengan harga perbiji 22 juta, diluar pendapat dari anggota DPR kita yang TERHORMAT.

Lagi-lagi para tokoh politik menentang aksi arogan DPR itu dan meminta agar mereka kembali pada tujuan awal Reformasi, memperbaiki Perekonomian Rakyat Indonesia.(insert: pada gambar terlihat laptop Flybook, yang selain isinya cuanggih, sudah bisa dipake nelpon pula. Tinggal colokin simcardnya disamping, langsung ngomong deh. Mungkin ini yang bakalan dibeli oleh anggota DPR, agar selain bekerja bisa sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat dan menerima keluhan dari mereka. Sebab selama ini yang namanya handphone para anggota DPR sudah lumrah selalu aktif saat ia membutuhkan sesuatu, namun saat rakyat yang memilihnya membutuhkan sesuatu, tu ha pe langsung susah dihubungi. Tanya Kenapa ?)
Pssst… kalo yang dibeli itu laptop rongsokan, seharga dibawah 5 juta, namun pada kwitansi tertulis 22 juta, gimana ? apakah bisa diterima korupsi sebesar itu ?

Siapa nyana angota DPR yang beruit tebal itu seakan tak punya malu, dan menganggap laptop adalah satu hal yang penting bagi mereka, karena ini kerja otak bukan kerja otot (faksi Golkar-Jawa Pos 25 Maret 2007 hal.2)
Mungkin mereka sudah lupa dengan janji-janji muluk yang ditebarkan saat pemilu lalu, dan herannya Rakyat Indonesia masih saja percaya pada omong kosong seperti itu.

Mungkin saat pemilu depan, kita bisa menambahkan satu syarat lagi, untuk anggota DPR kita yang (katanya) TERHORMAT itu, yakni ‘harus memiliki laptop, mobil mewah dan rumah sendiri. Agar nantinya gak ada lagi anggaran untuk pengadaan laptop, mobil satu per anggota dewan, dan rumah jabatan yang nilai sebijinya cukup untuk membeli beras sekabupaten.’
Tak layak lagi jika kita memilih anggota Dewan yang rakus dan membunuh perekonomian bangsa.
Tak ada gunanya lagi keberadaan anggota Dewan di birokrasi pemerintahan Indonesia.
Lebih banyak sakit hatinya ketimbang hasil kerja yang dipersembahkan untuk bangsa ini.

Sudah hilangkah hati nuranimu, anggota Dewan Wakil Rakyat ?
Katanya Wakil Rakyat ?
Trus kalo dulu sebelum diangkat, merasa sudah bisa menyerap aspirasi rakyat, kenapa kini harus membutuhkan laptop lagi ?
Upayakan janji dan mulut manismu dulu, baru minta-minta.
DPR gak ubahnya anak TK, yang bisanya cuman minta-minta dan menghabiskan anggaran negara.
Cuih !

Saya juga mau dong, satu laptop untuk sehari-hari.
Biar bisa chatting, nge-net sampe nge-games.
Saya gak punya kerja, jadi daripada bengong nganggur trus gaptek terpuruk perkembangan teknologi, mending ‘kembali ke Lap..Top!
Ini kan kerja otak, bukan kerja otot ?
Nah, gimana dong ?

Comments (1)

mau juga donk satu,..

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge