Juru Parkir

Category : tentang Opini

Jukir bermain di karcis Parkir.
Kalo karcis tak diberikan artinya kantong pribadi nambah tanpa harus dipotong Pemerintah.
Kalo karcis diberikan artinya uang yang masuk jadi berkurang.
Pilih Mana ?Pura-pura lupa ngasi karcis Parkir aja deeh….

Pembangunan ato Penghabisan ?

Category : tentang KeseHaRian, tentang Opini

Ada yang aneh bila melintas di Nol Kilometer Kota Denpasar, alias Patung Catur Muka, sebelah Timur Kawasan Gajah Mada, tepatnya di Lapangan Alun-alun. Berhentilah di areal lampu lalu lintas pada ruas jalan Udayana, depan Kodam ato Kantor Pak Walikota. Ada yang hilang ?Ya, kebetulan pas melewati jalan tersebut, mata sempat gak percaya demi melihat Alat Pengenal Polusi telah dihilangkan ato dipindahkan ?
Entah apa pertimbangannya Alat ini diambil kembali.

Sedari awal penempatannya pun hati ini sudah gak setuju, karena jalan dan areal tersebut bukanlah jalur macet dimana polusi perlu dikenal besarnya setiap hari. Mungkin akan lebih tepat jika ditempatkan di Perempatan Dewi Sartika – Matahari Dep.Store – Mc.D. ato malah di Perempatan Pasar Badung ?

Jadi heran, apakah pengadaan Alat ini memang berguna adanya untuk Mendukung Pembangunan Kota Denpasar (tapi kenapa tidak digunakan secara optimal) ato hanya untuk menghabiskan dana anggaran tiap tahunnya dan digunakan untuk gaya-gayaan di mata masyarakat saja ?

Selebriti Juga Manusia

Category : tentang Opini

Men, acara apa yang paling boom di Televisi Indonesia ?
Yap, Sinetron.
Selainnya itu ya Infotainmentnya para Artis.
Gak henti-hentinya di masing-masing stasiun, berbeda jam tayang dan berbeda tajuknya.Terakhir ada juga yang bikin acara yang menurutku agak gila, ya Selebriti Juga Manusia.
Bilangnya aja cerita fiksi, satu kebetulan belaka, tapi yang namanya masyarakat Indonesia hari ini tentunya udah pinter-pinter dan langsung bisa nebak, ini ceritanya siapa….

Cerita yang bagiku cuman membenarkan secara sepihak, dan mungkin nutup mata dari pihak lawan mainnya. Bahkan gak jarang setelah tayang, protespun muncul dari lawan main versi kenyataan cerita aslinya. Tapi lagi-lagi bantahan yang ada ya itu, Cuma kebetulan dan fiksi. Padahal….

Bagiku pribadi ni acara mungkin lebih baik stop tayang, karena menjalankan cerita pembenaran sepihak bagi yang jadi bintang pada episode tertentu, tanpa adanya ijin dari pihak lawan main dalam kenyataannya.

Manusia gak ada yang sempurna, Bung.
Pasti ada salahnya, dan aku yakin kesalahan-kesalahan yang dilakukan sang bintang, kalo bisa ya diminimalisir untuk mendapatkan kesan cerita yang dramatis di mata penonton. Gak mungkin lah mengungkap aib keburukan diri sendiri, ya gak ?

Acara ini gak ada bedanya dengan cerita-cerita yang dikarang seorang cowok ato cewek yang masih ngejomblo ato bahkan diputus pacarnya, agar terlihat jadi seorang hero dimata orang lain, utamanya sasaran berikut yang barangkali bisa dijadikan pacar baru.
Boong dikit, gak pa pa, toh sang mantan yang dulu gak tau.

Nah, gimana kalo terungkap kebenarannya ?
Berkelit tentunya….
ah ini kan kebetulan belaka.

1998 – 2006

Category : tentang KeseHaRian

Iseng pengen denger lagunya Slank yang tempo dulu, sempat terbayang masa-masa sekolahan ampe kuliah. Gak nyangka tahun berganti segitu cepatnya.
Masih terbayang saat-saat kumpul bareng temen se-geng, manggang ikan, tuker-pinjem kaset Slank, Dewa 19 sampe kompilasi Lemon Tree (ugh…!).Tapi yang bikin keingetan, jamannya turun Pak Harto oleh Mahasiswa tahun 1998, rame-ramenya Demo, walo cuman ikut-ikutan buat ngindarin jam kuliah. Huehehe…
Denger lagu PR Si Sum ato Naik-naik kePuncak Gunung, ternyata sampe pergantian presiden yang ke 4, masih aja ntu lagu mengena kondisi hari ini. Duuuh…

