MATI : sebuah solusi akhir

Manusia ada didunia ini dipastikan melewati 3 tahap.
Lahir, Hidup dan Mati.
Kematian bagi seorang manusia adalah satu hal lumrah, baik dimana dan kapan saja, Tuhan sebagai pencipta, bisa menurunkannya jika memang ia sudah layak untuk menghuni istana-Nya.Namun ada juga kematian yang tidak lumrah, mati akibat kecelakaan maupun bunuh diri yang makin marak akhir-akhir ini. Sebuah solusi yang buntu dan pendek.
Mati dengan cara ini, katanya memiliki jalan yang tak mulus, karena memilih jalur yang belum saatnya tiba.

Tak sedikit orang-orang yang putus asa berjuang untuk dapat bertahan hidup, dan memohon-mohon pada-Nya, untuk mengambil nyawanya hari ini juga.
Padahal kalo ingat pada tembang apik milik Ungu, jika saja sebelum mati, kita sudah tau akan mengalaminya sebentar lagi, seharusnya dari dasar hati kita timbul keinginan, sudahkan saya menolong orang ? sudahkah saya menyenangkan orang ?
Apakah tidak ada jalan lain selain mati ?

Jika memang itu yang terbaik, dasarnya orang yang ingin mati sebelum waktunya, bisa dikatakan sebagai orang yang sangat-sangat mudah menyerah.
Mungkin ada yang pernah membaca sekelumit kisah keajaiban pada buku-buku semangkuk sup, dimana sekian banyak orang sangat bersyukur apat hidup dan elihat orang-orang yang ia cintai, bertemu kembali.

Satu hal yang pasti takkan pernah dipikirkan oleh orang-orang kategori ini adalah, bagaimana perasaan orang yang ditinggalkan nanti.
Apakah akan lega, saat kematian menjemputnya ?
Apakah akan bergembira, saat maut sudah tiba didepan pintu ?
atau malah memohon pada-Nya, agak jangan mengambil nyawa orang yang ia cintai, dan ia rela berkorban, menggantikannya jika boleh.

Jika saja itu pernah terlintas dalam pikiran manusia sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya, mungkin ia takkan punya keinginan lagi untuk mati.
Apakah semua masalah akan selesai jika kita mati ?

Tidak.

Tuhanpun sudah memiliki jalan bagi orang-orang yang mati, baik sewajarnya ato malah tidak wajar.
Tinggal bijak kita memilih.
Apakah dengan berusaha berbuat, berpikir, berkata-kata dan berperilaku yang baik pada orang-orang yang dicintai maupun sesama, atokah mati menjadi solusi akhir ?

Mati, jalan terpendek yang bisa dilalui tanpa usaha dan perjuangan.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.