SEHARI NGE-TIM (3)

Category : tentang PeKerJaan

Part 3 : Kontrak View

Ini ada cerita lucu.
Setelah melihat Kios yang sudah selesai dibangun, dari cerita Pelaksana lapangan yang ada disitu, lokasi Kios seharusnya bukan pada lokasi yang sekarang, namun lebih kearah barat, agar bisa menampung lebih banyak pedagang disekitar obyek wisata.
Tau alasannya kenapa dipindah lokasi ?
Karena diareal tersebut, berada tepat didepan sebuah villa yang dimiliki seorang bule dimana lahan yang hendak dibangun Kios oleh Pemda Badung, View-nya telah dikontrak dari Desa Adat setempat dan gak boleh diganggu ato dihalangi bentuk apapun.

Jadi gamang.

Yang dikontrak adalah View-pandangan ke arah laut-, namun status tanahnya gak jelas, dijual, kontrak ato milik siapa. Nah ?

SEHARI NGE-TIM (2)

Category : tentang PeKerJaan

Part 2 : Polusi Sampah Rawa

Kunjungan berikut, maen ke Obyek Wisata Pantai Berawa, dimana sedang dilakukannya pembuatan parkir dengan lapis pondasi limestone untuk kemudian diLapen sebagai finishingnya.

Namun, saat diberikan kesempatan menengok Kios-kios yang telah selesai dibangun, gak sengaja melewati alur air rawa, yang pada ujung pintu airnya dipenuhi oleh sampah-sampah yang alami maupun mungkin buangan dari orang-orang yang ada disekitarnya, mentok, berhubung pintu air rawa tidak dibuka.

Tentunya mengakibatkan pemandangan yang kontras dimana gak jauh dari situ, Pemda Badung sedang berusaha memperindah kawasan untuk dibuatkan Obyek Wisata Pantai setempat.

Yah, semoga saja ada beberapa instansi pemerintah terkait, bisa membantu untuk menanggulangi pembuangan sampah agar gak dibuang ke saluran air ya?

SEHARI NGE-TIM (1)

Category : tentang PeKerJaan

Berkesempatan mengikuti Peninjauan Lokasi beberapa kegiatan yang dilakukan Pemda Badung di tahun ini, lumayan banyak yang bisa diabadikan lewat kamera pribadi Konica, bukan milik kantor seperti yang banyak dipertanyakan teman sekantor. Karena hampir setiap hari aku bawa di saku kanan baju dinasku, untuk keperluan dokumentasi proyek yang aku awasi di Kubu Gunung, Dalung.Jadi, sambil menjalankan tugas, memeriksa jalannya proyek lain yang sedang dijalankan maupun yang telah selesai, kamera aku bawapun akan sangat berguna bila menemukan sesuatu yang unik dilingkungan sekitar kita.

Aku tulis per Obyek Foto.
Here We Are…

Part 1 : Rumah Dinas Calon Sekretaris Dewan Badung

Menengok kondisi yang telah direhab selama kurang lebih sebulan, sungguh disayangkan bila beberapa bagian darirumah tersebut tidak ikut diperbaiki dan tetap ditelantarkan. Ini terjadi, mungkin karena dana Rehab yang diturunkan, tidak mencakup keseluruhan item yang ingin diperbaiki, sehingga hanya sedikit yang bisa kembali seperti awal mula dibangun.

Ini Rumah Dinas Calon Sekretaris Dewan Badung lho. Kondisi awalnya gak jauh beda dengan rumah-rumah dinas lain yang ada disekitarnya, rusak karena lama tidak ditempati, dan sebagian besar komponennya telah dicuri oleh orang-orang yang kelaparan. Huehehe…

Gak terhitung, dari pintu panil, gagang pintu, engsel, meteran listrik juga air, kran air, dan yang lain yang sekiranya bisa digondol untuk nambah-nambah kekurangan dirumah, ato malah diloakkan ?
Who Knows ?
Yang pasti, ini salah satu foto yang aku ambil, dimana merupakan tempat suci diareal rumah dinas calon Sekwan kita, dengan kondisi retak, dan nyaris ambruk, mungkin karena :
faktor tanah yang labil berhubung dulunya ini adalah areal sawah,
bisa juga karena faktor pemadatan tanah dasar yang kurang, karena ketinggian lahan rumah ini jauh tinggi dibanding sawah disebelahnya,
bisa juga karena faktor X, dimana pada tembok dan beberapa bagian yang seharusnya diisi dengan balok beton, namun kenyataannya setelah rusak, baru terlihat boroknya pekerjaan yang dilakukan, tidak terdapat sloof maupun kolom beton yang seharusnya bisa dijadikan pengaku tembok…

Kulit Gelap Kaum Hawa

1

Category : tentang KeseHaRian

Solusinya mungkin bisa dibaca disini ?

