Fenomena Bali : Abrasi dan Investasi

Category : tentang KeseHaRian

Keindahan Bali saat ini tak seindah dahulu, karena kini pantai-pantai di Bali, sudah akin tak bersahabat seiring pesatnya pembangunan.
Abrasi Pantai.
Inilah yang paling besar terjadi disepanjang pantai di Bali.
Tergerusnya penahan dinding pantai oleh ombak yang kian ganas, menyebabkan wajah pantai di bali tak eksotik lagi.Terlihat didalam foto, dikejauhan terdapat sebuah Pura di sebelah Utara Pantai Padanggalak, posisinya sudah hampir dekat dengan garis air pasang pantai.
Jika tak ditangani dengan lebih serius, bukan tak mungkin air pantai akan makin menghabiskan lahan Pura.
Namun disekitarnya sudah ada satu penanganan dari Pemerintah, dimana dibuatkannya jalan setapak disepanjang pinggir pantai.
Hasilnya setelah dua tiga tahun baru terlihat.
Abrasi tetap menuai kemenangan.

Yah, Bali memang tinggal menunggu nasibnya….

Tak jauh dari lokasi Abrasi, terlihat sebuah lokasi wisata ditahun 97 lalu yang sangatlah megah.
Didalamnya terdapat sebuah gunung serta danau buatan, yang malam harinya menyemburkan api, serta disekitarnya terdapat taman reptil khususnya ular dan buaya.
Di sisi tenggara juga terpampang satu bangunan sakral Bali, tempat penyimpanan hasil panen Petani, yaitu Lumbung, dalam ukuran yang sangat besar.
Sedangkan dibagian timur dekat pantai, terdapat arena bermain dan ketangkasan, termasuk fasilitas2 layaknya Ancol.

Namun memasuki tahun 2000, terlihatlah bagaimana sifat orang Bali pada umumnya.
Dengan cepat jika sudah pernah menjajal, rasa kagum itu hilang, dan berubah menjadi, ‘ah males deh kesana lagi…’
Didukung dengan perubahan perekonomian di Indonesia, Taman Festival Bali pun ditutup dan positif terbengkalai.
Hingga kini, pagar besi diareal pintu masuk masih terpasang kokoh, namun kondisi lingkungannya bisa dibilang tak terawat.

Investasi yang mubazir ?

Post a comment

CommentLuv badge