Lapindo ow ow Lapindo

Majalah Tempo edisi 2006, sempat menuangkan tema lumpur Lapindo, yang menceritakan rincian terjadinya luapan lumpur di sebuah desa tak terkenal, Sidoarjo.Walopun kini Lapindo bisa dijadikan salah satu obyek wisata untuk membantu pengumpula dana bagi para korbannya, namun orang yang paling bertanggung jawab atas semua hal ini, malah masih melenggang kangkung saat penghuni TAS sibuk memblokade jalan, karena kecewa dan marahnya mereka, tak juga disantuni hingga hari ini.

Perbuatan mereka tentu mencoreng luka yang lebih dalam, dan jangan menyalahkan kami, jika kami apriori pada segala tindakan pejabat dan tentunya pemborong proyek lapangan.

Hey, dimanakah hati nurani kalian ?
Telah tertutup oleh milyaran uang yang disodorkan sang penggagas luapan lumpur ?

Ternyata mental orang-orang yang bertanggungjawab akan hal ini bisa terjadi, gak ubahnya mental otak udang, namun herannya masyarakat masih aja terbuai dengan musibah transportasi dibanding Lumpur Lapindo ini.
Huh.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.