Musibah : Merenungi Nasib

Category : tentang Buah Hati

Berkesempatan melihat kembali tempat makan yang tempo hari kabarnya sempat terbakar, kali ini sudah direnovasi dengan estetika yang lebih solid dan mantap.
Warung Be Pasih di jalan Pemuda, Renon.
Bangkit kembali dengan suasana villa, setelah mengambil resiko besar memakai alang-alang, untuk memunculkan nuansa Bali. Sungguh satu desain yang klasik.Namun yang dibicarakan kali ini bukanlah masalah desainnya.
Namun lebih pada kebangkitan akan semangat yang mungkin pernah hilang saat kebakaran terjadi.
Entah berapa investasi yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi seperti semula.
Bersyukur, ceritanya happy ending, dengan sejuta penderitaan yang dialami sebelumnya.

Hari ini penderitaan secara pribadi kurasakan sebagai cobaan yang tiada henti dari-Nya.
Sempat terlintas akan ketidakadilan ini. Mengapa orang-oang yang bersikap melanggar aturan, tak taat pada-Nya, diberikan kehidupan yang mulus, bahkan cenderung bahagia.
Sedangkan kami yang berusaha untuk berbuat, berkata dan berpikir yang baik, harus menjalani hal seperti ini ?

Merenungi Nasib
Mungkin jika terus-menerus berpikir dan merenungi nasib tanpa berbuat apa-apa, takkan bisa merubah apapun. Kehidupan kan tetap berjalan turun.
Namun jika berusaha makin kuat, cobaan serta angin makin kencang menerpa.
Langkah yang mana harus diambil ?

Dalam kebingungan dan berbagai dugaan akan kuasa-Nya, terlintas pula jalan pendek, namun segera dijauhkan, demi tekad yang dimiliki dan berusaha dijalani selama ini.

Bila dibandingkan orang lain, mungkin ini belum apa-apa.
Tuhan takkan memerikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.
Apakah Tuhan kali ini masih ingin menguji kesabaran kami ?
Entah sampai mana kami mampu bertahan.

Hanya satu yang bisa kami mohonkan.
Kehidupan yang lebih baik, dan juga kebahagiaan sebagai suami istri, dalam usaha membentuk satu keluarga yang penuh cinta kasih.

Sampai kapan ?


the Post ReLated

Post a comment

CommentLuv badge