Blog karya Mbak Pipit.
Walo gak ada tips yang diungkap, tapi menurutku, patut untuk dibaca.
Utamanya bagi cewek-cewek yang masih merasa malu memiliki kulit gelap, dan merasa kalo kulit putihlah yang pualing cuantik….

Ironi PNS : Gaji ke-13

2

Category : tentang Opini

Sebelum masuk lagi ke dunia normal, aku pengen mengungkap beberapa hal yang masih terlintas dibenak, mulai dari yang paling banyak diprotes masyarakat.
Gaji ke-13 bagi pegawai negeri.Sejak awal diwacanakan, pemberian gaji ke-13 sudah banyak menuai protes dai masyarakat terutama dari golongan menengah ke bawah, yang rata-rata merupakan karyawan swasta dan petani. Mereka semua ditambah golongan masyarakat yang bertipe pemikir, banyak mengungkapkan keberatan di koran maupun radio setempat. Dikaitkan dengan kondisi bangsa yang kini sudah makin terpuruk.

Lantas bagaimana pandanganku selaku salah satu penerima gaji ke-13 ?
Surprise.
Ini aku rasakan untuk yang kedua kalinya, setelah menjalani keseharian sebagai pegawai negeri sipil, setelah kurang lebih bisa dibilang sekitar 4 tahunan menjalani hidup sebagai karyawan swasta, yang memiliki gaji dari 300 ribu sampe satu jutaan.

Kini setelah semua berubah, setiap bulannya aku mendapatkan gaji sekitar satu setengah juta rupiah, yang lantas dipotong-potong untuk biaya makan, telepon rumah, pulsa ha pe, dan juga kewajiban sebagai keluarga baru, bersosialisasi ke masyarakat.
Bersih aku dapat setiap bulan mungkin cuma sepertiganya. Gak percaya kan ?

Nah, dari paparan aku tadi, bisa dikatakan penerimaan gaji ke-13 adalah satu anugerah walopun bisa dibilang gak ada yang bisa aku belikan apa-apa berhubung uang itu langung habis, untuk ngecat sisi kanan mobil yang tempo hari ku bikin cacat karena mengesek pagar rumah.
Tapi setidaknya gak menghabiskan rupiah demi rupiah yang aku kumpulkan sejak aku menikah.

Jujur saja, bagiku penerimaan uang sekecil apapun sangat berarti bagiku, yang saat ini bisa dibilang gak banyak bila dibandingkan dengan teman-teman seumuran dari jalur pendidikan yang sama denganku. Namun tentu akan jauh bila dibandingkan dengan golongan masyarakat secara umum, yang rata-rata bergaji dibawah satu juta.
Jelas ini menimbulkan kecemburuan sosial, ya gak ?

Tapi bagi kami, yang masih menjadi staf dan belum menjabat, tentu gaji ke-13 sangat sangat berarti karena disamping artinya bisa digunakan untuk tambahan tabungan, bisa juga untuk membeli susu bagi orang-orang yang memiliki anak yang masih kecil, dimana mungkin saja, pengeluaran untuk susu anak sangat besar prosentasenya dari gaji mereka. Juga untuk biaya pendidikan anak, yang pada bulan ini adalah sedang rame-ramenya mendaftar ke sekolah lanjutan.

Lantas bagaimana dengan pemberian gaji ke-13 bagi yang sudah menjabat ?
Aku yakin gaji ke-13 bagi mereka bukanlah satu anugerah lagi, karena tunjangan jabatan atau sampingan yang didapat saat memegang satu dua proyek, mungkin bisa jadi malah jauh lebih besar dari gaji yang diterima setiap bulannya. Jadi enurutku, mungkin saja mubazir, mungkin juga tidak.
Karena ada satu dua orang atasan yang loyal pada bawahannya, staf maupun sopirnya, dengan membagi gaji tersebut sebagai wujud terima kasih mereka selama menjabat.

Sekali lagi, bagi kami yang masih berstatus staf ataupun sopir, gaji ke-13 adalah satu anugerah yang kami terima tiap tahunnya dari pemerintah, ditengah korupnya para pejabat dan juga anggora DPR kita saat ini.

Bisa dibayangkan kalo gaji yang aku terima tadi kenapa bisa sepertiganya ? karena sebagian digunakan untuk membeli BBM mobilitasku ke proyek, ataupun rapat-rapat yang memang gak dapet amplop sama sekali.
Tapi yang penghasilannya disunat gak bisa bilang apa-apa, karena yang menentukan lagi-lagi anggota Dewan kita yang Terhormat.

Nah, sekarang, tentang pemberian gaji ke-13 bagi PNS, ya tergantung dari kacamata mana yang kita pakai untuk melihat….