Kapan ya, harga-harga di Negeri ini bisa turun ?
Sempet menghayal juga, kalo Dollar bisa turun sampe dua ribuan kurang, ato uang sekolah yang gak naek setinggi langit…

Tahun 2006, Indonesia katanya udah Merdeka selama 61 tahun, tapi masih juga terjajah oleh negara lain walo terselubung, ato malah terjajah oleh oknum-oknum yang masa lalunya mungkin mati-matian dibela oleh para Pejuang waktu itu.
Ah… Negeri ini hari ini mungkin sudah melupakan sejarah kita yang berlalu.

Perjalanan nge-Blog

Category : tentang DiRi SenDiri

Sudah sekitar 4 bulanan aku menulis lewat Blog, hingga kini lebih dari 100 posting sudah lahir dari pikiran selama menjalani keseharian rutinitas ato saat jalan-jalan melewati suatu obyek yang menarik perhatian.
Sebagian aku tulis sebagai ungkapan kekagumanku pribadi akan teknologi, hingga seakan aku mendewakannya lewat benda-benda yang aku miliki dan kubawa kemanapun kupergi.
Sebagian lagi uneg-unegku pribadi, baik rutinitas hidup, senang sedih kalut gembira, ato malah pengalaman-pengalaman yang gak dialami orang lain, juga hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan yang kujalani.Hingga hari inipun aku tetap bersyukur, ikutan workshop yang diadakan Stikom Surabaya tempo lalu, so, Thanks to Bpk. Erwin Sutomo, yang udah mengajarkan aku untuk nulis lewat media Blog, untuk menyalurkan pikiran yang selama ini mandeg dikepala lantaran gak tau harus ngungkapinnya dengan cara apa.

Tulisan Teknologi lahir karena pengaruh kakakku yang sampe hari ini masih meraih gelar Doktornya di Kanada, yang sejak aku berada di sekolah menengah pertama, sudah dikenalkan dengan pc desktop hingga aku bisa lebih dahulu mengerti tentang Windows dibanding teman-teman dalam kelasku kala itu. So, Thanks to Bli Tude, yang kini sudah mengalami kemajuan pesat, jauh dariku yang masih berada di atas tanah asli, sedangkan dia mungkin sudah di angkasa, hehehe….
Saat inipun aku masih setia menggunakan Windows walopun gak lisensi asli, alias bajakan seratus persen, termasuk saat memilih handset telp, harus familiar dengan tampilan dan keseharian Windows, maka kupilih pocketpc walo dengan harga yang mahal untuk ukuran kantong, tapi terbayar dengan isi dan pengalaman yang aku dapat dari gadget ini.

Tulisan lainnya lahir karena keseharian yang penuh rutinitas, cenderung mengarah pada kejenuhan jika saja tanpa kehadiran Istriku, membuat hari-hariku kini lebih berwarna, so, Thanks to Alit, Istriku, yang udah menerima aku sebagai pacar hingga suaminya kini.

Sedangkan tulisan kritik, lebih banyak lahir saat aku mulai menjalani alih profesi dari Arsitek yang kerjanya loncat sana sini, ke arah Pegawai Negeri, yang terus terang aja gak kepikiran sama sekali dari dulu.
Apalagi dengan basic musik yang lebih mengidolakan Iwan Fals dibandingkan artis Indo maupun luar lainnya, jadilah tulisan-tulisan kritik pada kinerja aparat pemerintah, termasuk diri sendiri, untuk sekedar mengingatkan diri sebagai generasi muda, yang baru saja memasuki dunia birokrasi, ato teman-teman sebaya lain yang juga mengalami hal sama, agar lebih waspada dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk pembangunan daerah sendiri, gak sekedar mengurangi jatah APBD untuk kepentingan kantong pribadi.

So, setelah 4 bulan lamanya aku kenal dan menulis lewat Blog, sangat banyak yang bisa aku ungkapkan dengan batas maupun tanpa batas, dengan kebebasan berpendapat bagi setiap insan Indonesia hari ini, namun tetap saja agak khawatir jika tulisan ini dibaca lantas diapresiasikan lain oleh orang hingga menimbulkan persepsi buruk.
Semoga saja lewat tulisanku ini, bisa membuat satu dua orang lain ato malah diri sendiri, belajar untuk mengkritik yang membangun dan siap untuk dikritik orang kedepannya, tanpa perlu adanya emosi untuk berbicara.

