KEBAYA : trend tiada henti

Melintas di seputaran Diponegoro, sempat terlontar decak kagum istri akan pajangan kebaya yang hadir disebuah etalase toko. Ya, kebaya. Hasil karya anak bangsa yang paling digemari dari segi motif, bordiran maupun corak warnanya.Tak jarang para ibu-ibu hingga yang abg, termasuk kategori nomor satu, jika sudah ngomongin kebaya. Tak jarang pula, sepulang dari obral obrol, lantas bisa berlanjut ke shopping bareng ato malah nuntut pada suaminya untuk membelikan kebaya yang sama dengan tetangga sebelah.

Herannya sebanyak apapun kebaya yang mereka miliki, kepuasan itu tetap tak ada batasnya. Bahkan bisa jadi kebaya yang baru dibeli, setelah tiga bulan bisa dikelompokkan sebagai bukan modenya saat ini. Pinter banget ya para erancang busana, menciptakan mode sekian bulan sekali ?

Lebih heran lagi, kebaya-kebaya yang mereka miliki, mungkin terpakai baru 2-3 kali. Beda dengan makhluk yang namanya cowok (pengecualian untuk yang tergolong ‘metroseksual’ dan gay), baju yang sama masih dipake walo usianya sudah setahun dan warnanya pun telah pudar.
Seperti kata Bung Karno yang lebih suka pake kaos oblong yang robek dan penuh tambalan, ni baju masih enak pas dibadan.
Weleh, kapan ya, para ibu-ibu maupun abg tadi bisa punya keyakinan seperti Beliau ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.