PENGERUPUKAN : Sebuah Tradisi

Category : tentang KHayaLan

Malampun sudah menjelang, Umat hindu sebelum melakukan upacara Pengerupukan, terlebih dahulu melakukan persembahyangan bersama, sekaligus Natab Kaki, agar nantinya diharapkan kaki ini takkan menuntun diri kejalan yang salah.

Setelah natab selesai, barulah bunyi-bunyian bertalu-talu, sambil membawa percikan Tirta serta pelepah kelapa yang dibakar, berkeliling ke sudut-sudut rumah dan tempat-tempat yang diyakini ada penunggunya, berakhir di jalan raya depan rumah masing-masing.

Jalanan pun sudah mulai lengang, karena beberapa ruas jalan sudah ditutup agar arak-arakan ogoh-ogoh bisa dimulai.
Tampak pedagang duren yang hari ini sepertinya sepi pembeli, tak seperti biasanya.
Sebentar lagi, ogoh-ogoh akan diarak keliling Desa Pekraman, namun tentunya harus melewati Bali Hotel, dimana Gubernur Bali turut menyaksikan bersama ekspetariat asing serta wisatawan mancanegara lainnya,Bagaimana ceritanya ?Tunggu posting berikut….

Post a comment

CommentLuv badge