SAFETY RIDING : Efektifkah ?

1

Category : tentang Opini

Terhitung awal tahun ini, aparat Kepolisian Kota Denpasar, sedang gencar mengkampanyekan program mereka, ‘Safety Riding’. Tujuannya tentu untuk mengurangi angka kecelakaan yang semakin hari semakin tinggi grafiknya.
Program ini sebetulnya sudah pernah diterapkan tahun lalu di Kota Jakarta, dan tujuan utamanya memang tercapai, yaitu menekan angka kecelakaan.Tak jauh berbeda dengan kota Jakarta, di kota Denpasar pun kemacetan jadi momok utama. Selalu terjadi saat jam-jam sibuk, baik berangkat kantor, makan siang maupun pulang kerja.
Makin menjadi-jadi saat hari menjelang malam minggu, sepertinya tiga perempat penduduk kota pada kluar semua cari angin.

Namun kondisi yang sudah kacau saat terjadi kemacetan dititik-titik tertentu, diperparah lagi dengan perilaku para pengendara motor yang kalo boleh dirata2kan antara angka 1 sampe 10 sebagai nilai sempurna, ni pengendara bisa dikategorikan minus 5.
Sudah lima, yang tergolong angka merah, minus pula.
Wuih.

Rata-rata pengendara yang masuk kelompok ini berkisar pada anak-anak smp yang sudah sudah diperbolehkan secara sepihak oleh para ortu mereka untuk mengendarai sepeda motor kluaran mutakhir, walopun juga didukung secara tak tertulis oleh Poltabes, karena kok masih bisa ngluarin SIM, padahal belom 17 tahun ?
Teorinya sih TOP…

Ato juga para pengendara yang baru blajar mengendarai sepeda motor, namun lagak lagunya sudah mengerti dan fasih dengan peraturan lalu lintas yang ada. Nyalip dari sisi kiri, atopun mendahului kendaraan dari sisi kanan, padahal sudah jelas moncong kendaraan sudah berbelok, bahkan memasang lampu sein yang terang bisa dilihat jelas oleh pengendara dibelakangnya.

Bisa juga remaja tanggung yang sudah brani ngebut dijalan, tanpa memperhatikan efek mendadak dari orang yang didauluinya.
Namun yang paling parah tentu saja pengendara yang tak memakai helm, bergaya dan berlagak huebat, padahal itu bisa membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Ini biasanya terjadi pada jalan-jalan lingkungan, pinggir kota, tapi ada juga yang nekat melakukannya ditengah kota.

Perilaku pengendara juga tak lepas dari kebiasaan memotong jalur kendaraan lain, melanggar rambu lalu lintas sampe menerobos lampu merah.
Ini sering terjadi diseputar kota Denpasar.
Namun jika sudah ada polisi yang nongkrong di jalan, baru deh para pengendara ini berlagak alim menuruti auran lalu lintas.
Seperti iklan rokok saja, ‘mau patuh jika diawasi’.

Aparat kepolisian tentu gak boleh menutup mata akan semua perilaku pengendara yang nyeleneh tadi. Karena bagaimanapun juga sekeras apapun program yang ingin diterapkan, namun jika dari segi perilaku person tak juga berubah, kan mubazir ?

Apa efektifnya jika menyalakan lampu di siang hari, dijalan satu arah (one way), yang tentunya pengendara dibelakang tetap saja zigzag dalam berkendara.
Mungkin jika digunakan pada jalan dua arah, bisa jadi.
Tentu kembali pada perubahan sikap dan perilaku para pengendara tadi, saat akan memulai perjalanan begitu kluar dari tempat tinggalnya.

Safety Riding yang dilontarkan tahun ini mungkin saja dapat berlaku efektif, jika saja pengendara mau merubah kebiasaannya tadi. Sebagai contoh, saat melintas di jalan Gatsu Barat, pada jalur dua arah, rata-rata pengendara memang sudah menerapkan nyala lampu disiang hari.
Namun ini dirusak oleh tingkah beberapa pengendara motor, yang ngebut dan zigzag dijalanan. Sambil mengklakson pengendara didepannya.
Apakah ini akan mampu berjalan efektif ?
Sebuah tanda tanya besar menggantung dilangit-langit kamar ini.

Makanya tak heran, saat jalanan macetpun ada seorang pengendara yang membonceng orang tua dibelakangnya, dan sempat zig zag searah dengan tempat tujuan yang ingin dicapai.
Terlihat jelas kalo orang ini gak peduli dengan pengendara lain, dan berusaha sampai lebih cepat.
Namun gerakan zig zag ini berubah menjadi hantaman keras sepeda motor ke sebuah mobil yang jelas-jelas berhenti karena macet.
Bagian belakang motor sampe naik dan membuat angle 45 derajat, dan akhirnya jatuh kearah kiri.
Yang kasihan tentulah si orang tua, dimana darah terlihat mengalir dipelipisnya.
Kasihan.
Trus, nasib si anak muda hebat ini ?
Gak ada yang peduli….

-Gatsu Barat, di jembatan sebelah barat jalan Buluh Indah dan pom spbu sebelah kiri jalan. Senin 5 Maret 2007 jam 11.45 siang.
Satu bukti bahwa kecelakaan yang terjadi dijalan dua arah pada lajur satu arahpun dapat terjadi kecelakaan, walopun mungkin sudah menerapkan program Safety Riding, dengan menyalakan lampu motor disiang hari.
Tak lepas pula dari kebiasaan dan perilaku dari masing-masing pengendara dijalan raya.
Mungkin ini bisa jadi program berikutnya dari aparat Kepolisian, jika memang bersungguh-sungguh dalam tujuannya menekan angka kecelakaan.
Semoga.

Comments (1)

[…] hal ini bukanlah hal baru bagi masyarakat Kota Denpasar. Beberapa waktu lalu sudah pernah dicoba dan diterapkan namun kemudian menghilang, mubazir kata […]

Post a comment

CommentLuv badge