Toleransi Umat Beragama ; Masih Adakah ? (1)

1

Category : tentang KeseHaRian

Coba tebak, kenapa pertanyaan diatas kuajukan hari ini ?
Apakah masih ada yang namanya Toleransi Antar Umat Beragama ?
Hormat menghormati budaya maupun tradisi antar Umat Beragama dalam konteksnya bermasyarakat, berbaur dengan lingkungannya – “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”.

Satu contoh kecil yang paling sering mendapatkan sorotan di media cetak adalah penutupan jalan saat Upacara atau Ibadah dilakukan.
Mungkin jika pernah jalan-jalan pada hari-hari tertentu yang diangap suci dan sakral bagi Umat Agama tertentu, tentu tahu, bagaimana pengalihan jalur jalan dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan jalan raya, bagi pengendara yang kebetulan melintas didekat areal tersebut.Hari Minggu Pagi, di Kota Denpasar penutupan terjadi diruas jalan Surapati, karena Umat Kristen melakukan kewajibannya di Gereja yang terdapat di 2 jalur jalan, Surapati sendiri, juga Kepundung.

Hari Jumat Siang, penutupan terjadi dibeberapa titik yang kebetulan terdapat Masjid, dimana Umat Islam melakukan holat Jumat, seperti yang terjadi pada ruas Diponegoro maupun WR Supratman.

Hari suci bagi Umat Hindu lain lagi, gak Cuma dalam rangka Upacara pada Pura setempat, penutupan juga berlaku, jika pada jalan tersebut ada yang melaksanakan upacara Pernikahan atau lainnya.
Apalagi jika pada bulan-bulan dimana Hari Baik diambil untuk Prosesi Pernikahan, dalam satu desa bisa terjadi 2 sampai 4 acara yang sama, dan cukup untuk menjadi alasan menutup jalan setempat.

Aku sempat mengalami hal ini saat hari Minggu lalu, meghadiri undangan nikah seorang teman di Perean Badung, dimana ada 3 jalur jalan ditutup, untuk menunjang upacara berlangsung, walaupun pada saat aku sampai dilokasi, seharusnya gak perlu lagi hingga nutup jalan, apalagi dalam suasana gelap (sore menjelang malam), berhubung gak ada lampu penerangan jalan setempat.
Hasilnya lumayan kebingungan, mencari jalur masuk, dan juga untuk keluar dari areal tersebut, karena saat balik, ternyata penutupan jalan terjadi di jalur ketiga, padahal tadinya diperbolehkan lewat.

Gilanya, penutupan 3 jalur jalan ini gak pake koordinasi antar lainnya, lumayan membuat para undangan kebingunan mau ngambil jalur kemana. Namun yang paling ngeselin, oknum penutup jalan, dengan cueknya ngelarang kami lewat dan marah-marah, namun gak ngasi solusi apa-apa. Damn !

Mungkin ini kecil artinya dimata masyarakat, tapi lumayan bikin kesel, apalagi kalo kebetulan satu dua pengendara yang melintas dalam kondisi Urgent misalnya, darurat karena membawa orang sakit, gimana dong ?

Memang sulit jika sudah menyangkut masalah Agama, salah sedikit mungkin nyawa yang melayang, padahal ini lebih ditujukan untuk Toleransi antar Umat, ya gak ?

Comments (1)

ora ngerti nich….!!!!

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge