Evolusi PDA

Category : tentang TeKnoLoGi

PDA awalnya dianggap barang mewah, karena gak setiap orang bisa memakai apalagi mengerti isinya. PDA bisa jadi satu simbol kemapanan kehidupan dan karir seseorang.
Namun perlahan tapi pasti, image ini berubah sedikit demi sedikit.
Hari ini PDA tak ubahnya sebagai satu sarana hiburan dan multimedia bagi setiap calon konsumennya.PDA pada awal kemunculannya, lebih banyak digunakan sebagai Organizer pengganti sekretaris pribadi, untuk mengatur jadwal dan juga pekerjaan.
Makin berkembang pada bervariasinya jenis PDA yang ditawarkan, baik yang memakai sistem operasi Palm, PocketPC, Symbian maupun Linux.

Kini PDA yang merajai posisi teratas tentu PocketPC, dengan pertimbangan utama, lebih familiar dimengerti oleh orang awam sekalipun, namun ia sudah mengenal sistem desktopPC terlebih dahulu.
Tampilan yang lebih berwarna dan menjangkau Multimedia serta hiburan lainnya, menjadi daya tarik utama bagi konsumen.
Sang rival, Palm OS tentu harus mengakui keungulan PocketPC, walopun secara de facto dari segi kebutuhan memory dan prosesor, Palm OS lebih sedikit membutuhkannya dibandingkan PocketPC.
Jadi bisa dibayangkan seandainya Palm memiliki tingkat kelebihan yang sama.

Diawali dengan PDA bentuk bongsor, besar dan berat namun masih memiliki layar hitam putih, dikembangkan lebih jauh oleh Palm OS menjadi lebih berwarna, walo baru sekitar 4K.
Sedangkan PocketPC mengawali hidupnya dengan WindowsCE berkembang menjadi Windows Mobile 2002. menggarap versi Smartphone baru pada rilis 2003.
Hingga kini sudah menelurkan beragam rilis sistem operasi, baik yang Pocket PC Phone Edition – PDA dengan fungsi tambahan telepon komunikasi dan touchscreen, maupun Smartphone – Telepon genggam ponsel yang memiliki fungsi tambahan sekelas PDA dan tentunya tanpa touchscreen.
Namun ada pula yang berada di area abu-abu, tampang PDA, namun tak memiliki fungsi touchscreen ato sebaliknya.

Perkembangan PDA pun makin beragam seiring peningkatan kebutuhan dari calon konsumen.
Maka dari itu para produsen dalam hal ini penyedia merk vendor, mengambil disatu tempat HTC, berlomba-lomba mengeluarkan desain, yang pada akhirnya sama persis, hanya beda merk.

Pemain teratas bisa dikatakan cukup banyak selain Palm, yaitu O2, Dopod, HP, T Mobile, Eten, Audiovox hingga yang terakhir muncul HTC.
Di kelas Smartphone, juga bermain produsen yang kurang lebih sama.

Hingga hari ini, desain dari produsen PDA yang tergolong canggih hanya satu.
Desain mirip laptop mini, dengan layar yang bisa diputar, untuk memberikan tampilan layaknya PDA konvensional.
Ada juga yang memiliki thumbboard (keyboard mini Qwerty), dengan slider kebawah maupun kesamping.
Namun ada juga yang sudah tampil langsung dibawah layar.

Keragaman ini memicu persaingan harga yang juga makin ketat namun tetap saja harga barunya tergolong mahal untuk taraf perekonomian rakyat Indonesia. Minimal sekitaran 4-5 juta, dan termahal sekitar 10an juta.
Itu dengan desain standar ya, bukan diisi dengan batu safir, emas maupun berlian.

Jadi bisa dikatakan Evolusi PDA berkembang dari segi desain, fungsi, hardware juga harga. Yang pasti, teknologi akan terus berkembang setiap tahunnya.
Dan semoga saja ada produsen yang menawarkan fitur secanggih laptop namun dengan harga sejutaan.

Post a comment

CommentLuv badge