Generasi Konsumtif

Category : tentang KeseHaRian

Berlomba-lomba untuk memiliki teknologi dan perkembangan terbaru jaman terkini. Dari keperluan rumah tangga yang makin dipermudah dan banyak jenisnya, keperluan transportasi yang beraneka ragam dan harganya pun makin turun karena daya beli masyarakat yang juga turun karena dollar yang makin naik, sampe keperluan kerja yang malah digunakan agar kliatan lebih bergaya, walopun mungkin gak semua fasilitas yang hadir didalamnya dipake, sekalipun fasilitas itu hadir untuk mendukung mereka yang memiliki bisnis dan rutinitas kesibukan berlebih, namun bagi anak sekolahan apa artinya dong, kalo bukan untuk sekedar gaya dan ingin dianggap up to date.So What ?
Yang penting punya uang lebih, usaha sendiri ato usaha ortu yang minta dibagi dikit ke anaknya, ato malah morotin pacar yang tajir n ortunya kaya ?
Mau digunakan untuk lifestyle diri sendiri, ngapain juga orang lain ngurusin ?

Tapi apa pantas kalo kita jadi lebih konsumtif dari sebelumnya, padahal disekitar kita, terjadi bencana yang meluluhlantakkan sebagian saudara kita nun jauh disana ?
Apa pantas kita membeli ini itu untuk tujuan gaya dan keren, namun jika kita masih mau melihat kebawah, masih banyak orang-orang yang benar-benar gak mampu untuk makan nasi seenak kita makan ?

Sisihkan sedikit anggaran dari keperluan konsumtif tadi, dan berikan pada yang benar-benar membutuhkan, yang fisiknya mungkin sudah benar-benar sulit untuk mendapatkan pekerjaan dan membeli makan kesehariannya.

Kita kini memang generasi Konsumtif, apa-apa yang baru keluar dan diproduksi, langsung dibeli, dan kalo keluar yang baru lagi, ya yang lama dijual dan beli yang baru lagi.

Titik Balik

Category : tentang DiRi SenDiri

Yeah, mungkin saja kekalutanku tempo hari memang terjadi karena tingkat kejenuhanku yang begitu tinggi, dan melewati hari dengan rutinitas yang sama.
Padahal disekitarku masih begitu banyak hal yang bisa ijalani dan dipelajari, namun karena waktu yang tersisa setiap hari kerja hanya sedikit di kala matahari masih bersinar, lebih banyak waktuku malah dipakai untuk tidur dan istirahat.Malam pun dilewatkan dengan sedikit mengerjakan sisa pe er agar esok ngantor gak terlalu capek mikir. Namun sekali lagi kepenatan pun memuncak dan akhirnya yang muncul jadi marah-marah deh. Sedikit aneh jadi emosi.

Tapi itu kemaren.
Hari ini, aku penuh harapan yang memenuhi pikiran, semoga bisa terwujud dengan baik.

Lupakan Kalut

2

Category : tentang KHayaLan

After nulis Blog, ga lama berselang, muncul ide tuk lupakan masa lalu, kesedihan juga rasa kalut yang terpendam dalam hati.
Kembali ke keseharian, yang penuh cinta dan warna.
Kembali pada jalur.Musik dan jalan-jalan.

Yeah, sekali-kali memanjakan diri sendiri, apa sih salahnya ?
Membeli keperluan diri, bersama Istri jalan-jalan keluar malam ke pasar Kreneng, mencari apa yang kira-kira belum dan ingin kita miliki.
Sekalian cari mp3 bajakan yang dijual cuma 7 ribuan sekeping, satu tindakan kejahatan heh ?

Tapi setidaknya apa yang dicari ternyata lebih dari apa yang diharapkan.
Sekeping hits Indonesia, sekepingnya lagi hits pop Bali, sekeping lainnya hits Anak-anak tempo dulu, persiapan kalo punya anak nanti, hehehe…
Sekeping lagi, dianjurkan untuk kuping yang sangat tebal, karena berisi album Sepultura yang baru, juga barisan Kontes Cuci Rambut, for Headbangers, dan sekeping yang kelima, isinya full album Nofx, yang sudah aku tunggu dari tahun 98 kemaren, karena di Bali sangat susah nyari semua albumnya mereka.

So ?
Malam harinya diisi dengan nyobain 5 keping mp3 asli bajakan, yang kesemuanya bikin aku puas, karena ngedapetin apa yang aku inginkan selama ini.
Tapi gak cuman itu kok.
Ditambah sekeping cd audio berisi 20 lagu pop Bali di tahun 90an, aku beli langsung dari studio rekamannya, Maharani Records. Tau siapa artisnya ?
Yong Sagita, Ketut Bimbo, Yan Bero, Yan Stereo.
Huehehe…

Come on, Men.
Lupakan kekalutan yang menumpuk, mencoba menikmati waktu dan manjakan diri sendiri.
Kenapa gak dari dulu ya ?