Masyarakat kini sudah mulai kritis dan pintar, mampu memilah mana yang patut dipertanyakan, mana yang cukup disimpan dalam hati sebagai introspeksi diri jika diberi kesempatan untuk memimpin nanti.
Semoga…..

Cobaan Tuhan

1

Category : tentang Buah Hati

Yeah, ini sudah klise terjadi, karena hampir setiap detik, yang namanya cobaan Tuhan terjadi pada kita dan lingkungan sekitar kita. Terjadi biasanya saat hamba-Nya takabur, ato merasakan gembira sebelum saatnya. Halnya aku juga.

Gak lama berselang setelah aku menulis perasaanku memiliki Istri tempo hari, cobaan Tuhan pun datang hingga menyebabkan kekelaman hariku selama beberapa waktu. Semua itu tertuang dalam tulisanku selama ini, yang hingga kini mungkin sudah mencapai lebih dari 50an posting dan tentunya akan terus berlangsung, selama aku mampu menulis.

Cobaan Tuhan pasti kan datang satu saat kita lengah dan takabur akan hidup, namun seperti yang pernah diungkap oleh seorang teman, bahwa ‘Tuhan gak akan memberikan Cobaan diluar kemampuan hamba-Nya.’
Aku yakin, bisa lewati ini semua dengan penuh Cinta Kasih yang aku miliki kupersembahkan hanya untuk Istriku.
Semoga.

Puasa Cinta

Category : tentang Buah Hati

Puasa artinya gak melakukan apa yang dilakukan biasanya, dengan waktu tertentu dan berusaha untuk berpantang dengan cara gak melihat ato merasakan apa yang dapat merangsang kebiasaan tersebut muncul.

Apa yang aku lakukan mulai hari ini, sangat beda dengan puasa yang dilakukan umat Muslim, dimana berpuasa makan minum juga mengekang nafsu selama kurang lebih 12 jam per hari selama sebulan penuh lamanya, ato malah puasa yang dilakukan umat Hindu, saat Tahun Baru Caka ato yang sering disebut Hari Raya Nyepi, selama 12 jam, 24 jam, 36 jam hingga yang paling lama 48 jam.

Hari ini, aku sendiri akan memulai puasa, namun dalam hal lain.
Cinta.

Cinta ?
Ya, Puasa Cinta.

Puasa yang aku lakukan sesuai saran dokter juga teman-teman dekatku. Lho ?
Ya, puasa yang dilakukan selama waktu tertentu, namun yakin deh, saat diijinkan nanti untuk tidak puasa lagi pun, aku akan mikir dua kali untuk melakukannya, karena penuh resiko.

Puasa yang aku lakukan adalah puasa Cinta, untuk tidak berhubungan badan dengan Istri, sampai Istri mampu mengandung dan siap memberikan keturunan bagi kami berdua.
Tentu ini sangat berat, karena kami berdua baru mengetahui nikmatnya dekat setelah menikah, dan kini kedekatan ini tentunya akan dibatasi hingga (semoga bisa terwujud) usia kandungan mencapai bulan tertentu.

Wah…..
Tapi semoga yang namanya cobaan dari Tuhan, gak seperti yang terjadi di media cetak juga televisi, hanya karena puasa Cinta dilakukan saat Istri mengandung-hamil, sang suami lebih cenderung untuk melirik ato menikmati pemandangan di luar yang barangkali sangat jauh lebih menyegarkan mata juga jantung. Huehehe….
Ya, semoga gak seperti itu.
Aku hanya bisa berharap, jalan yang aku tempuh bisa menanti Istriku yang juga harus melakukan Puasa Cinta, hingga saatnya nanti kami bisa menyelesaikannya.

Tour De Negara

Category : tentang Buah Hati

Akhirnya kesampean juga jalan-jalan bareng Mertua. He…
Ke Negara, dengan membawa tujuan dan misi tertentu yang sangat aku harapkan hingga hari ini, akhirnya berangkat berenam plus satu ponakan, dan pas balik, nyempatkan diri mampir makan di Café Tahu cabang Negara…

Tapi baru nyampe rumah jam 12an, berhubung kurang lebih jam 9an, begitu masuk Tabanan, terjadi antrean karena terjadinya kecelakaan, diruas jalan Propinsi Denpasar –Gilimanuk, yang menewaskan pengemudi sepeda motor, dengan kondisi yang gak utuh lagi setelah terpental menabrak truk parkir, kemudian digilas truk hingga bagian tubuhnya berserakan memenuhi lebar jalan raya.

Ah, semoga gak terjadi pada orang-orang tercintaku ya ?