Pembangunan ato Penghabisan ?

Ada yang aneh bila melintas di Nol Kilometer Kota Denpasar, alias Patung Catur Muka, sebelah Timur Kawasan Gajah Mada, tepatnya di Lapangan Alun-alun. Berhentilah di areal lampu lalu lintas pada ruas jalan Udayana, depan Kodam ato Kantor Pak Walikota. Ada yang hilang ?Ya, kebetulan pas melewati jalan tersebut, mata sempat gak percaya demi melihat Alat Pengenal Polusi telah dihilangkan ato dipindahkan ?
Entah apa pertimbangannya Alat ini diambil kembali.

Sedari awal penempatannya pun hati ini sudah gak setuju, karena jalan dan areal tersebut bukanlah jalur macet dimana polusi perlu dikenal besarnya setiap hari. Mungkin akan lebih tepat jika ditempatkan di Perempatan Dewi Sartika – Matahari Dep.Store – Mc.D. ato malah di Perempatan Pasar Badung ?

Jadi heran, apakah pengadaan Alat ini memang berguna adanya untuk Mendukung Pembangunan Kota Denpasar (tapi kenapa tidak digunakan secara optimal) ato hanya untuk menghabiskan dana anggaran tiap tahunnya dan digunakan untuk gaya-gayaan di mata masyarakat saja ?

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik