THE RULES

Category : tentang KeseHaRian

Hidup yang dijalani ini hanyalah sebuah sandiwara kata orang. Manusia dan makhluk lain, lahir, hidup dan menunggu mati dalam rentang waktu tertentu.
Tujuan yang dicari bukanlah kekayaan, karena bisa hilang, dicuri orang, ato nantinya toh akan diwariskan.Nama baik. Ya, inilah yang dicari, namun kebaikan nama memang bener2 murni muncul dari berbagai perilaku orang yang memiliki nama tersebut. Bukan mencari kesempatan, ato memanfaatkan kekurangan orang lain.

Untuk mencapai itu, orang biasanya bertindak dan berpikir mengacu pada aturan yang diyakininya.
Ada orang yang yakin, jikadia djihad, membela umatnya dan diperbolehkan membunuh makhluk lain yang tak sepaham, adalah Halal, dan dipastikan masuk surga.
Ada juga yang meyakini, membunuh adalah perbuatan dosa, kecuali membunuh untuk qurban, dan kepentingan upacara agama lainnya.

Keyakinan itu bukanlah peraturan baku yang harus diterapkan oleh keseluruhan orang-orang dimuka bumi ini.ada juga yang memilih untuk melawan arus aturan yang diberlakukan, untuk mencapai apa yang diinginkannya.
Ngebut dijalan, bagi anak muda adalah sebagai wujud ego dan eksistensi dimata orang lain, agar lebih dicap pemberani dan hebat. Padahal ngebut sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Untuk melegalkan kebut-kebutan ini, maka dibuatkanlah satu ajang ketangkasan mengendarai motor di sirkuit tertentu.

Melawan arus tidak saja berkonotasi buruk. Namun melawan arus aturan yang nyeleneh, bisa jadi satu upaya untuk mencari kebenaran yang dikatakan oleh hati kecil, walopun orang sekitarnya mencap dia sebagai musuh ao orang yang harus dijauhi.

Gak jarang, orang-orang yang berusaha untuk mengikuti kata hari, melawan arus atopun yang berusaha mejalani aturan sebaik mungkin, malah dicemoohkan oleh sebagian lainnya, dimana kehidupan mereka fifty-fifty. Berusaha mengikuti aturan, namun kadang juga melawan arus.
Fleksibel istilahnya.

Berhubung aturan dan keyakinan tadi tidaklah baku, harus dilakukan oleh setiap orang dimuka bumi ini, karena semua itu tercipta setelah adanya doktrin-doktrin yang masuk ke otak manusia sejak kecil.
Berpoligami pun dianggap sah, bahkan gak jarang yang beristri 4 orang.
Namun lagi-lagi itu semua dipatahkan dengan kenyataan, bahwa manusia takkan bisa sesempurna-Nya.

Yang menjadi sungguh ironis, adalah saat manusia berhitung seberapa banyak pahala yang ia dapatkan jika melakukan sesuatu hal yang mungkin berguna bagi orang lain, kemudian mengkalkulasikan dan meyakini dirinya dijamin masuk surga. Dan nilai terbesar adalah dari tindakan membunuh sesamanya sendiri yang berbeda paham keyakinan.
Sampe kapan, orang-orang ini mau di-doktrin untuk meyakini hal yang salah persepsi tadi ?
Padahal sudah sangat banyak contoh di masyarakat, bahwa orang-orang yang berusaha mengikuti aturan nyeleneh itu, malah ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
Herannya, masih ada juga yang membela, karena beranggapan itu sah dan benar.

Apa benar ?
Apa benar begitu dimata Tuhan ?
Apakah kebenaran itu hanya ada dalam kitab-kitab suci, yang lagi-lagi hanyalah buatan tangan manusia ?
Apakah ketidakadilan begitu merajai bumi ini ?

Jika saja manusia mau untuk mengikuti hal-hal yang masuk diakal dan menjaga keharmonisan antar sesamanya dan makhluk lain, mungkin gak ada lagi kemaksiatan, arogansi satu dua pihak tertentu, maupun kesimpang siuran kebenaran.
Kebenaran hanya satu.
Yang mengetahuinya hanyalah Tuhan.
Bukan orang-orang yang lahir hidup dan mati dibumi ini.

Post a comment

CommentLuv badge