PENGERUPUKAN : Sebuah Kreatifitas

1

Category : tentang KHayaLan

Saat untuk berkeliling sudah akan dimulai.
Kumpulan generasi muda Banjar Tainsiat yang tergabung dalam satu wadah, ‘Sekaa Teruna Banjar Tainsiat’, tampak memenuhi perempatan jalan raya, ditambah orang tua dan warga banjar lainnya, dilengkapi oleh Kelihan (pimpinan warga), juga Pecalang sebagai seksi Keamanan.Tak luput dari informasi, tampak beberapa anak muda menenteng kamera saku, handycam hingga video shooting layaknya BaliTV.
Inilah Dede Mahendra.
Berbekal Press Card yang dikalungkan di leher, walopun yang tertera bukanlah untuk kepentingan ogoh-ogoh, setidaknya menunjukkan kreatifitas secara sukarela dari generasi muda saat ini.
Tanpa bayaran, Bung !

Wajah garang ogoh-ogoh tampak menyeramkan dikegelapan malam, yang hanya diterangi beberapa lampu penerangan jalan, mulai menghias wajah Kota Denpasar.
Keberadaan ogoh-ogoh yang dibuat oleh generasi muda Banjar Tainsiat terlihat sangat kontras, dimana ogoh-ogoh lainnya berukuran kecil dibanding milik mereka.
Pantaslah foto-foto pun terpampang di halaman pertama beberapa media koran lokal. Termasuk Jawa Pos.

Saat diarakpun wajah garang ogoh-ogoh makin terlihat, dilengkapi lampu sorot, serta suara-suara lolongan dari para generasi muda yang kebagian menyangga ogoh-ogoh, makin membuat suasana mencekam.
Kejahilan anak muda tetaplah terlihat.
Saat melewati kuburan Desa Adat Bantas, tampaknya ogoh-ogohpun diarahkan kepintu gerbang kuburan tersebut, seakan menguatkan citra Celuluk sebagai penguasa kuburan.

Saat selesai dan tiba kembali di Banjar, sembari menunggu konsumsi dibagikan, ogoh-ogohpun dihancurkan dan dibawa ke Kuburan Desa Adat Badung, untuk kemudian dibakar.
Hilanglah sudah dana sebesar 8 juta yang telah diwujudkan dalam satu sosok besar, ‘Celuluk Bengong’.
Namun semangat generasi muda ditambah partisipasi warga banjar, Pengerupukan tahun ini berjalan tanpa masalah.
Bersyukur ini bisa tercapai, ditengah rasa was-was saat akan berangkat tadi.
Terima kasih untuk 2 orang Arsitek utama ogoh-ogoh, KEDUK juga ANTO’, yang sedemikian usahanya menyalurkan kenekadan aspirasi selama 3 tahun, menjadi satu wadah yang mampu menyatukan seluruh warga banjar.
Semoga tahun depan, bisa dibuatkan kembali.
Viva Sekaa Teruna Banjar Tainsiat ‘Yowana Saka Bhuwana’.
-Pande

Comments (1)

Yang megang kamera keren juga ya ? hehhehe

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge